Personal Branding Training HM Sampoerna Surabaya, 22 Juni 2016

TALKINC Surabaya kembali memberikan dukungan bagi HM Sampoerna melalui pelatihan Personal Branding kepada para peserta magang Inkompass pada tanggal 22 Juni 2016 dikantor pusat HMS Kawasan Rungkut Industri, Surabaya. Pelatihan satu hari dengan jumlah 20 peserta ini mengangkat tema Personal Branding yang disampaikan oleh Poetri Soehendro selaku fasilitator TALKINC

Beberapa bahasan yang disampaikan dalam pelatihan diantaranya adalah pentingnya personal branding dalam mendukung karir para peserta dan cara mengembangkan personal branding tersebut dengan menggali potensi serta kualitas positif yang dimiliki untuk kemudian dijadikan sebagai citra dirinya. Seperti yang disampaikan oleh fasilitator bahwa potensi diri dan kualitas positif seseorang juga harus didukung dengan tiga komponen utama yakni nilai (values) yang menjadi dasar dalam segala hal, keahlian (skills) yang dimiliki dalam menyelesaikan sebuah tugas, dan perilaku (attitude) yang menggambarkan sifat serta kepribadiannya.

Pelatihan berjalan dengan lancar dan interaktif ditandai dengan ketepatan waktu, banyaknya pertanyaan, dan diskusi yang efektif diikuti oleh seluruh peserta. Tidak hanya itu, pelatihan juga didukung dengan roleplay dimana setiap peserta melakukan presentasi untuk kemudian di evaluasi oleh fasilitator dalam konteks personal branding yang dimiliki.

Sesi pelatihan diakhiri dengan pemberian evaluasi secara umum kepada seluruh peserta berikut langkah yang harus dilakukan setelah pelatihan untuk memastikan para peserta memiliki perencanaan yang tepat dalam mengembangkan personal branding yang dimiliki. Tidak lupa foto bersama serta selfie para peserta HM Sampoerna dan tim TALKINC Surabaya juga turut memberikan kesan pada akhir pelatihan.

Latih anak tampil lebih percaya diri

Ruang lingkup anak saat pertama kali berkomunikasi dan berinteraksi adalah keluarga. Melalui proses yang panjang, peran orang tua sangat penting. Peran orang tua akan mengajarkan cara berkomunikasi anak sesuai dengan umurnya. Saat usia bayi, balita, remaja, maupun dewasa tentunya ada perbedaan dalam melakukan interaksi. Hal ini disebabkan oleh karakteristik khusus yang dimiliki anak tersebut sesuai dengan usia dan perkembangannya. Peran orang tua akan mengajarkan komunikasi pada anak agar orang tua dan anak dapat saling bertukar informasi berupa pesan verbal dan non-verbal. Sesuai dengan usia anak, peran orang tua juga perlu memperkenalkan anak agar mampu berkomunikasi diluar anggota keluarga inti seperti, teman di sekolah, nenek, kakek, paman, dan keluarga lainnya.

Terkadang anak pada usia tertentu akan menghadapi apprehension communication atau kecemasan dalam komunikasi. Sehingga perlu peran pihak lain agar anak dapat menghadapi apprehension communication. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Csikszentmihaly (1988) menyebutkan bahwa kecemasan komunikasi sering muncul pada anak berbakat yang memiliki kemampuan atau talenta melibihi anak-anak seusianya.

Hal ini dapat terjadi karena anak yang berbakat memiliki kemampuan intelektual yang lebih daripada anak seusianya, sehingga menumbuhkan rasa optimis pada mereka dan mereka menjadi tidak percaya kepada temannya (Amini, 2005, Identifying Stressors and Reactions to Stressors in Gifted and Non-Gifted Students).

TALKINC School of Public Speaking, MC – TV presenter yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya membuka Holiday Class. Tujuan dari Holiday Class yang diselenggarakan oleh TALKINC adalah untuk melatih anak-anak bisa percaya diri berbicara di depan umum. Holiday Class ini akan digolongkan sesuai usia, yakni untuk usia 10 tahun – 13 tahun dan usia 14 tahun – 17 tahun. Holiday Class akan dilaksanakan selama empat hari. Tentunya selama empat hari anak-anak akan di-coaching oleh fasilitator yang berpengalaman. Selama Holiday Class tersebut anak-anak akan dilatih banyak hal seperti boosting confidence, speak out loud, facial expression, dan pada akhir sesi pelatihan akan ada evaluasi yang dilakukan oleh para fasilitator.

Program yang diadakan oleh TALKINC ini akan membantu anak-anak untuk bisa mengatasi apprehension communication. Program yang dikemas dalam bentuk fun learning and practical drilling agar anak-anak berani tampil percaya diri, serta mampu berkomunikasi dengan baik dan secara tepat menggunakan intonasi, artikulasi, serta bahasa tubuh yang bersinergi dengan pesan komunikasi yang disampaikan.

Pada masa liburan sekolah di pertengahan tahun 2016 ini, TALKINC akan mengadakan Kids Holiday Class pada tanggal 13 – 16 Juni 2016 (Batch 1) dan 20 – 23 Juni 2016 (Batch 2) di Jakarta dan jika kuota mencukupi, kami juga akan mengadakan Holiday Class di Surabaya tanggal 20 – 23 Juni 2016. Jika Anda berminat mendaftarkan anak, keponakan atau kerabatnya ke TALKINC Jakarta (021.7202719) dan TALKINC Surabaya (0888.0982.6120 / 031.5680206).

Gabriella Angelita, menyukai materi A to Z to Become MC-TV Presenter

Materi favorit saya selama mengikuti proses belajar menjadi seorang Professional MC-TV Presenter di Talkinc adalah materi encounter 2 yang dibawakan oleh Mba Intan Erlita. Materi encounter 2 adalah tentang A to Z to Become MC-TV Presenter dan Building Relationship with Your Stakeholder. Saya sangat menyukai materi ini karena menurut saya untuk menjadi seorang MC-TV presenter, mengetahui secara detail tahapan demi tahapan mulai dari persiapan sampai tampil di atas panggung adalah hal yang sangat penting. Selain itu, membangun hubungan yang baik dengan stakeholder juga menjadi hal yang sangat penting bagi seorang professional MC-TV Presenter.

Sebagai seorang professional MC-TV Presenter, kita harus melakukan persiapan yang matang mulai dari mental, fisik yang sehat, penampilan, penguasaan konten, dan juga latihan.

Ada 3 tahap yang harus dilalui oleh seorang MC-TV Presenter, yaitu tahap Pre-Show (Briefing dengan klien, gladi resik, memastikan jadwal di venue, membuat cue card, fitting baju, dll) tahap D-Day (Memastikan dressing room, memastikan contact person, melakukan reading, show time) dan tahap Post-Show (Meminta feedback/review dari klien, mereview diri sendiri).

Seorang MC-TV Presenter pasti akan berhubungan dengan banyak pihak. Untuk membangun hubungan yang baik dengan para stakeholder, kita harus mempunyai mental dan sikap yang positif, menyenangkan, profesional, selalu menghargai semua pendukung acara termasuk klien dan kru, serta selalu bersikap kooperatif. Dengan begitu, pekerjaan kitapun pasti akan terasa lebih mudah, selain itu juga akan membuat klien puas dan senang dengan kita sehingga akan memperlancar karier kita di masa yang akan datang.

Ayu Alkatiry : Flow Of Mind adalah materi favorit saya

Di batch yang ke 48, saya Ayu Alkatiry bergabung dalam sebuah training di TALKINC untuk meningkatkan kemampuan saya dibidang Public Speaking. Banyak materi yang disampaikan di TALKINC ini dan tidak ada satupun yang tidak menarik. Namun dari sekian materi yang menarik, satu materi yang menjadi favorit saya adalah Flow of Mind.

Materi yang disampaikan oleh fasilitator yang sangat handal seperti bro Didi Mudita, menjadikan sesi ini menyenangkan dan tidak membuat stress bagi pesertanya walaupun menurut saya materi ini cukup berat. Bagaimana tidak, tanpa penguasaan flow of mind yang baik pasti sebuah presentasi akan menjadi berantakan dan pesan yang ingin disampaikan menjadi tidak tercapai.

Memahami setiap kelemahan dari masing-masing peserta yang dianalisa oleh fasilitator dan Role play disetiap sesi yang menjadi ciri khas TALKINC, membuat peserta mendapatkan pengalaman langsung bagaimana mempersiapkan sebuah presentasi meskipun dihadapkan pada waktu yang singkat. Pengalaman Didi Mudita dalam memfasilitasi materi ini dan bimbingan yang diberikan, membuat saya nyaris tidak percaya dengan performa yang saya lakukan.

Materi Flow of Mind sangat menarik dikelas Public Speaking batch 48

Saya Nita Triwahyuningsih sebagai seorang marketing, saya dituntut untuk berhadapan dengan semua orang dari berbagai kalangan masyarakat untuk menjual produk perusahaan tempat saya bekerja. Namun ada sebuah kecenderungan negative yang saya rasakan selama ini yaitu saya tidak PD apabila saya harus berhadapan dengan calon nasabah yang memiliki kedudukan cukup tinggi di perusahaannya sehingga informasi yang saya berikan kepada calon nasabah seringkali menjadi tidak berurutan alias acak adut karena grogi dan ujung-ujungnya saya tidak clossing. Selain itu, saya juga tidak cakap untuk mengemas kata menjadi pesan yang manis dan enak didengar sehingga tidak jarang orang di sekitar saya merasa tersudutkan dengan pesan saya. Melihat kondisi saya, salah seorang teman menganjurkan untuk mengikuti kelas Public Speaking di Talkinc dan sekarang saya merupakan peserta training kelas Public Speaking batch 48.

Kelas yang menarik bagi saya adalah kelas ketiga “Flow of Mind” dibawakan oleh Mas Didi Mudita. Sebagai praktisi yang mahir di bidangnya. Sebagai public speaker, Mas Didi mengajarkan agar tidak SUNGKAN, MALU, DAN GENGSI karena ketiga kata itulah yang menghalangi kita untuk melakukan public speaking. Kalau kita terperangkap dengan 3 kata magic tersebut, tidak jarang pemikiran kita tidak akan sinkron dengan mulut ujung2nya pesannya gagal total.

So, yang harus dilakukan adalah preparation, kuasai rasa takutmu, dan yang terakhir kuasai panggungmu sehingga ketika SPOTLIGHT sudah mengarah ke kita, kita akan jadi Public Speaker yang baik!

Becky Tumewu, Personal Branding Bisa Digali

Seminar tentang Personal Branding bersama Becky Tumewu di Hotel Bumi Surabaya 31 Mei 2016 berjalan lancar dan peserta terlihat sangat antusias. Acara ini berhasil direkam dan ditulis oleh Surat Kabar JAWAPOS yang terbit tanggal 1 Juni 2016. Menurut Becky Tumewu, Personal Branding tumbuh dari 3 komponen utama, yaitu value, skill dan behavior. Ditambah 2 kompenen tambahan yaitu penampilan (total look) dan keunikan. Untuk membangun personal branding, seseorang wajib memiliki 3 komponen utama tersebut dan minimal 1 komponen tambahan. Hal ini perlu dibangun secara terus menerus dalam waktu yang tidak singkat.