Menampilkan unsur perasaan dalam Presentasi Public Speaking

Strategi menampilkan unsur perasaan dalam Presentasi Public Speaking, yaitu :

1. Emosi anda harus berasal dari diri anda, dan ketika emosi benar-benar milik anda, itu akan tampak bagi, itu akan tampak nyata bagi hadirin.
Bandingkan dua paparan atau kalimat berikut. Mana yang lebih menarik dan menggugah perasaan anda. Paparan A atau B?

A. “Ketika terjadi insflasi, permintaan barang terhadap barang turun, sehingga terjadilah kelebihan stok.
Kelebihan stok menyebabkan kelebihan penawaran. Dalam jangka waktu tertentu, kelebihan penawaran ini akan menyebabkan harga kembali turun sehingga suatu saat nanti kondisi ekonomi akan mencapai equilibrium alias keseimbangan.

B. “Insflasi membuat saya tak bisa tidur. Bagaimana bisa tidur kalau sepanjang malam saya memikirkan bagaimana anda dapat membeli kedelai yang harganya naik 200%? Saya akan berhenti berproduksi.
Haruskah saya kehilangan mata pencaharian? Haruskah saya memecat para karyawan yang sudah lama bergantung pada saya?
saya jadi sangat gelisah dan tertekan.”

Pernyataan pertama bersifat teori, sedangkan pernyataaan kedua menjelaskan sesuatu yang lebih nyata dan dekat dengan kehidupan kita. Itulah menagapa pertanyaan kedua lebih terasa feeling-nya karena didasarkan pada pengalaman pribadi. Pengalaman pribadi membuat pembicara lebih dapat mejelaskan perasaannya secara nyata, sehingga unsur perasaannya lebih memberikan dampak bagi pendengar.

2. Ingatlah bagaimana perasaan anda pada suatu momen di masa lalu, lengkap dengan detail kejadiannya

Menciptakan emosi bukan hanya dengan mengingat bagaimana perasaaan kita pada suatu momen di masa lalu, namun juga dengan mengingat hal-hal detail atau kejadiannya, baik situasinya, kondisi lingkungannya detail dari momen satu ke momen lainnya yang melibatkan pancaindera pada saat itu.

3. Manfaatkan memory touchstone, yaitu hal-hal yang dapat dikaitkan dengan situasi perasaan tertentu.
Untuk memberikan efek emosi yang lebih kuat kepada hadirin, pembicara dapat mengaitkan materinya dengan benda-benda yang sesuai dengan jenis emosi yang ingin dimunculkan, misalnya :

– Menampilkan gambar kembang api untuk menjelaskan keriaan atau perayaan

– Menyetel bunyi klakson mobil untuk menunjukkan situasi hiruk pikuk dan ketidaktenangan.