Oleh Erwin Parengkuan

Dalam sebuah sesi online belum lama ini, seorang peserta bertanya kepada saya kenapa kok setiap bicara terlihat sangat bergairah? Ia lantas menyimpulkan bahwa saya sudah menemukan apa yang saya suka dalam menjalankan pekerjaan saya. Saya kemudian bercerita kepadanya bahwa untuk sampai ke titik ini, saya tidak pernah berhenti berproses. Tepat sekali dengan judul artikel kali ini untuk anda yang sedang galau menjalani pekerjaan anda. Kalau kita mencarinya terus menerus kita akan mendapatkan apa yang kita ingin lakukan dan sukai.

Saya kemudian flashback di akhir tahun 90’an, tepatnya ketika sudah menikah, perusahaan EO yang sudah dirintis 5 tahun akan membuat TV Cable di Belanda, sayangnya ketika perusahaan ini akan segera up and running, krisis moneter melanda negeri ini. Kalau saya ingat, di moment itu, saya juga sangat excited dengan kehidupan baru yang akan saya jalani. Bayangkan, ada di negeri 4 musim, mempunyai kegiatan yang bertolak belakang dengan apa yang selama ini saya jalani. Berada di balik layar, Sungguh menyenangkan! Tapi ternyata harapan tinggal harapan, ia pupus dan menguap sangat cepat. Saya kemudian kembali ke dunia broadcasting, siaran lagi, masuk TV lagi, dll. Sampai ketika 17 tahun yang lalu, ketika karir masih gemilang di panggung entertainment, saya melihat kesempatan lain untuk membuka sekolah komunikasi yang terus bertumbuh hingga sekarang. Berproses terus itu yang saya lakoni, tanpa lelah, terus dan terus.

Kemudian saya menjadi pengajar, coach, dan penulis buku. Waduh, ini juga sesungguhnya tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya hanya tidak pernah berhenti mencari, menggali, terus penasaran akan apa yang saya lihat dan ingin ketahui.

Kita manusia memiliki sifat dasar yang tidak pernah puas, kalau ini yang kita bina terus, dalam konteks pencarian the missing piece, saya percaya semua orang akan menemukannya. Perbanyaklah rasa penasaran akan hal baru yang belum kita ketahui, perbanyaklah waktu diskusi dengan diri sendiri, be truthful to yourself. Tanyakan apa ini yang menang benar kita suka? Adakah alternatif lain yang membuat kita lebih bergairah?
Salah satu “engine” lainnya yang perlu kita miliki adalah memperbanyak wawasan dengan membaca buku. Contoh ini selalu memberikan inspirasi yang sangat kaya kepada saya. Banyak orang bertanya bagaimana caranya mengetahui buku bagus yang akan kita baca? Kalau saya, mengandalkan Pinterest yang dapat kita unduh di google play, dan tinggal ketik New York Best Selling Book, disana bertebaran buku-buku terbaik dunia. Semua disiplin ilmu ada disana. Dan ketika kita membaca banyak judul yang menarik, buka juga nama-nama penulisnya direkam jejak digital mereka. Tentu ini akan membantu kita lebih kenal dan penasaran dengan sang penulis buku.

Manusia yang terus berproses tanpa henti akan menemukan jalan yang tepat. Kita tentu tidak ingin seperti Colonel Sanders yang baru menemukan passionnya setelah ia pensiun. Itu terlalu lama menurut saya, walaupun akhirnya sukses membuka resto cepat saji pertamanya setelah menawarkan resep ayam goreng sang nenek ke 1.000 pintu yang ia ketuk. Inipun membuktikan kepada kita tentang proses panjang dan tidak pernah mengenal kata terlambat untuk memulai sesuatu yang kita suka dan ingin tahu. Dan bila anda berpikir saat ini bukan waktu yang tepat, percaya deh, tidak ada waktu yang sempurna dalam setiap kesempatan.

Saatnya sekarang anda cari, sebelum terlambat, sebelum anda tua dan tidak memiliki gairah lagi. Jangan pernah berhenti melangkah, gali terus potensi diri, lihat trend kedepan akan seperti apa bentuk dunia nanti. Seorang teman pernah juga mengatakan kepada saya “kita tidak perlu membuat sesuatu yang belum pernah ada di dunia ini, cukup mengembangkan yang sudah ada, yang biasa menjadi luar biasa itupun sudah keren banget.” Dan saya sangat sependapat dengan kalimat yang ia ucapkan. Oh ya, satu lagi yang terpenting, tindakan akan mengalahkan sebuah ketakutan, so be true to yourself!

WhatsApp Online Chat Support