Menciptakan Percakapan yang Bermakna

Oleh Erwin Parengkuan
Coba tanyakan ke dalam diri kapan terakhir Anda melakukan sebuah percakapan yang bermakna dan mendalam kepada seseorang? Dunia modern yang sungguh sibuk, dikejar-kejar target, waktu, dan ambisi besar untuk sebuah kata kesuksesan telah menjauhkan kita pada sebuah percakapan yang bermakna dan mendalam.
Padahal kebahagiaan seseorang akan didapatkan ketika ia dapat membangun relasi yang luas dan mendalam. Kenapa demikian? karena akan menciptakan ikatan emosi yang saling terhubung dan membuat hidup ini lebih berarti. Dari beberapa riset dikatakan bahwa resep utama umur yang panjang adalah memiliki relasi yang kuat dengan banyak orang. Dan relasi yang kuat dengan banyak orang akan membuat seseorang merasa bahagia, berarti, dan memiliki rasa kepemilikan dibanding olah raga, ataupun makan yang sehat yang menduduki urutan berikutnya.
Melalui tulisan ini, saya mengajak Anda memahami cara membangun kedekatan yang lebih berarti dengan orang lain melalui komunikasi yang tulus, terbuka, dan mampu menghadirkan percakapan yang lebih mendalam. Ada 3 urutan yang harus Anda lewati yaitu dimulai dari Small Talk, Tailored Talk dan baru Deep Talk. Bahkan rasa bahagia itu akan muncul ketika seseorang bisa dengan ringan berbicara kepada orang asing yang mereka temui. Bicara dengan petugas di loket kereta, bicara dengan pemilik restoran dimana kita akan membayar tagihan dll. Memang dibutuhkan sebuah keahlian yang harus terus diasah sehingga mahir dalam memulai percakapan ini. Small Talk artinya kita bertemu dengan orang baru dan ingin membuka pembicaraan dengan mereka. Misalnya kita lihat/menilai orang tersebut lebih tepat dibicarakan tentang keluarga, pekerjaan atau hal-hal yang berhubungan dengan hobby mereka? Small Talk akan membuka pintu lebar-lebar masuk ke dalam tahapan kedua dan ketiga dalam penjelasan saya. Tanyakan apa kabarnya hari ini adalah sebuah awal yang baik. Sebutkan nama Anda terlebih dulu karena kita yang akan memulai pembicaraan, bukan sebaliknya. Karena lawan bicara akan merasa tidak nyaman, seperti bertanya; “ bapak/ibu namanya siapa ya?” Selanjutnya, kenali situasi dan respons lawan bicara untuk menentukan arah percakapan yang paling sesuai, baik mengenai aktivitas keseharian, pengalaman dalam dunia kerja, maupun minat pribadi yang membuatnya nyaman untuk bercerita. Gunakan feeling/intuisi Anda untuk menentukan topik yang lebih tepat. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah mempelajari teknik bertanya dengan menggunakan magic words. Seperti boleh tahu bapak/ibu berkarir di industri apa? Bukan bapak/ibu kerjanya dimana ya? Buatlah pertanyaan yang umum dengan menggunakan magic words ini. Magic words bila digunakan akan membuat kita memiliki etika dan menghargai lawan bicara. Kata berikutnya seperti; maaf, terima kasih, permisi, adalah rentetan kata yang harus terselip dalam narasi yang akan Anda lakukan.
Ketika Small Talk sudah terjalin dengan 1 subjek lantas pembicaraan yang sudah terbuka ini akan meningkat ke Tailored Talk, dari topik awal tadi akan lebih spesifik dimana kemahiran Anda menggunakan intuisi untuk melanjutkan berbagai macam teknik bertanya yang akan kita sesuaikan dengan profil lawan bicara. Topik tentang pekerjaan misalnya akan lebih mengkerucut kepada lokasi tempat ia bekerja, bagaimana kondisi bisnis saat ini, tentang mentalitas para pekerja, isu-isu yang dihadapi dan Andapun dituntut untuk selain menjadi penanya yang unggul juga mutlak menceritakan kondisi yang Anda dihadapi saat ini di tempat kerja. Dalam posisi ini fairness menjadi utama selain respek dan berpikir serta menggunakan kata-kata yang positif. Kita harus juga sensitif membaca bahasa tubuh, mimik, ekspresi wajah serta suasana saat itu, termasuk mengetahui apakah yang bersangkutan masih memiliki minat untuk meneruskan percakapan atau saat itu terburu-buru.
Lantas masuk ke dalam Deep Talk biasanya akan terjadi pada pertemuan-pertemuan berikutnya. Tentu dalam tahapan kedua tadi (Tailored Talk) ketika ada kata sepakat, kita akan saling bertukar nomor kontak atau akun media sosial. Pada Deep Talk akan terjadi ketika masing-masing pihak merasa nyaman bercerita tentang tantangan yang dihadapi, saling memberikan input dan cerita relevan yang akan membuat ikatan menjadi kuat, saling percaya dan menghargai. Deep Talk menciptakan ikatan jangka panjang yang kuat dan menyenangkan. Manusia akan terus saling terhubung dan hal ini yang akan membuat hidup kita semakin berarti dan menyenangkan diantara dunia yang tidak menentu ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Temukan jawaban untuk pertanyaan umum tentang artikel ini.