Oleh Erwin Parengkuan

Dalam sebuah tulisan di surat kabar kemarin, seorang pengamat politik mengungkapkan pendapat dan analisanya tentang pernyataan Presiden atas kedua Menterinya yang kedapatan telah melakukan praktik korupsi. Dalam tulisan tersebut dibahas oleh sang penulis, kalimat yang telah diucapkan Presiden dan uraian tentang maknanya. Bahwa sebuah pernyataan yang disampaikan oleh seorang pemimpin negara atau kita sebagai seorang komunikator akan menjadi penilaian publik terhadap pesan yang disampaikan, mulai dari ; maknanya, tekanan dalam pesan tersebut, serta peran seseorang dalam menyampaikan sebuah pesan. Terlepas dari penyataan Presiden, bahwa pesan tersebut dinilai kuat atau tidak berdasarkan jabatan seseorang, bahwa saya telah menangkap sebuah pemaparan yang jelas tentang komunikasi publik harus disampaikan selaras dengan fungsi kerja seseorang. Seperti judul artikel ini bahwa kemampuan seseorang berkomunikasi tentu tidak terlepas dari seberapa Ia mahir  berbicara berdasarkan jumlah kosa kata, wawasan yang dimiliki dan peran yang diembannya.

Layaknya sebuah bahan baku yang banyak, itulah analogi yang dapat dipakai untuk memperjelas kemampuan seseorang dalam berbicara. Semakin banyak kosa kata yang dimiliki seseorang tentu akan meningkatkan kemampuan berbicara yang lebih lancar, dan harusnya hal itu juga diikuti dengan berkembangnya pengetahuan dan wawasan yang terus ditingkatkan. Latihan, latihan dan latihan menulis adalah kuncinya yang akan meningkatkan bobot dari tulisan kita dan semua itu berasal dari kemampuan berpikir secara kritis yang telah dimiliki seseorang. Ketika paragraf pertama dari tulisan ini anda baca, anda juga telah mendapatkan sebuah pandangan tentang sebuah makna dari sebuah tulisan.

Bagaimana cara kita untuk dapat terus meningkatkan kemampuan menulis yang berdampak kepada kemampuan otak berpikir secara kritis? Tentu perlu kecepatan berpikir dan kreativitas, dimana semua yang kita miliki terdapat dalam sebuah mesin kecerdasan yaitu otak kiri, otak kanan, limbik kiri dan limbik kanan. Untuk itu, mulailah sekarang meningkatkan kemampuan menulis anda, dari apa yang kita pikirkan dalam menjawab pertanyaan atau penyampaikan gagasan melalui email, WA, dll. Pikirkan terlebih dahulu tujuan yang akan kita sampaikan, apakah sifatnya hanya sebagai pengingat, atau mempertajam kata/pesan kepada seseorang melalui tulisan yang kita buat dan apa peran kita dalam menuliskan pernyataan tersebut? Analisa lagi apakah tulisan yang telah anda buat sesuai dengan gaya kita? Sesuai dengan tugas/jabatan kita?

Beberapa panduan berikut ini bisa membantu anda menyelaraskan bobot tulisan anda. 5 tahap yang dapat anda lakukan:

1. Observing

Amati tulisan yang sudah anda buat, lihat beberapa gaya penulisan yang bertebaran dimana-mana dan tentukan gaya tulisan anda. Serius, jenaka? Monoton? Carilah contoh sebuah gaya tulisan yang paling anda suka. Pilih beberapa penulis favorit anda.

2. Habits of mind

Cerna cara pola pikir anda sehari-hari. Apakah selalu mudah menerima sebuah pesan? kritis? Skeptis?

3. Questioning strategies of writing

Setelah anda mulai menulis, tanyakan apakah ini yang memang benar ingin anda paparkan dalam tulisan anda? Apa “irama” dalam tulisan itu.

4. Use evidence

Tentu menggunakan data terbaru yang valid untuk memperkuat bobot tulisan anda. Jangan biarkan asumsi mempengaruhi tulisan anda.

5. Evaluate thinking and writing goals

Setelah selesai anda membuat tulisan itu, baca kembali, cerna apakah sudah benar-benar tepat.

Sayapun terus menganalisa tulisan-tulisan yang telah saya buat, dengan kelima proses diatas. Dengan banyaknya buku yang saya baca dari berbagai macam disiplin ilmu, saya akan kembali mencerna semua kata yang saya dapatkan kemudian saya biarkan “mengambang” di kepala saya untuk beberapa saat, baru kemudian saya buat plotnya untuk siap menulis. Semakin rutin saya menulis, semakin cepat jari-jari saya menari-nari di tuts Ipad saya. Proses ini terus mengalir dari apa yang ada dalam pikiran dan gagasan ke gaya tulisan saya. Biasanya, artikel seperti ini membutuhkan waktu penulisan selama 30 menit, kalau dulu saya memerlukan waktu sampai 2 jam lebih. Buat saya ketika artikel telah selesai, cukup 3x membaca ulang sebelum dipublikasi. Proses yang saya lewati ini, telah menciptakan sebuah formula yang menjadi panduan saya tidak hanya dalam menulis tapi juga dalam berbicara di depan publik.

WhatsApp Online Chat Support