Oleh : Erwin Parengkuan

Tidak bisa dipungkiri, ketika kita mempunyai wawasan yang luas kita akan mampu menghasilkan sebuah gagasan dan jalan keluar yang terbaik dalam melakukan sebuah keputusan dan mengendalikan hidup dan karir yang kita bangun serta jalankan saat ini. Bayangkan, seseorang yang minim info, tidak dapat memperbaiki hidupnya. Contoh, belum lama ini saya berada di Lembang dan berhenti membeli beberapa buah kelapa untuk di minum. Saya bilang kepada pemilik warung untuk tidak menggunakan kantong plastik, lantas ia bertanya kenapa? Saya bilang plastik itu merusak lingkungan dan mencermari lautan kita. Ia pun tertawa sambil menatap saya penuh heran. Ada sepasang suami istripun yang menikmati es kelapa muda di warung itupun tertawa kecil melihat penjelasan saya.

Hahaha sayapun kembali menjelaskan dampak plastik sekali pakai kepada mereka, tapi rupanya hal ini tidak dimengerti oleh mereka dengan pendidikan yang terbatas. Sayapun ingat cerita ketika saya berkunjung ke sebuah daerah di So’e di Timor Tengah Selatan, NTT, dalam kunjungan saya bertemu dengan masyarakat sekitar melihat kehidupan yang sulit, dan mereka tidak percaya bahwa suhu yang terik disana dapat diusahakan untuk membuat ladang sayur, tapi karena kondisi tanah yang kering dan tidak ada pupuk yang dapat membuat ladang mereka tumbuh subur. Lantas, organisasi yang mengundang saya menginformasikan kepada penduduk disana untuk membuat pupuk buatan yang organik dengan memanfaatkan sisa bahan makan, termasuk sayur yang sudah tidak terpakai berikut kulit buah untuk dijadikan pupuk organik. Sayangnya informasi ini tidak dipercaya oleh mereka, lalu organisasi ini mengutus seorang ahli pupuk organik datang dan mengajarkan mereka, mencontohkannya, mereka melihat pupuk ini jadi dibuat dan menamburkannya di lahan tersebut, selang berapa lama, kebun merekapun tumbuh subur.

Dari dua cerita saya diatas, jelas terlihat, betapa wawasan atau pengetahuan yang kita miliki yang kita dapati dimana saja, akan membuat hidup kita menjadi lebih mudah. Contoh kecil diatas, adalah sekelumit dari perjalanan seseorang dalam membangun kehidupan dan karir yang lebih baik. Sayangnya di zaman yang serba penuh informasi ini, kita justru menjadi lebih “keder” bahkan malas untuk memburunya, di tambah banyak informasi negatif/hoax membuat kita bertambah cemas dan tentu malas. Bila kita mencari di dunia digital, sebut saja seperti yang ada di www.tedx.com, pinterest, master class atau laman-laman yang bermutu, anda akan menyadari bahwa terlalu banyak hal yang tidak kita ketahui banyak tersebar dimana-mana, kita tinggal mencarinya dan menelusurinya, menganalisa dan mempraktikannya yang akan membuat kita untuk terus mengasah kemampuan diri dari waktu ke waktu dan akan meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik lagi dengan pengetahuan baru yang akan membukakan cakrawala kita. Bayangkan dalam konteks komunikasi kalau kita minim info, bagaimana kita dapat menyusun sebuah kalimat kepada lawan bicara kita dan “menaklukkan” mereka. Kosa kata yang terbatas akan membuat seseorang sulit menterjemahkan apa yang ada di benaknya.

Kita sudah tidak hidup di zaman batu dimana kita menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi. Dunia yang luas juga sempit, karena informasi begitu cepat menyebar, dan kita mutlak menyaringnya sebelum “meminumnya” membuat kita dapat mengimbangi diskusi atau komunikasi kita menjadi setara dengan mereka-mereka yang berwawasan luas. Tapi apakah seseorang dengan wawasan yang terbatas tidak dapat menciptakan sebuah gagasan atau prestasi? Bagaimana dengan zaman dulu kala, ketika tidak ada informasi seperti sekarang? Apakah artinya tidak ada informasi sama dengan tidak ada proses penciptaan? Tapi kenapa ada Piramida? Kenapa ada Spinks, kenapa ada banyak monumen bersejarah yang dibuat manusia dengan sangat iconic tercipta dari zaman dahulu kala? Sedangkan di zaman itu tidak ada informasi? Tidak ada tedx.com? Pinterest atau Master Class? Kenapa juga ada candi Buddha terbesar di dunia ada di negara kita dengan 1.460 relief dan 504 stupa Buddha? Darimana bangsa Sayilendra dapat membuat bentuk-bentuk yang monumental? Jawabannya bukan informasi atau surat dari surga, melainkan dari sebuah kata imaginasi. Kita manusia memiliki imaginasi yang sangat kaya. Sepeti Steve Jobs yang melihat bentuk apel dan menjadikannya logo perusahaan yang sangat powerful. Imaginasi dapat kita peroleh dari mengamati alam dan bentuk-bentuk alamiah di sekeliling kita.

Bagaimana banyak hasil karya dari para inventor dan seniman besar di dunia ini yang sukses dengan imaginasi yang mereka miliki? Bayangkan, Bila imaginasi ditambah dengan informasi yang tersedia saat ini betapa ini akan menjadikan kekuatan yang sangat mumpuni. Mari kita cari hanya informasi yang penting dengan sumber yang terpercaya yang akan membuat diri kita tumbuh subur seperti ladang sayur di So’e sana. Dengan catatan, imaginasi yang kita miliki harus dibuat dengan hati yang gembira tanpa beban. Karena kalau seseorang penuh derita tentu tidak akan dapat menghasilkan sebuah imaginasi yang berbobot seperti Candi Borobudur kita.

WhatsApp Online Chat Support