Testimoni Lila L Gyanto MC-TV Presenter Batch 64
Lila L Gyanto MC-TV Presenter Batch 64 Tahun 2014
What I feel and I gained after joining the “MC and TV Presenter Class at TalkInc” :
I’ve heard a lot about TalkInc since years ago, and been meaning to join the class, but I didn’t get a chance to start right away. When I finally was able to join the “MC and TV Presenter Class” Batch… (aku kok lupa ya, batch 64 kalo gak salah), I felt so excited. 8 times of 4-hours-class each Saturday was never been boring to me. Each facilitator had a different style of coaching and made us enrich our knowledge and ability. I was glad that we got so many practices to speak in front of the class as an MC and/or TV Presenter and got a review from the teacher. Dave Hendrik was one of my favorite teacher during the course, he was, not only funny, but gave us straight forward comments that helped us a lot to be a better MC/Presenter.
After passing the course, I became more confident in speaking as an MC. I used to be an MC for many years, but I was aware that I had a lack of vocabulary to be spoken out loud. Now, I am as ready as a bullet to be shot in public. Thank you so much TalkInc. It’s a highly recommended place to learn to be an MC and/or TV Presenter. Keep up the good work, TalkInc, including finding the good and competent facilitators!!
Here are my pictures of being the MC (some of them were conducted in bilingual – English & bahasa Indonesia) :
Membangun rasa percaya diri untuk melakukan presentasi
Tingkat kepercayaan diri seseorang sangat mempengaruhi performa seseorang di atas panggung atau di depan orang banyak. Detik pertama Anda masuk ke forum untuk berbicara, para hadirin akan langsung membentuk kesan tentang diri Anda. Apa yang ingin mereka lihat adalah seorang pembicara yang tampil percaya diri dan rileks.Orang yang gugup hanya akanmembuat hadirin merasa tidak nyaman dan malas mendengarkan atau menyerap materi yang dipresentasikan. Seorang pembicara yang percaya diri dan rileks akanlebih cepat menyatu dengan hadirin, dan dengan cepat mengalirkan perasaan-perasaan positif sehingga komunikasi menjadi lebih efektif.
Tingkat kepercayaan diri didukung jam terbang yang tinggi, setiap kesempatan yang kita dapatkan untuk berbicara di depan umum sebaiknya anda pergunakan dengan baik
Terkadang yang kita takutkan adalah pendapat orang lain terhadap penampilan kita pada saat kita berbicara di depan umum;apakah dari cara kita berpakaian yang kurang sesuai dengan lawan bicara kita, pesan yang kita sampaikan yang didukung susunan kata kata yang ingin disampaikan. Saat kita melihat reaksi lawan bicara kita yang sepertinya terlihat kurang antusias dengan pembicaraan kita atau bahasa tubuh lawan bicara kita menyiratkan sinyal yang diluar perkiraan kita yang membuat kita takut untuk berbicara di depan umum.
Kita dapat memanfaatkan teknologi yang sudah lazim kita gunakan sekarang, seperti kamera handycam, kamera saku atau bahkan kamera telepon seluler kita. Mintalah bantuan kepada teman anda untuk merekam latihan presentasi anda dan anda dapat mengevaluasi kembali performa anda dan menilai sendiri apa yang harus di masih harus perbaiki dan ditingkatkan
Tinggalkan rasa takut atau gugup Anda di luar ruangan, dan ciptakan rasa percaya diri secara total. Rasa percaya diri dapat ditingkatkan dengan banyaknya latihan dan matangnya persiapan.
TALKINC TALKING ABOUT BRAND IMAGE
Kehebatan seorang pembicara tidak hanya terletak pada kekuatan kata-katanya, namun juga pada sikap tubuhnya ketika sedang berbicara. Kata-kata yang powerful dan suara yang hebat dapat membuat hadirin memperhatikan apa yang sedang Anda ucapkan, akan tetapi bahasa tubuh mempengaruhi presentasi Anda sejak Anda mulai naik ke atas panggung sampai menutup pembicaraan. Ketika Anda memasuki ruangan, menunggu untuk diperkenalkan, dan berjalan ke atas podium untuk memulai presentasi, saat itulah hadirin membuat kesan pertama tentang diri Anda.Gerak-gerik, ekspresi wajah, dan kontak mata Anda seringkali lebih mampu menciptakan kesan bagi hadirin daripada kata-kata yang Anda ucapkan.
Sesungguhnya, setiap orang dapat menyampaikan serangkaian kalimat atau kata-kata untuk menyampaikan pesan dengan jelas. Akan tetapi seorang pembicara yang sangat peduli pada materinya, berusaha menggunakan seluruh tubuhnya untuk mendukung pesan yang ia sampaikan.
Gerakan-gerakan tangannya cukup kuat untuk menjangkau hadirin dan membuat penekanan pada makna.Sikap berdirinya cukup tepat untuk memperpendek jarak antara pesan yang disampaikannya dengan telinga hadirin.Wajahnya mengekepresikan gairah ketika matanya berkoneksi dengan hadirin.Dan tahukah Anda? Hadirin akan merespon paling baik kepada seorang pembicara yang tubuhnya hidup dan enerjik. Hadirin akan lebih memahami seorang pembicara yang setiap gerakannya bermakna dan mendukung pesan-pesan yang disampaikannya. Sebaliknya, hadirin tidak akan terkesan atau tersambung dengan seorang pembicara yang bahasa tubuhnya berbeda dengan ucapannya, misalnya menggelengkan kepala “tidak” ketika dia bilang “iya”, memasang ekspresi wajah jengkel ketika berkata “saya senang”. Seorang pembicara yang tidak dapat menyelaraskan bahasa tubuh dengan ucapannya akan membuat hadirin bingung dan merasa kesulitan menangkap pesan atau maksud dari pembicaraan.
Dibanding materi power point atau alat-alat peraga apapun, sikap tubuh adalah alat bantu visual terbaik dari diri seorang pembicara. Apakah Anda seorang pembicara yang percaya diri atau kurang percaya diri, tidak dapat dinilai dari kata-kata, melainkan dari bahasa tubuh Anda.Saat Anda sedang presentasi, bahasa tubuh yang kuat dan positif menjadi alat yang penting dalam membantu Anda membangun kredibilitas, mengekspresikan emosi, dan berkoneksi dengan hadirin. Bahasa tubuh juga membantu hadirin Anda fokus lebih intens pada apa yang sedang Anda katakan.Bahasa tubuh yang efektif, selainmendukung pesan yang disampaikan, juga memproyeksikan gambaran diri yang positif dari seorang pembicara.
Oleh sebab itu, seorang pembicara harus menyadari bahwa ketika menyampaikan suatu pidato atau presentasi, dia tidak hanya harus mampu mengendalikan kata-kata, namun juga harus dapat mengendalikan bahasa tubuhnya.
Self Grooming – Creating Total Look
Ada yang berpendapat bahwa penampilan bukan segala-galanya. Namun sebenarnya penampilan merupakan hal pertama yang diperhatikan oleh orang lain.
Dalam berkomunikasi, penampilan memegang peranan yang cukup penting. Lawan bicara atau audiens Anda akan lebih nyaman berkomunikasi dengan Anda jika penampilan Anda bersih dan rapi. Ditambah lagi tentu saja Anda akan merasa lebih percaya diri. Dengan meningkatnya kepercayaan diri Anda, maka proses komunikasi Anda akan berjalan dengan luwes.
Ada beberapa hal yang seringkali jarang diperhatikan padahal dapat menunjang penampilan keseluruhan/total look Anda:
a. Perawatan tubuh.
Kulit yang bersih dan sehat, nafas segar, rambut yang terawat dengan potongan rapi akan membuat Anda terlihat bagus. Sekalipun Anda tidak secantik atau setampan artis Hollywood, tetapi dengan penampilan bersih Anda akan terlihat menarik.
b. Postur tubuh.
Olahraga dan pola makan yang teratur akan mendukung Anda memiliki postur tubuh yang baik. Atur posisi duduk, berdiri dan cara berjalan Anda. Sekalipun tubuh Anda tidak sempurna, jika Anda memiliki postur tubuh yang baik Anda akan tetap enak dilihat.
c. Aksesoris dan perhiasan.
Perhiasan tidak hanya untuk wanita saja. Pria pun bisa mendapatkan penampilan yang menarik dengan menambahkan beberapa aksesoris atau perhiasan yang match dengan busana. Namun usahakan tidak berlebihan karena bukannya mempermanis penampilan, Anda mungkin akan terlihat heboh seperti memakai seluruh perhiasan yang Anda miliki.
d. Busana.
Mungkin Anda memiliki gaya berpakaian yang unik, namun tidak menghalangi Anda untuk tampil rapi. Pemilihan bahan dan penyesuaian warna busana dengan warna kulit juga sebaiknya diperhatikan.
e. Kosmetik.
Jika bicara tentang kosmetik, tidak melulu untuk wanita, kaum pria pun sebaiknya tetap menggunakan kosmetik untuk merawat kulit wajah seperti pelembap atau pembersih wajah. Merawat kulit wajah penting karena hal pertama yang diperhatikan dari lawan bicara adalah wajah Anda. Pastikan wajah Anda memiliki kulit yang bersih dan sehat. Jika Anda wanita, menggunakan makeup tentu sangat baik. Ada yang mengatakan bahwa tidak memakai makeup sama sekali sama buruknya dengan memakainya secara berlebihan.
Jangan lupa untuk meminta orang terdekat Anda untuk mengoreksi penampilan Anda. Terbukalah untuk segala masukan, sebab tentunya itu untuk kebaikan Anda sendiri. Yang terakhir, jangan takut bereksplorasi untuk menunjukkan karakter dan ciri khas Anda.
Salam,
TALKinc
Pembekalan Finalis Stand Up Comedy Indonesia Season 2
(Jkt19/4) Hari Rabu kemarin, rekan-rekan finalis dari Stand Up Comedy Indonesia Season 2 (SUCI 2) Kompas TV mengunjungi TALKinc untuk mendapatkan ilmu komunikasi dari fasilitator TALKinc, Becky Tumewu.
Finalis SUCI 2 yang berjumlah 12 orang ini memulai sesinya dengan materi Boosting Your Confidence bersama Valentino Simanjuntak. Para finalis diajarkan untuk menentukan sendiri karakter yang ingin mereka tampilkan di atas panggung. Namun sebaiknya image yang ditampilkan merupakan image yang juga dikenal orang lain. Misalnya, jika Anda orang lain mengenal Anda sebagai orang yang seru dan senang becanda, akan sulit untuk diterima jika Anda menampilkan image sebagai orang yang serius dan kaku.
Di tengah keseruan dan kelucuan yang terjadi selama pembekalan, finalis SUCI 2 sangat serius menyimak pelajaran yang diberikan fasilitator. Para finalis sangat antusias selama pembekalan, terbukti dengan pertanyaan kritis yang mereka lemparkan kepada fasilitator.
Pada sesi 2 giliran Becky Tumewu berbagi dengan para finalis. Becky Tumewu memberi ilmu mengenai proper body language tidak hanya ketika berada di atas panggung, namun juga untuk keseharian. Mbak Becky memberikan tips untuk latihan berbicara dengan intonasi, artikulasi, dinamika dan tempo yang baik.
Kegiatan pembekalan para finalis ini akan ditayangkan pada hari Sabtu 21 April 2012 pukul 16:40 di Kompas TV.
“Ketika situasi berubah di luar rencana, jangan takut untuk ‘banting setir’ dan tetaplah percaya diri.”





