Harus PD menghadapi Persaingan MEA dan Dunia Internasional

“Harus PD, harus PD” demikian kata Jenar berkali-kali ke dirinya. Jenar adalah mahasiswa tingkat akhir yang akan melakukan presentasi didepan para dosen dan teman-teman kelasnya. Pada akhirnya, apa yang sudah dipersiapkan dengan matang oleh Jenar, tidak berhasil ditampilkan. Jenar merasa gagal, dan kondisi ini yang membuat ia selalu makin takut presentasi.

Melihat contoh diatas, bisa jadi kondisi ini juga pernah atau sering kita alami, ketika ingin berbicara dengan orang lain, kita menjadi takut dan kerapkali membandingkan potensi yang kita miliki dengan orang tersebut, apakah dia lebih berpengetahuan dan berpengalaman atau membandingkan strata ekonomi bahkan beberapa orang membandingkannya dengan kondisi fisik. Akhirnya membuat apa yang sudah kita persiapkan dengan matang menjadi sia-sia.

Sebagian orang punya rasa Percaya Diri yang baik, ada yang merasa masih jauh tertinggal, masih ragu dan malu untuk menyampaikan gagasan atau sekedar memberikan komentar. Seperti Jenar yang akhirnya merasa gagal dalam presentasi karena kemampuan bicara yang kurang baik karena minimnya Percaya Diri.

Percaya Diri, bila kita uraikan maknanya adalah Percaya akan kemampuan Diri untuk tampil dan bicara. Di dalam meningkatkan rasa percaya diri, terdapat 3 komponen yang mempengaruhi, yaitu self esteem, self image dan social image. Pengertian dari self esteem merupakan value yang ada di dalam diri seseorang. Nilai ini yang menegaskan individu menjadi baik dan berharga. Self image adalah citra diri yang kita tampilkan, baik berdasarkan pengalaman maupun internalisasi orang lain. Sedangkan, istilah social image yang cukup umum didengar adalah proses dimana orang melihat dan menerima kita sebagai individu. Ketiga komponen tersebut merupakan hal-hal yang mendasari rasa kepercayaan diri pada seseorang.

Dari uraian diatas, bahwa semua manusia hakikatnya mempunyai kemampuan atau potensi yang sama, tidak terkecuali, bahkan bila kita lihat salah satu pianis handal, Hee ah Lee dari Korea Selatan yang mahir bermain Piano hanya dengan menggunakan keempat jari tangannya. Terlahir dengan ketidaksempurnaan yang dimilikinya, Hee ah Lee lahir hanya memiliki 4 jari tangan dengan kaki yang hanya sebatas lutut. Bahkan untuk bermain piano saja, Hee Ah Lee sengaja meninggikan pedal piano agar tetap terjangkau olehnya. Keterbatasan fisik itu, tidak menjadikan Hee ah Lee patah semangat dalam membuktikan potensinya sebagai seorang pianis handal. Hee ah Lee telah membuktikan kemampuannya dengan mendapatkan sederet penghargaan atas keterampilannya dalam bermain piano.

Di Talkinc kami menyadari dan percaya bahwa setiap individu mempunyai kemampuan dan potensi diri yang baik, untuk itu proses pengenalan diri menjadi penting, dengan membuka diri dan mengetahui apa saja yang menjadi
kekuatan kita, mengetahui nilai-nilai hidup dan kebaikan bagi sesama, sehingga kita dapat menilai diri kita sebagaimana mestinya. Hal sederhana adalah memahami hal yang membuat kita merasa menjadi manusia yang utuh, mulai dari hal apa yang membuat kita bangga akan diri kita baik dari sisi mental, pengetahuan, persiapan yang telah dilakukan dst. Proses ini menjadi penting karena kita akan mengetahui hal-hal apa saja yang perlu ditanamkan dan dikembangkan, sehingga disisi lain kita akan mengembangkan potensi lainnya yang belum dimaksimalkan.

Kemampuan mau belajar menjadi penting untuk membuka diri dan menggalinya. Karena kebanyakan orang yang tidak percaya diri adalah kurang mampu menilai dirinya, tidak tahu siapa dirinya serta tidak mengenal dirinya dengan baik, sehingga potensi diri tidak dikembangkan dengan baik. Padahal bisa saja, masih banyak sekali potensi yang ada dalam diri kita, namun belum ter-eksplore dengan baik. Dengan demikian, percaya diri adalah kunci atau syarat utama dalam menunjukkan potensi yang dimiliki tiap individu.

Ketika seseorang sudah Percaya Diri, ia akan dapat berani bicara dan menyampaikan apa yang menjadi buah pikirannya atau sekedar membuka pembicaraan dengan orang lain. Mulailah dari hal yang sederhana seperti berani memulai pembicaraan kepada orang lain saat antri disebuah antrian. Tindakan kecil seperti ini mungkin terlihat sederhana, namun dapat memiliki impact yang besar ketika kita sering melalukannya.

Jadilah pribadi yang percaya diri dan berani untuk menyampaikan gagasan atau pendapat kita. Sayang sekali bila setiap individu mengabaikannya, karena Rasa Percaya Diri adalah komponen Utama seseorang untuk hidup dan menjadi
Pribadi yang lebih baik lagi, yang siap menjawab tantangan dan tuntutan jaman, terlebih untuk menghadapi kompetisi Tingkat Asean ataupun dunia Internasional.