TALKINC Logo
HomeAbout Us
Insights
TALKINC

Jl. Kendal No.18 A-B, Menteng,
Jakarta Pusat, 10310

+62 21 391 8899
info@talk-incorporation.com

Corporate Programs

  • In-House Training
  • Executive Coaching
  • Team Building
  • Video Learning

Public Class Programs

  • Calendar
  • Fundamentals
  • Professional
  • Youth Program
  • One Day Training

© 2026 PT. Trikata Esa Karsa. All rights reserved.

Back to Insights
November 6, 2026Erwin Parengkuan

Cara Terbaik Membangun Hubungan Jangka Panjang

Cara Terbaik Membangun Hubungan Jangka Panjang

Oleh Erwin Parengkuan

Setiap orang ingin hidup bahagia tanpa terkecuali. Ada yang bahagia kalau memiliki banyak uang artinya orang tersebut sukses dalam membangun karir/berbisnis, ada juga yang tidak seambisi itu, tetapi lebih berbahagia dengan apa yang ia miliki dan memiliki ikatan hubungan yang mendalam dengan orang-orang disekelilingnya. Anda termasuk tipe yang mana? Kalo bisa dua-duanya tentu lebih baik.

Banyak orang yang sudah kaya tetapi juga tidak bahagia, mereka resah dengan apa yang sudah dimiliki dan kemudian hanya melihat sebuah hubungan menjadi transaksional, mau dekat hanya kalo ada cuan saja, tapi kalau tidak ada, tidak memiliki keinginan untuk membangun relasi selanjutnya. Pada dasarnya, setiap individu memiliki pandangan, keinginan, dan ukuran kebahagiaan yang berbeda dalam menjalani kehidupan. Melihat seorang kakek di desa yang saya kunjungi, tetapi tidak tahu minggu depan akan makan atau tidak, ia tetap bisa berbahagia dengan apa yang ia miliki dan percaya bahwa Tuhan akan selalu menjaga dan melindunginya sehingga ia tetap baik dengan siapapun yang ia jumpai termasuk dengan saya orang yang baru pertama ia jumpai.

Salah satu resep bahagia dan panjang umur ternyata kuncinya ada di dalam kita membangun relasi dengan siapapun. Dalam tulisan ini saya akan menyampaikan ada 3 urutan yang harus kita miliki: Saling suka (like each other), Saling menghargai (respect each other), dan saling mengerti (understand each other). Nah dari 3 urutan ini sudah jelas kita ketahui bahwa relasi yang panjang akan dimulai ketika seseorang saling menyukai satu sama lain. Lantas hubungan akan masuk ke area saling menghargai. Dalam proses perpindahan hubungan ini seseorang akan lebih dekat melihat orang lain dan mengamati apakah nilai-nilai yang ditampilkan dapat membuat kita menghargainya. Ketika kita sudah suka dengan orang tersebut maka intensitas pertemuan akan terus meningkat. Sering bertemu, sering kontak, mengirimkan pesan, saling berbagi, dan terlihat sebuah hubungan akan memiliki ikatan saling menghargai. Dalam situasi ini kerap kali hubungan putus ditengah jalan karena satu pihak tidak menghargai lawan bicaranya. Kitapun merasa kesal dan tidak berminat meneruskan hubungan ini bila sering kali dikecewakan. Banyak relasi kandas baik itu hubungan bisnis, hubungan pekerjaan, bahkan hubungan personal dimana konflik akan terus meningkat. Putusnya hubungan tersebut karena sudah tidak ada lagi respek. Orang tersebut/kita tidak menghargainya dengan berbagai macam perilaku yang timbul karenanya.

Banyak hubungan terjalin awet dan bertahan sangat lama karena satu sama lain selalu memahami. Dalam hubugan ini diperlukan untuk saling peduli, perhatian, pengertian dan toleransi satu sama lain. Sama seperti kita melihat hubungan kedua orang tua zaman dulu yang bisa langgeng, sampai maut memisahkan mereka karena adanya saling pengertian ini (understand each other).

Jadi kalau kita ingin menjalin hubungan yang panjang dan berarti, maka dari sekarang marilah kita mulai dengan saling menyukai, menghargai, dan kemudian saling memahami satu sama lain. Jangan lupa juga bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Manusia kerap membuat kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Akan tetapi kalau orang tersebut berarti buat hidup kita maka kita akan menjaga, merawat, dan memahaminya. Karena sekali lagi rahasia panjang umur adalah memiliki ikatan yang kuat dan mendalam yang dapat kita praktikkan dalam relasi yang saat ini kita miliki.

Frequently Asked Questions

Find answers to common questions about this article.

Published in Insights