Personal Branding “Seberapa Penting Values dalam Membangun Karir”

Values (nilai) didalam Personal Branding adalah sesuatu yang di pegang teguh oleh seseorang dalam menjalankan kehidupannya. Misalnya seorang pedagang yang diajarkan oleh orang tuanya untuk tidak menipu pelanggan, sehingga semua hasil usahanya atas dasar kejujuran, mulai dari ukuran berat yang tepat, kualitas barang yang dijual dst. Apakah values menjadi penting dalam urusan membangun karir seseorang?

Saya jadi ingat ketika pertama kali ingin membuat buku tentang “Personal Branding” 4 tahun yang lalu, istilah ini memang kami yang mempopulerkan. Waktu itu saya sudah membaca trend tentang kata “Personal Branding” dunia barat sana. Di Indonesia istilah ini belum populer, beberapa pakar mengaitkan branding dengan produk atau perusahaan saja. Kemudian kami melakukan banyak riset, dan hasilnya memang perlu segera membuat buku tentang itu. Lantas sekarang semua orgaanisasi dan individu merasa perlu meningkatkan personal branding-nya, Sayapun kemudian mengumpulkan banyak figure dalam dan luar negeri yang kami rasa cocok memiliki personal branding yang kuat. Mereka dari kalangan entertainment, entrepreneur, politikus, dll . Lalu apa hubungannya personal branding dengan values? Ternyata dari hasil yang kami kumpulkan orang-orang sukses itu memiliki dua aspek: komponen utama dan komponen tambahan. Di komponen utama ada 3 yang penting yaitu: values, skill dan behavior. Nah inilah jawabannya bahwa values adalah esensial alias sangat penting karena dia berada diurutan pertama dari syarat mutlak ini.

Bila seseorang ingin sukses, hendaknya memiliki values yang kuat, yang teguh yang dipegang erat-erat. Tanpa values, menurut saya, seseorang tidak akan bertahan lama dalam karir yang dibuat, karena bisa saja banyak “kecurangan” yang dilakukan guna meningkatkan ambisinya (lantas saya jadi ingat para politikus di dunia ini). Values dapat diperoleh dari lingkungan terdekat, ketika kita kecil dan diajarkan oleh orang tua tentang nilai-nilai, mulai dari kedisiplinan, patuh pada aturan yang dibuat di rumah, dll. Atau ketika melihat seseorang, entah membaca biografinya, menonton film, berdiksusi dan mendapatkan nilai penting dari seseorang, itupun dapat dijadikan patokan dalam membuat values untuk karir yang kita bangun, pastikan values itu sejalan atau relevan dengan pekerjaan dimana anda berada. Misalnya seorang ayah yang sangat “family oriented” memasukkan values yang sama di pekerjaannya, tentu itu tidak relevan. Berdasarkan pengalaman saya, values menjadi landasan terpenting untuk bertahan di karir, seperti buku Personal Branding yang kami buat waktu itu.

Jakarta, 4 Oktober 2017
Erwin Parengkuan