TALKINC Logo
HomeAbout Us
LPK TALKINCKATATALKINC
TALKINC

Jl. Kendal No.18 A-B, Menteng,
Jakarta Pusat, 10310

+62 21 391 8899
info@talk-incorporation.com

Corporate Programs

  • In-House Training
  • Executive Coaching
  • Team Building
  • Video Learning

Public Class Programs

  • Calendar
  • Fundamentals
  • Professional
  • Youth Program
  • One Day Training

© 2026 PT. Trikata Esa Karsa. All rights reserved.

Back to Insights
April 3, 2024TalkInc

Burning the Comfort Zone

Have we ever found out why successful people become more and more successful?Meanwhile, many people are still going head over heels in pursuit of the meaning of the word success and many also fail or stop halfway, then become disappointed, frustrated and apathetic.Until one day I read research that said, successful people always plan their lives from the time they are young, and focus on a clear, written goal.This research moved me to reflect on myself when I was young.

Waktu masih duduk di bangku SMA, saya pernah ditanya oleh seseorang yang saya kagumi mengenai tujuan hidup. Waktu itu saya masih kebingungan mau berkarir di bidang apa. Tapi ia mengatakan kepada saya untuk jangan pernah membuang waktu dengan percuma, jangan sampai hidup dalam penyesalan ketika tua nanti. Kata-kata itu masih melekat dalam jiwa saya hingga saat ini, karena saya tidak mau hidup dalam sebuah penyesalan. Sebuah kata-kata yang belum lama saya dapatkan: “I rather pain in discipline, rather than pain in regrets”Maybe these words can make us even more enthusiastic about pursuing success.

Let's start by determining the main goal of success that you want to achieve.Clear goals and why they must be achieved?What does it mean for you?Try to put your emotions into the goal, and don't forget to write it down so it will always be remembered &motivated.What I know about success is that it is a continuous process and starts with small steps without stopping.

Membakar Zona Nyaman adalah hal pertama yang perlu kita lakukan. Sehingga tidak ada kesempatan bagi kita untuk menunda-nunda waktu dan terbelenggu dalam kenyamanan kita. Ketika kita sudah tidak memiliki Zona Nyaman itu, mau tidak mau kita harus mulai bertempur dengan diri sendiri dan keadaan baru yang kita hadapi, justru kita akan diselimuti rasa takut. Itulah Zona Takut yang akan kita hadapi! Bagaimana caranya kita dapat kuat menghadapi ketakutan kita dengan mencari kekuatan yang ada dalam diri kita. Kita tentu harus yakin 100% dengan apa yang kita miliki yang akan menjadi energi kita untuk melawan semua ketakutan itu. Menanamkan pada pikiran kita bahwa kita itu bisa dan mampu.

Berdasarkan pengalaman yang saya miliki, saya melihat banyak orang-orang mahir berbahasa Inggris. Saya menjadi sangat minder serta takut bila ada orang yang tiba-tiba mengajak saya bicara dengan bahasa Inggris dan saya tidak bisa menjawabnya. Lantas apa yang saya lakukan? Saya melakukan sebuah tindakan untuk menghadapi ketakutan dengan keberanian. Mulailah saya mengikuti kursus, membaca buku dalam bahasa Inggris, berusaha tidak membaca subtitleWhen watching foreign films, I kept doing this, eventually my English skills improved.I then always try to improve myself, because I don't want to regret it later, I continue to fight with strength from within, and say:"I can do it!"; "Nothing is impossible";“Nothing is impossible".Some of the mantras that I have used as the basis for running my life to date.

After all the sweat and effort we have put in, we will then move to the Learning Zone and Growth Zone.These two zones will lead us to a result that we will reap later.Maximize all your potential, have a tough heart and keep learning.To close my writing.The following 3 words will be your next step:Respond, RespondAndTrengginas. Tanggap mencerminkan tingginya intelektualitas, memiliki kemampuan yang cakap, serta wawasan luas dan profesionalisme. Tanggon artinya memiliki mental baja, Tangguh. Yang terakhir adalah Trengginas,This means being able to carry out tasks given in a variety of fields, situations and circumstances until they are completed.Of course the first condition is to burn your comfort zone and have the courage to conquer your fears.

Penulis: Erwin Parengkuan

Editor: Alyezca Disya Rahadiz

Published in Insights