Menarik Mana yang Lebih Penting: Content vs Delivering?

Oleh Erwin Parengkuan
Dalam dinamika dunia komunikasi atau bisnis yang selalu membutuhkan kecakapan seseorang dalam membawakan sebuah materi/presentasi menjadi penting dan sangat dibutuhkan saat ini. Sayangnya defisitnya daya ingat dan daya konsentrasi audiens dalam menyimak sebuah presentasi merupakan tantangan eksternal yang tidak dapat dihindari. Bagaimana sekarang seseorang yang ingin tampil menarik dapat mencuri perhatian sehingga menawarkan produk maupun jasa menjadi laris manis dibeli orang? Jadi ada 2 faktor penting yang harus diketahui: seorang presenter dituntut untuk menguasai materi dengan baik dan dapat menyampaikan presentasinya dengan manarik.
Coba Anda perhatikan berapa banyak “penjual” yang berhasil lolos dari lingkaran setan ini? Berapa banyak dari mereka yang menjadi mumpuni dalam presentasi? tentu jumlahnya semakin sedikit. Dalam banyak perjumpaan saya di dalam kelas dengan beragam peserta, sering kali judul dalam tulisan ini saya lontarkan kepada mereka. “Hayo, berapa persen perbandingan bobot antara Content vs Delivering?” saya memberikan 3 pilihan kepada mereka; Pertama: 50-50, Kedua: 40 (content)-60 (delivering), dan yang terakhir kebalikan dari pilihan Kedua. Untuk Anda yang menjawab 50-50 coba bayangkan jadinya seperti apa presentasinya? Bobot ok tapi cara penyampaian biasa? Kalau yang Kedua cara penyampaian yang dinamis membuat presentasi menjadi menarik, atau yang Ketiga; Content mendalam akan tetapi cara penyampaian datar cenderung membosankan?
Tentu Anda sudah dapat membayangkan perbedaan dari ketiga pilihan ini dan sudah menentukan bahwa pilihan Kedua-lah yang terbaik. Yes, dengan defisitnya tingkat perhatian manusia modern seiring besarnya ketergantungan kita akan gawai, sehingga perasaan mudah bosan ketika yang kita lihat didepan mata tidak menarik dalam presentasi maka kita segera akan mencari “hiburan” digawai kita. Cara penyampaian/delivering yang lebih besar dari bobot/content akan menjadi kunci kesuksesan seseorang dalam menjadi menarik dan dapat mempertahankan perhatian audiens.
Bila Anda memiliki keinginan ysng kuat untuk menjadi mahir dalam presentasi, maka mulai sekarang praktikkan kemampuan bercerita dan berkomunikasi sehari-hari Anda sebagai sarana latihan. Mulailah bercerita dengan relax dan antusias agar latihan ini akan membawa Anda seperti pada pilihan yang Kedua tadi. Ketika Anda sudah terbiasa dan lebih ringan maka cara lama Anda akan ditinggalkan dan Anda akan selalu menggunakan cara baru yang saya sarankan ini. Tidak lupa kuasai 100% materi yang akan Anda sampaikan, kalau bisa sudah diluar kepala, sehingga Anda dapat “dancing” atau berada dalam “flow,” atau “in the zone” ketika sudah menguasai materi dan tidak lagi memiliki ketakutan dalam menyampaikan materi Anda.
Penggunaan slides presentation akan menjadi guidelines dalam mempertahankan urutan presentasi/alur dimana Andapun dituntut untuk tidak membacanya atau terlalu banyak melihat slides dan melupakan audiens. Selamat berlatih!
Frequently Asked Questions
Find answers to common questions about this article.