Komunikasi yang baik di dalam Public Speaking

Didalam Public Speaking, komunikasi yang baik menyampaikan apa sesungguhnya pembicara pikirkan dan rasakan. Ada situasi-situasi tertentu dimana pertimbangan adalah pilihan yang tepat daripada mengungkapkan secara gamblang apa yang kita pikirkan dan rasakan. Tapi umumnya komunikasi akan lebih efektif apabila kita berterus terang. Agar tercipta atmosfer pembicaraan yang dilandasi kepercayaan, seorang pembicara harus mampu menciptakan presentasi dimana dia dan hadirinnya saling :

1. Berbagi informasi dan pengalaman

2. Mengatakan kebenaran dan kejujuran

3. Mengakui kesalahan

4. Memberi dan menerima tanggapan yang membangun

5. Berbicara dengan tujuan baik, bukan untuk menguji atau menjatuhkan .

6. Konsisten baik antara kata demi kata, ide demi ide, maupun antara pemikiran, perkataan dan tindakan.

Testimoni Herlinda Oman Murid Kelas Reguler MC TV Presenter batch 89

Testimoni Herlinda Oman Murid Kelas Reguler MC TV Presenter batch 89

Hai all, perkenalkan saya Herlinda Oman, salah satu peserta di kelas MC & TV Presenter batch 89, apa yang akan saya highlight selama saya belajar di TALKINC ? jujur saya bingung karena menurut saya semua special disini, mulai dari materi, coach, suasana kelas dan pertemanan yang saya dapat selama saya di TALKINC it was adorable moments.

Diantara yang special itu, pasti ada yang paling top one dong, nah kelas pertama adalah yang paling berkesan buat saya, karena dikelas ini kita diberikan pengenalan basic menjadi seorang MC, dan dikelas ini juga nama panggung saya lahir, nama lengkap saya Siti Herlinda dan nama panggung saya Herlinda Oman, thank you so much buat coach kelas pertama kita Mba Lala Tangkudung yang sudah kasih saran buat lahirnya nama panggung saya dan teman-teman lho.

Selain dapat bekal nama panggung yang keren, Mba Lala juga sharing pengalaman ketika pertama kali jadi MC, tentunya ini hal paling penting buat kita-kita yang sangat awam terhadap dunia per mc an atau presenter, kita juga diajarin jenis-jenis MC, role and responsibility sampai profesionalisme menjadi MC, jadi sejak awal kita diharapkan sudah bisa menetukan mau jadi MC jenis apa nantinya, dan masih banyak lagi, kelas ini seperti kelas perkenalan yang membuka mata saya tentang per MC an.

At the end, selama di TALKINC selain ilmu yang saya dapat, saya juga mendapatkan teman-teman baru, yang walaupun sekarang kita sudah kembali ke habitatnya masing-masing, kita masih suka nongkrong bareng, sharing info kegiatan MC dan sampai sekarangpun grup WA kelas MC batch 89 masih aktif lho thanks teman-teman kelas batch 89, Talkinc & tentunya Manulife Aset Manajemen Indonesia perusahaan tempat saya bekerja saat ini, yang sudah memberikan kesempatan untuk saya belajar menjadi MC yang baik di TALKINC.

Testimoni Dian Eka Puspitasari Regular Class MC TV Presenter Batch 91

Testimoni Dian Eka Puspitasari Regular Class MC TV Presenter Batch 91

Selama saya mengikuti training MC dan Presenter ini, materi yang paling membantu saya adalah membuat script. Ibu Lia Halim mengajarkan bahwa sebagai “calon” MC Professional kita harus menulis sendiri scriptnya, untuk mempermudah kita menguasai materi acara. Dalam penulisan script juga harus dituliskan kata –kata seperti nah, ooh, masa., tidak hanya point-pointnya saja, sehingga kita sebagai MC pemula tidak akan mengalami momen “blank ” saat memandu sebuah acara.

Dalam penulisan skrip, ini juga dijelaskan tahap-tahapnya, dari pembukaan, ice breaking, bridging, sampai penutup. Hal yang selalu ditekankan adalah jangan jadi MC terima kasih dan acara selanjutnya, perkaya script dengan informasi tentang materi acara atau hal-hal yang personal pengundang acara, seperti: lagu kesukaan, makanan kesukaaan, dll.

Praktek membuat script juga cukup berkesan, saya juga dapat beberapa koreksi, salah satunya tidak nyambung, antara kalimat, sehingga membingungkan bagi yang mendengar, ini menjadi kelemahan saya yang harus diperbaiki. Ibu Lia juga menjelaskan, pembuatan script itu gampang gampang susah, semakin sering membuat script, semakin baik kemampuan kita menulis, semakin baik menyikapi situasi saat memandu acara.

Menjadi MC dan TV presenter tidak hanya memilki fisik yang menarik, tetapi juga mempunyai kemampuan yang mumpuni untuk memahami kliennya. Kata-kata yang dikeluarkan harus berisi disesuaikan dengan tema acara. Membuat script yang baik menjadi salah satu modal yang harus dimiliki MC professional.

Kekuatan Emosi dalam Public Speaking

Kekuatan Emosi dalam Public Speaking

Kita tentu pernah melihat sebuah tayangan iklan yang sangat berkesan dihati sehingga tergerak untuk membeli produk yang diiklankan atau paling tidak selalu teringat tayangan tersebut setiap kali melihat produknya terpajang di supermarket.

Dalam Public Speaking pembicaraan yang efektif adalah yang seperti tayangan iklan itu melekat kuat di benak pemirsa karena hasil menyentuh emosi mereka. Dengan menciptakan emosi yang cukup dan terus menerus membangkitkannya saat presentasi berlangsung, hadirin akan mengingat emosi tersebut ketika mereka melihat produk atau subjek yang telah anda presentasikan. Perasaan-perasaaan tersebut akan secara dramatis meningkatkan kemauan hadirin untuk melakukan tindakan yang anda harapkan.

Emosi adalah bagian sangat penting dalam Public Speaking. Bila anda seorang salesman, misalnya tidak cukup anda memilik penguasaan tentang produk yang anda jual, anda juga harus pandai membangkitkan emosi calon pembeli. Mengapa? Karena keistimewaan dan manfaat produk adalah bahasan dalam menjual, sedangkan emosi adalah bagaimana hadirin tergerak atau memutuskan untuk membeli produk anda.

Pembicara yang sukses biasanya menggunakan cerita untuk menciptakan emosi, membangun emosi, dan menacapkannya dengan kuat di hati hadirin.
Cerita dapat mengikat perasaan-perasaan hadirin secara kuat. Bila anda pernah menceritakan sebuah kisah dengan unsur perasaan, atau menceritakan pengelaman emosional kepada orang lain, hal ini akan efektif, baik dalam interaksi singkat yang hanya satu menit maupun dalam presentasi satu jam.

Training Penting Untuk Millenials “Mari Buka Jalan”

Training Penting Untuk Millenials “Mari Buka Jalan”

Seperti kita tahu millenials adalah generasi yang totally different than any other generations before, maka pelatihan yang dilakukan TALKINC khususnya kepada 1200 peserta Calon Pegawai Staff OJK pada Oktober-Desember 2016 adalah membekali mereka dengan mengetahuan tentang konsep diri, mengenali mereka tentang siapa mereka? Dan apa yang ingin dibangun berdasarkan konsep tersebut yang dikaitkan dengan potensi diri serta bagaimana mereka menilai diri (self image), berinteraksi dengan lingkungan (social image) dan menampilkan citra diri yang sesuai dengan pandangan lingkungan kepada mereka. Biasanya antara self image dan social image terkadang tidak sama pandangan. Misalnya seseorang menganggap dirinya sudah bersemangat ternyata dari pandangan social image dianggap moody. Kegiatan role play di dalam kelas, peserta maju dan menjelaskan siapa dirinya, menimbulkan kesan “first impression” apakah sama dengan yang ditampilkan vs dipandang orang lain.

Ini menjadi pelajaran penting bagaimana seseorang dapat “grow” dengan selalu mempunyai “self evaluation” yang dilakukan dari waktu ke waktu.

Adapun materi lainnya yang diperlukan adalah mempertajam personal branding mereka agar tepat sesuai tempat dimana mereka bekerja yang dikaitkan dengan core value perusahaan. Contoh Pribadi yang cuek tidak akan sesuai dengan budaya perusahaan yang peduli terhadap customernya. Disinilah fungsi pelatihan yang dilakukan untuk menyadarkan mereka akan pentingnya pengenalan diri dan secara konsisten membangunnya. Hal ini pernah kami bahas dalam buku kami Personal Brand-inc stategi taktis bertahan di karir yang kami buat pada tahun 2014.

Beberapa modul kami di kelas juga meningkatkan rasa percaya diri, dan berbicara dengan tepat dan terstuktur dalam pemilihan kata yang sesuai. Seperti kita tahu millenials mempunyai tendensi bicara pendek-pendek, seperti ok, ok ok..dalam setiap menjawab pertanyaan maupun dalam bahasa tulisan.

Kami mempertajam kelancaran verbal mereka dengan mengingatkan bahwa ada tujuan komunikasi dan pemilihan kata yang harus disampaikan dengan baik, sehingga komunikasi memenuhi aspek 3T : Terarah, Tuntas dan Tidak menimbulkan Tanda tanya.

Tantangan bagi sebagian Millenials yang minim bicara menjadi sulit dalam membangun hubungan dengan audience, sehingga diperlukan juga kemampuan untuk membangkitkan gairah dalam melakukan pembicaraan dengan audience tanpa sibuk dengan gadget dan belajar cara menghargai lawan bicara, khususnya dengan generasi Baby Boomers. Saran saya adalah: buang asumsi tentang generasi Boomers adalah generasi bapuk/jadul yang sulit diajak bicara. Justru mereka harus “Mapping” tentang siapa mereka, dan “Profiling” sehingga terjadi sinergi, mari mulai berkomunikasi dengan respect, membuang dokma-dokma negative dan mulai membangun hubungan yang horizontal, bahwa bicara dengan para senior khususnya baby boomers akan memperkaya pengetahuan dan mendapatkan nilai-nilai teguh yang dipegang mereka sehingga generasi millenials akan menjadi generasi digital yang mempunyai rasa empathy yang didapatkan dari boomers, di situlah mereka akan menonjol, manakala teman-teman mereka masih acuh, tapi mereka tidak!

Mari take Action!

First Impresions sangat penting untuk MC dan Presenter

First Impresions sangat penting untuk MC dan Presenter

Mengikuti kelas MC & TV Presenter di TALKINC di batch 88 menjadi pengalaman dan pelajaran yang sangat berkesan dan bermanfaat bagi saya yang ingin menjadi seorang MC dan presenter yang professional. Dari semua materi yang diajarkan, materi favorit saya yaitu pada encounter 3 atau tentang First impression dan juga teaming with partner yang pada saat itu disampaikan oleh Ka Robby Purba.

Menurut saya first impression yang sangat penting untuk menciptakan profesionalitas kita sebagai seorang MC/Presenter, karena image terhadap audiens ditentukan pada dua menit pertama kita dalam membuka suatu acara. First Impresions juga penting untuk menjaga hubungan baik kepada stakeholders, karena ada poin-poin yang harus kita jaga sebagai seorang professional MC dan presenter dalam pembentukan brand image yang baik. Pada materi teaming with your partner kita juga diajarkan untuk tidak menjadi partner yang dominan atau memonopoli bagian partner kita pada saat tampil. Proses reading script juga sangat penting untuk mengetahui bagian kita dan partner sebelum memulai acara.

Kelas yang saat itu dimentori oleh Ka Robby purba merupakan kelas yang paling berkesan dari kelas-kelas lain yang pastinya tidak kalah seru dan menyenangkan. Pada pertemuan kelas itu berkesan karena kita diajarkan untuk bagaimana tersenyum melalui mata dan body language kita, lalu diberi tugas untuk membuat script kuis sponsor yang sebelumnya kita juga telah diberikan contoh script asli dr acara tv jadi lebih jelas memberi gambaran untuk tau seperti apa script yang baik dan benar. Dan Fun Challenge kita terakhir pada kelas saat itu, kita harus bisa mempresentasikan suatu produk dengan first impression kita masing-masing dan produk yang secara acak diberikan oleh mentor kita dalam waktu yang sangat singkat untuk bagaimana menarik audiens dengan produk yang diberikan pada saat itu. It was fun and challenging untuk kita bersama-sama koreksi dan bagaimana menjadi seorang MC dan Professional TV Presenter.