Scary Proposition in Public Speaking

Oleh Erwin Parengkuan

Membaca terminologi ini dari buku yang saya baca, bahwa seorang penulis terkenal macam Maya Angelou selalu punya ketakutan tersendiri yang menghantui dirinya ketika ingin memulai sesuatu yang baru dalam aktivitasnya menulis puisi atau buku dll. Saya juga membayangkan hal ini mungkin dialami oleh para public figure Ketika mereka akan memulai sesuatu hal yang baru. Mungkin Bruno Mars juga mengalami situasi ini ketika ingin membuat album baru. Laku tidak? Disukai atau tidak? Bagaimana kalau gagal? Apa kata mereka? Semua orang akan memiliki perasaan yang sama untuk memulai sesuatu yang baru. Termasuk berbicara di depan publik dengan audiens yang tidak kita kenal. Lalu Langkah apa yang dapat kita lakukan untuk mensiasatinya?

Berikut ini 5 langkah Public Speaking yang dapat membantu anda untuk tidak ragu dalam berbicara:

1. Berdamailah dengan rasa takut, cari tahu apa yang menjadi ketakutan anda? Analisa dan buatlah mind mapping yang akan menjadi runutan dari akar masalah anda. Biasanya urusannya 2 hal, antara konten yang belum dikuasai atau tidak memahami flow dari materi kita (termasuk mapping audiens kita).

2. Buatlah alur yang anda telah buat dan latih hingga 10x lalu di rekam dan dievaluasi lagi. Kenapa saya menyarankan 10x, agar anda terbiasa dengan alur yang akan dijalankan. Persiapkan dengan matang adalah kuncinya. Karena kalau sampai sudah anda kuasai alur anda akan bersemangat Ketika bicara dan tidak takut lagi. Biasa orang takut bicara karena tidak menguasai diri dan konten mereka dan tidak melakukan riset siapa audiens mereka.

3. Cari referensi sumber terbaru dan lihat beberapa figur keren yang sangat banyak muncul di media sosial. Lihat mereka bagaimana cara membawakan materi dengan meyakinkan. Jangan gunakan kata-kata yang umum, seperti “semoga bermanfaat” “demikianlah yang dapat saya sampaikan” Be creative!

4. Gunakan penampilan terbaru anda, wajah harus menarik dengan senyum dari hati yang terpancar di mata anda dan baju yang akan memberikan otoritas profil anda kepada audiens. Lihatlah bagaimana anda membuka sesi awal? Dengarkan apakah suara anda juga tersenyum? Apakah Bahasa tubuh anda sudah juga bersemangat dan terbuka?

5. Gabungkan Kembali video awal anda (point no 2) dengan point no 4 tadi, lihat dengan seksama, apakah ini sudah sesuai dengan yang anda harapkan? Hindari membaca materi, tapi fokuskah kepada cara anda membawakan dan materi yang disampaikan apakah dapat menginspirasi dan memotivasi audiens?

Saya percaya anda tidak akan ragu dan takut lagi ketika harus melakukan komunikasi kepada siapapun melalui 5 tips ini. Tips ini juga berlaku pada saat anda harus presentasi di ruang virtual. Jadi, jangan tunggu lagi, lakukan dan taklukan diri dan audiens anda.

Public Speaking (Stay Relevant)

Oleh Erwin Parengkuan

Kita tahu bahwa dibutuhkan keahlian khusus dalam berbicara di depan publik. Tidak semua orang yang tampil berbicara dapat memikat audiens mereka hingga bertahan sampai akhir mereka bicara. Hanya orang-orang tertentu yang dapat meyihir audiens untuk terus menyimak dan mendapatkan manfaat dari apa yang disampaikan.

Dalam banyak kelas Public Speaking yang saya bawakan, kondisi ini terus terjadi, kira-kira hanya dibawah 10% dari populasi di kelas yang berhasil tampil menarik selebihnya gagal. Kenapa bisa demikian? Sebelum saya menyebutkan 6 tips yang dapat membantu anda menjadi menarik ketika bicara, kita juga harus melakukan investigasi dan riset tentang berapa jumlah wawasan termasuk dari pengalaman bekerja, jam terbang dll untuk diberikan kepada audiens. Pengalaman dan jam terbang tidak serta merta membuat anda menjadi menarik ketika berbicara di depan publik apalagi melakukan presentasi dengan menggunakan slides. Mari saya jabarkan apa saja yang harus dilakukan seseorang agar berbicara memikat.

1. Memberikan manfaat utama yang dibutuhkan audiens
2. Dapat mengatur tempo bicara dengan baik dan menyampaikannya dengan dinamis
3. Menikmati alur yang mereka sampaikan
4. Tidak terlalu banyak pesan yang diberikan, maksimal 3 pesan utama
5. Menampilkan antusiasme yang terlihat dari bahasa tubuh, gestur dan suara ketika berbicara
6. Kreatif dalam membuat alur

6 poin diatas harus anda kuasai dengan baik dengan latihan sebelum tampil minimal 10x dan merekamnya. Kenapa harus 10 x agar anda 100% yakin dengan mengulangnya dan anda tentu akan memiliki pola dari hasil kerja keras anda berlatih, sehingga begitu tampil yang muncul adalah semangat dan percaya diri. Selain itu cara termudah berikutnya adalah melakukannya dengan sungguh-sungguh dan evaluasi cara bicara anda sehari-hari. Adalah sebuah proses panjang dalam setiap hari kita berbicara. Playground ini adalah sarana terbaik anda dalam berlatih. Learning by doing atau bahasa kerennya Experiential Learning. Berani melakukan koreksi dan memberikan penilaian atas hal baik dalam bicara yang sudah dilakukan dan yang belum dilakukan dengan terus menerus meningkatkan level of awareness menjadi meningkat dari waktu ke waktu.

Public Speaking and Strong Presence

Oleh Erwin Parengkuan

Menjadi pusat perhatian ketika berbicara di publik adalah kunci utama yang sangat penting. Sebelum anda melakukan latihan Public Speaking yang berkala, usahakan anda melatihnya setiap hari dan merekamnya di smartphone anda yang akan memberikan pengaruh yang besar dalam anda berbicara. Berikut ini 4 tips yang dapat saya berikan untuk anda semakin menarik ketika tampil.

1. Buatlah Outline

Kuasai materi 100% dengan melihat kembali materi presentasi anda, jangan biarkan orang lain yang membuatnya. Anda harus bertanggung jawab menyusun outline ini seperti yang ada di kepala anda. Lakukan riset untuk menemukan data terbaru yang dapat membuat materi anda menjadi terkini.

2. Selaraskan dengan bahasa tubuh dan intonasi suara

Rekam diri anda ketika berbicara dan ulas kembali. Lihatlah dan jadilah kritikus terbaik untuk anda, apakah alur yang anda sampaikan sudah sesuai dengan harapan atau belum. Cermati kesan pertama ketika anda melihatnya di HP. Liatlah apakah anda sudah bersemangat dan tersenyum tulus? Bila hal ini belum terlihat, paksa diri anda untuk dapat menampilkannnya. Seperti kita tahu bahwa kesan pertama menjadi landasan yang kritis untuk membuat audiens anda mengikuti anda atau meninggalkan anda. Contohnya, setiap saya ingin tampil, di belakang panggung saya sudah mempersiapkan kalimat pertama seperti apa yang akan saya sampaikan? Saya selalu menghindari jokes karena menurut saya tidak tepat dan kebanyakan jokes yang disampaikan oleh para pembicara di awal mereka tampil justru menjadi bumerang bila tidak dapat di terima oleh audiensnya. Anda bisa memilih untuk memberikan apresiasi yang spesifik kepada mereka atau melemparkan sebuah data terbaru yang anda sampaikan secara retorika. Ketika anda merekam dan melihat kembali, perhatikan semua komponen anda dalam berkomunikasi. Intonasi seperti apa yang akan anda sampaikan? Tentunya harus bersemangat yang dengan sendirinya akan memberikan dinamika dari tekanan suara anda. Dan apakah bahasa tubuh anda sudah terbuka?

3. Pikirkan penampilan anda

Tidak semua orang memperhatikan hal ini, sementara berpenampilan menarik akan membuat anda memiliki kepercayaan diri yang lebih baik. Cara berpenampilan mengacu kepada karakteristik/kepribadian anda yang harus disesuaikan dengan lokasi dan acara. Pastikan anda berdandan 1 level di atas audiens anda agar terlihat memiliki otoritas dengan menentukan apakah gaya klasik, modern atau campuran keduanya yaitu edgy yang akan anda pilih. Lihatlah berbagai macam contoh gaya yang anda suka di media sosial dan pilih. Pastikan gaya berpenampilan anda tidak seperti kebanyakan orang dengan gaya yang standar atau berlebihan.

4. Menambahkan gimmick

Ini akan menjadi daya tarik dalam presentasi anda. Sebarlah gimmick seperti menambahkan story telling, data terbaru yang mematikan artinya tidak dapat dibantah oleh audiens anda, jangan lupa menyebutkan sumbernya dari mana, atau memikirkan alat/visual element yang dapat anda bawa sebagai properti. Pastikan semua hal ini anda persiapkan dengan matang. Berapa banyak story telling? berapa banyak data terbaru? Berapa banyak properti yang akan anda tunjukkan? Ini menjadi agenda anda untuk diselipkan dalam alur anda berbicara. Pastikan alur ini menjadi klimaks bukan garis linier. Utarakan di awal introduction seperti apa yang akan anda sampaikan dan benefit apa yang akan anda berikan kepada mereka bila mendengarkan anda berbicara.

4 tips ini sangat mudah bila anda lakukan dengan baik, niscaya anda akan sangat percaya diri dan menarik. Sehingga melakukan 4 saran saya akan membuat anda menemukan sebuah formula/pattern dalam kemampuan anda berbicara. Dengan anda melakukan tips ini akan membuat anda yakin 100 % atas materi dan cara anda menyampaikan. Pastikan informasi yang anda sampaikan bernas, tidak betele-tele atau tidak terlalu banyak informasi yang diberikan, ingat bahwa saat ini kemampuan mencerna sebuah pesan semakin defisit. Buatlah singkat, padat, menjelaskan, memberikan padangan baru, dan disampaikan dengan gaya yang rileks dan menyenangkan. Anda pasti bisa!

Who Said That The Boss Is Always Right?

Oleh Erwin Parengkuan

Dalam sebuah sesi training dengan C minus 1, sebutan untuk para leader yang menjalankan tugasnya dan melakukan report langsung kepada para jajaran direksi di sebuah perusahaan multi nasional, saya sangat terkejut dengan pertanyaan sebagian besar peserta “Bagaimana menjawab sebuah pertanyaan yang amazing?”. Contoh ketika mereka selesai melakukan pemaparan tentang rencana kerja, misalnya, sekonyong-konyong ada pertanyaan muncul dari bos mereka “ Bagaimana pendapatmu tentang inovasi ini dibanding negera lain?”

Saya kemudian mencatat semua pertanyaan mereka di flip chart tentang tantangan yang biasa dihadapi dalam berkomunikasi termasuk pertanyaan amazing itu. untuk menjawabnya di antara sesi berlangsung ataupun mereka akan menemukannya jawabannya sendiri dari materi yang kami sampaikan. Pada saat sesi pertama break, seorang leader menghampiri saya dan curhat tentang kondisi para atasan yang tidak boleh dibantah pertanyaannya dan mereka harus menjawab pertanyaan amazing itu dengan segera. Kalau tidak menjawab mereka dianggap tidak capable.

Saya merespon dengan memberikan ilustrasi menjawabnya menggunakan analogi atau kembali melakukan kelarifikasi dengan bertanya “Yang bapak/ibu maksud dengan pertanyaan seperti itu apa ya?” sang leader dengan cepat mengatakan “Kami tidak dizinkan untuk kembali bertanya maksud pertanyaan yang telah mereka lontarkan!”

Ketika tahun 2000 baru dimulai, ada satu jokes tentang aturan main di kantor, bos dan anak buahnya, yaitu: Rule no: 1. Boss is always right, rule no:2 If there is any mistakes, please go back to the rule no:1. Dulu anekdot ini sangat populer, menandakan hubungan yang vertikal antara atasan dan bawahan, macam penjajahan atau feodalisme yang terjadi pada hirarki perkantoran, dimana para anak buah dilarang keras untuk memiliki hak bersuara.

Bagaimana dengan sekarang? Apakah kondisi tersebut masih relevan di zaman yang sudah kolaboratif ini? Seperti, Ketika dikantor, saya ingin membuat sebuah acara outing, saya mempunyai pilihan lokasi tersendiri yang belum tentu cocok dengan anak-anak kantor saya yang rata-rata Z-ners dan Millenials (Y). Lalu, apa keputusan saya tidak boleh dibantah? Kami tetap melakukan voting untuk memilih tempat berdasarkan suara terbanyak. Kondisi seperti ini adalah kondisi yang diinginkan oleh para generasi Millenials dan Z yang vocal berbicara dan ingin didengar suaranya. menurut saya contoh kecil ini harus jadi budaya baru disetiap perusahaan tanpa terkecuali. Zaman sudah berganti, istilah asal bapak senang (juga) sudah tidak relevan lagi.

Ketika kami ingin membuat buku tentang pergesekkan budaya dan komunikasi antar generasi, terlihat banyak sekali values yang tidak sama antara satu generasi dengan yang lainnya. Contoh generasi Baby Boomers yang lahir antara tahun 1946-1964 dimana mereka sangat ingin terlibat dalam proses bisnis, menjadi berbeda dengan generasi X (1965-1979) yang pendobrak dan tidak suka sesuatu yang monoton. Sedangkan generasi Millenials (1980-1994) dan Z (1995-2015) yang saat ini menjadi sangat besar populasinya sekitar 50-70% menginginkan transparansi dalam dunia kerja dengan moto: bekerja sambil bermain. Tentu menjadi kontras bila kita liat bahwa para bos yang rata-rata datang dari generasi Boomers dengan moto hidup : work hard and harder, generasi X yaitu : work hard and play hard, dan yang muda (Y dan Z) adalah YOLO you only live once. Bayangkan kondisi “curhat” para leader ini dengan core values yang modern tetap saja masih mengadopsi gaya komunikasi gaya kolonial. Sangat tidak tepat.

Public Speaking “Mulai aja dulu!”

Oleh Fernanfo Edo

Di Masa pandemic, semua berlomba untuk hidup sehat dengan cara berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat. Saya termasuk yang ingin hidup sehat dengan berolahraga rutin. Karena saat PPKM tidak diperbolehkan keluar, saya menggantinya dengan olahraga di dalam rumah saya yang sangat strategis (wc, meja makan, kamar berdekatan) jadi saya mencoba untuk melakukan push-up. Hari pertama target saya adalah 30x pushup dalam 5 menit dan berhasil walaupun dengan muka biru. Hari Kedua saya merasa sakit di bagian dada dan tangan sehingga memutuskan untuk “break” sampai hari kelima. Lalu saya berpikir untuk me – “reset” intensitas push up dimulai dari 20 dan naik tiap minggunya secara konsisten. Di akhir bulan Agustus, Saya sudah berhasil Push-up sebanyak 140x dalam waktu 7 Menit tanpa “break”. Dan saya sadar ketika push-up ini menjadi satu kebiasaan, alam bawah sadar akan memerintahkan otak untuk harus melakukannya tanpa ada rasa beban.

Seperti Judul tulisan ini yang saya ambil dari tagline marketplace adalah mulai saja dulu dengan usaha yang sangat kecil. Seringkali setiap peserta di kelas selalu bertanya bagaimana untuk mahir dalam  Public Speaking atau ingin menjadi seorang pembawa acara di kantor. Itu semua bisa dimulai dari hal sederhana. Misal, Ajukan satu pertanyaan di setiap meeting jika anda terbiasa hanya menjadi “follower”.  Speak up and express your idea. Lalu mengajukan diri menjadi pembawa acara di acara internal kantor. Kebiasaan lah yang akan membuat anda menjadi mahir dalam satu spesifik keahlian yang anda inginkan.

Keluar dari Zona nyaman memang hal yang paling menantang. Tapi percaya, itu akan membuat anda menjadi pribadi yang Tangguh dan bisa beradaptasi di era yang penuh dengan ketidakpastian.

Yuk , Mulai aja dulu!

Kenali Dirimu Dalam Berbicara di Publik

Oleh Erwin Parengkuan

Sering kali kita melihat seseorang berbicara tidak menarik. Dari data dan pengamatan saya di kelas, 80% peserta baik tua, muda, berjabatan atau new bee (pendatang baru) di organisasinya, terjebak dengan gaya bicara yang umum/normatif. Mulai dari penampilan yang biasa saja artinya tidak rapi, rambut berantakan, baju kusut, bahasa tubuh yang tertutup, wajah yang takut bicara, belum lagi susunan kata-kata yang tidak berurutan dan tidak memberikan manfaat/informasi baru yang mereka sampaikan yang berakibat semua yang disampaikan kepada kita tidak menarik dan tidak ada yang baru. Belum lagi pemilihan kata yang tidak jelas/ambigu seperti penggunaan kata “saya mungkin ingin bercerita tentang pengalaman saya, yaitu…” Pengunaan kata “mungkin” adalah sebuah kata yang berarti belum pasti, sedangkan menyelipkan kata “mungkin” dikalimat di atas tadi tidak tepat karena ia justru akan menceritakan pengalamannya. Terkadang di kelas sayapun menghitung berapa kata “mungkin” yang terucap? Belum lagi banyak “ehmmm” “apa namanya-apa namanya” hal-hal seperti ini sangat banyak terjadi ketika seseorang berbicara dan belum menemukan kata-kata yang tepat untuk disampaikan.

Penjelasan saya barusan adalah deretan “pekerjaan rumah” yang harus mereka benahi sebelum seseorang siap berbicara; soal penampilan, bahasa tubuh, suara,dan kata-kata. Sedangkan, kalau dihitung dalam satu hari dimana waktu 24 jam setelah dipotong jam tidur, mandi, makan dst kita masih punya lebih dari 8 jam untuk berkomunikasi bahkan lebih. Berkomunikasi yang kita lakukan, entah itu secara langsung, melalui media social (tertulis), atau berkomunikasi dengan diri sendiri. Layaknya seorang atlet yang memiliki waktu 8 jam latihan setiap hari, harusnya ia akan menjadi atlet yang tangguh dan mahir. Tapi kenapa kita Ketika berkomunikasi tidak dapat mahir juga walaupun latihan sehari-hari melebihi 8 jam seperti seorang atlet dalam berlatih? Terlepas seorang atlet yang memiliki pelatih atau tidak, kita sehari-hari harusnya dapat memanfaatkan waktu itu dengan latihan dengan serius, bukan “take it for granted.” Jadi ciptakan kesempatan untuk berlatih yang menyenangkan setiap hari.

Saya punya 1 langkah terbaik untuk anda agar menjadi menarik ketika berbicara, seperti judul artikel ini. Langkah utama yang harus anda tanyakan dalam diri adalah ; Siapa ya saya? Kesan apa yang ingin saya tampilkan? Kenapa saya harus tampil menarik ketika berbicara? Hal apa yang akan saya lakukan ? Setelah kita menjawab dengan rinci dan jelas, artinya anda sudah tahu dan mengenali dirimu! Coba uraikan dalam sebuah kertas, buatlah konsep diri anda, dan kalau atlet memiliki pelatih, anda cukup mencari tokoh-tokoh keren dalam berbicara yang dapat anda jadikan sebagai referensi, hanya referensi bukan meniru. Gabungkan diri yang ingin ditampilkan dengan gaya mereka. Pastikan konsep diri anda harus lebih besar porsinya. Artinya anda betul-betul harus mengenali diri, fokus kepada kekuatan anda dan teruslah dilatih dalam komunikasi sehari-hari, gunakan kesempatan untuk menganalisanya, merekam gaya bicara anda sesekali dan mengevaluasinya, sudah sesuai dengan yang anda inginkan atau belum? Bila anda lakukan latihan ini secara konsisten, anda akan menemukan gaya komunikasi yang baru, cara berpenampilan yang baru, gaya menggerakkan bahasa tubuh yang baru, bahkan sampai gaya intonasi suara yang baru. Dan menemukan diri anda yang baru yang akan membuat anda menjadi pribadi yang menarik.

Anda akan bersemangat setiap hari melihat perubahan diri anda, dan mulai memperhatikan orang-orang yang anda ajak bicara, bagaimana sikap mereka kepada anda. Menjadi pribadi yang baru adalah mutlak untuk berbicara menjadi menarik, artinya semua komponen yang saya sebutkan diatas akan menjadi kemampuan anda bila diasah setiap hari. Dan karena komunikasi sangat banyak tak-tiknya, semakin anda mempelajarinya, semakin anda akan tenggelam dalam keingintahuan yang besar, yang akan membuat anda terus berproses, setiap hari untuk menjadi baru. Good luck!

WhatsApp Online Chat Support