Empat Jurus Usir Demam Panggung

Dear All,

Apakah Anda merupakan salah satu orang yang sering merasa demam panggung? Sebenarnya mengapa demam panggung itu bisa terjadi? Sebenarnya ketakutan berasal dari dalam diri kita masing-masing. Artikel berikut akan memberikan tips bagi Anda yang ingin mengalahkan ketakutan sebelum melakukan public speaking.

Empat Jurus Usir Demam Panggung

Be Relaxed

Duduk tenang, tarik nafas, minum segelas air biar segar. Kalau perlu, sejenak dengarkan musik, sekadar mengurai ketegangan urat syaraf.

Do Your Best

Berpikirlah bahwa hari ini bukan akhir segalanya. Meski sudah do the best, tapi kalau masih ada yang error, pastikan next time lebih baik. Yang penting do the best sajalah!

Be Real When You Make A Mistake

Pengayaan wawasan juga pendalaman materi dan pengalaman bikin kamu bisa ngeles dari kekeliruan. Hehehe, kalau kamu sadar bikin kekeliruan, segera ganti gaya. Bisa ngeles, bisa becanda, atau apalah yang penting positif.

Improvisasi

Meski harus berpatokan pada materi dan tema, tapi improvisasi bikin kamu lebih leluasa bicara. Jangan terlalu kaku, Guys!

Dikutip dari Campus Life Magazine edisi Maret 2012 (pg. 77)

Speak Up! – Campus Life Magazine Maret 2012

Speak Up!

SPEAK UP!

Hai semua,

Public speaking sudah bukan hal asing lagi bagi kita semua. Jangan hanya membayangkan sebuah acara besar dengan ribuan audiens dan Anda berbicara di sebuah stage. Public speaking sangatlah luas, bahkan presentasi pelajaran yang dilakukan oleh anak sekolah pun merupakan salah satu bentuk public speaking. Maka tentu saja ketrampilan public speaking yang baik wajib dimiliki oleh setiap orang yang hidup di jaman sekarang. Namun masih banyak orang yang bermasalah dengan public speaking. Ketika tiba-tiba harus berhadapan dengan orang banyak atau tiba-tiba ditunjuk untuk memberikan pidato, demam panggung sudah pasti langsung melanda.

Erwin Parengkuan berbagi tips dan trik untuk tampil di depan umum pada majalah Campus Life edisi Maret 2012. Penasaran? Keep reading this post ya 🙂

Presentasi Diri

Kenali Diri Dulu

Untuk jadi PD, mula-mula harus kenali diri baik-baik. Pahami apa kekurangan dan kelebihanmu. Lalu, perkuat kelebihanmu, tunjukkan pada semua orang, jadi kamu tuh menarik. Ini yang bisa menutupi kekuranganmu. Berpikirlah, bahwa karena kamu sudah melakukan yang terbaik, so kamu akan tampil oke.

Berinteraksi dengan Audience

Tampil Nyaman dan Rileks

Rileks dan santai sajalah, yang penting nyaman. Gunakan kostum dan dandanan yang enggak bikin kamu salah tingkah. Usahakan dandanan jangan membatasi gerak. Pilih posisi dan gaya sesuka kamu yang penting kamu nyaman deh!

Menyiapkan Materi

Persiapan Cukup

Entah kamu sebagai MC, atau kamu harus presentasi atau kamu sekadar ngasih sambutan pidato, baiknya siapkan materi dengan baik. Kalau perlu, bikin catatan kecil, yang isinya: Bagaimana openingnya, tema apa yang akan dibicarakan, sub temannya apa aja, kesati, kedua dn seterusnya. Lalu, pilih gaya closing yang menurutmu paling oke. Jangan lupa, pilih kata-kata yang sesuai kondisi sosial dan ekonomi audience.

Menggunakan Hafalan

Improvise

Hafalan, kenapa tidak? Kalau perlu, kita mesti hafal materinya. Tapi ditambah improvisasi biar speech kita tidak boring. Setelah bikin catatan kecil yang inti, kamu bisa searching materi tambahan. Bisa nyari quotations, teori-teori atau kata-kata bijak. Biar pidato kita variatif aja.

Bahasa Tubuh

Sinergikan

Perlu sinergi antara bahasa tubuh dan bahasa lisan. Tatapan mata, gerak bibir, alis tangan, bahkan semua anggota tubuh bisa dimanage. Caranya: Be positive thinking. Cobalah bersikap tenang. Bersikap respect meski dalam hati tak setuju. Lalu, tersenyumlah. Lakukanlah semuanya dengan ketulusan.

Latihan Sebelum Bicara

Persiapkan mental

Sambil menghafal materi, cobalah latihan di depan cermin. Yang tak kalah pentingnya adalah kamu harus siap mental. Siapkan mental bahwa kamu bisa, kamu atraktif. Siapkan mentalmu untuk tetap PD, kalau-kalau terjadi sesuatu di luar dugaan. Yang penting, keep to be positive and confident!

Dikutip dari Campus Life Magazine edisi Maret 2012. Speak Up! How Public Speaking is Done Two Experts Tell You All! (pg. 76-77)

One-day Public Speaking Class – Groupon Disdus

Sesi "Creating Total Look" bersama Becky Tumewu

TALKinc berkesempatan bekerja sama dengan Groupon Disdus untuk mengadakan program One-Day Public Speaking Class. Kelas ini dibuka untuk dua batch pada tanggal 9 dan 13 Maret 2012 yang lalu.

Dalam setiap batch, peserta yang hadir berjumlah sekitar 30 orang. Peserta merupakan subscriber yang member voucher secara online untuk mengikuti kelas Public Speaking selama satu hari di TALKinc. Mereka mendapatkan ilmu Public Speaking dari Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu.

Sesi "Boosting Your Confidence" bersama Erwin Parengkuan

Erwin Parengkuan berbagi pentingnya kepercayaan diri sebagai seorang public speaker dan bagaimana cara menemukan kekuatan dalam diri. Selain itu peserta diajak berlatih agar berani berbicara. Untuk menjadi seorang public speaker yang baik, keterampilan berbicara merupakan salah satu hal yang wajib dimiliki. Maka dalam sesi ini, Erwin Parengkuan juga berbagi kiat-kiat untuk lebih handal menata kata-kata.

Tidak cukup hanya memiliki kepercayaan diri dan kecakapan menata bahasa, seorang public speaker pun dituntut untuk memiliki penampilan yang menarik. Becky Tumewu berbagi mengenai penampilan yang pantas bagi seorang public speaker, tentu saja berpakaian sesuai dengan occassion. Selain berpakaian, body language dan bahasa non-verbal seorang public speaker pun harus diperhatikan dan dipelajari.

Para peserta yang antusias pun puas dengan pelajaran yang mereka dapatkan pada hari itu.

Sammy Simorangkir Rasakan Manfaat Public Speaking – Kapanlagi.com

Sammy Simorangkir

Tahukah Anda bahwa ternyata Sammy Simorangkir pernah belajar di TALKinc juga. dan Sammy merasakan manfaatnya setelah belajar.

Berikut adalah artikel yang dikutip dari Kapanlagi.com tentang Sammy.

__________________________________________________________________________________

Sammy Simorangkir Rasakan Manfaat Public Speaking – Kapanlagi.com

Kamis, 16 Juni 2011 23:40

Kapanlagi.com – Setelah mengikuti program public speaking di sekolah presenter TALKinc, Sammy Simorangkir merasakan banyak perubahan terjadi padanya. Ia kini berubah menjadi pribadi yang terbuka dan bisa berbagi tentang apa yang ia rasa.Sammy merasa hal itu sebagai suatu yang positif. Sharing dengan orang lain dan menemukan orang yang bisa diajak berbicara tentang masalah yang ia hadapi membawa banyak manfaat untuknya.

“Jadi manfaatnya besar banget, karena dulu saya ngga bisa sharing. Saya sama sekali bingung, mau sharing sama siapa, saya waktu itu merasa tertekan banget. Tapi akhirnya ada orang yang mau diajak ngomong dan kita engga perlu malu,” kata Sammy Simorangkir ditemui di FX Plaza, Senayan (15/6/2011) malam.

Bagi Sammy menyimpan masalah dan tidak menyampaikannya adalah suatu yang buruk. Hal itu seperti memendam bom waktu yang bisa setiap saat meledak.

“Bahaya, karena kalau orang memendam suatu masalah akan seperti human timebomb, tinggal saat yang tepat ia akan meledak sendiri,” tandasnya. (kpl/buj/sjw)

(Kapanlagi.com)

Sammy Simorangkir merupakan penyanyi Indonesia yang pernah tergabung dalam band Kerispatih dan sekarang bersolo karier. Sammy pernah mengikuti kelas private di TALKinc.

Artikel dikutip dari http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/sammy-simorangkir-rasakan-manfaat-public-speaking.html

24 Februari 2012 (15:25)

One-day Public Speaking Class With Erwin Parengkuan/Becky Tumewu

One-day Public Speaking Class with Erwin Parengkuan/Becky Tumewu

Dear All,

Kali ini TALKinc bekerja sama dengan Groupon Disdus untuk mengadakan kelas Public Speaking sehari bersama founders TALKinc, Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu.

Dengan diskon 61%, Rp 489.000,- nett, (harga asli Rp 1.250.000,-) Anda sudah bisa mengikuti kelas Public Speaking bersama Erwin Parengkuan/Becky Tumewu.

Cukup membeli voucher yang ada dan print voucher tersebut, kemudian Anda sudah bisa mengikuti kelas bersama kami. Tunggu apa lagi? Segera bergabung dengan kami.

Untuk info lebih jelas dan melakukan transaksi voucher, silakan klik link di bawah ini.

http://disdus.com/promo.php?i=1237

Dream Job : Wedding MC (Kompas.com – CHIC)

Wedding MC

By: wawa | Rabu, 18 Januari 2012 | 10:05 WIB

Wedding MC dalam acara pernikahan punya peran penting.

KOMPAS.com – Peran profesi ini penting dalam acara pernikahan. Sehebat apa pun acara pernikahan, kalau wedding MC-nya “garing”, maka bukan tak mungkin acara pernikahan menjadi berantakan. Simak perbincangan Chic dengan Zuliati Marlina, 34, Wedding MC di Jakarta. Gara-gara pernah didaulat menjadi MC di acara syukuran 17 Agustus tingkat RT, Zuliati tertarik menjadi MC. Ia pun memutuskan bersekolah MC di TALKinc milik tiga serangkai, Becky Tumewu, Erwin Parengkuan, dan Alexander Sriewijono. Tawaran menjadi wedding MC terus berdatangan sejak itu. Menurutnya profesi ini memiliki prospek cerah dan menjadi batu loncatan untuk jadi presenter TV, penyiar radio dan sebagainya.

Seberapa penting peran wedding MC dalam acara pernikahan?
Wedding MC bertugas memimpin jalannya acara pernikahan dan membuat pernikahan itu berkesan. Bisa dibayangkan bila dalam sebuah pernikahan, para tamu yang hadir tidak mendengarkan omongan si MC karena suaranya pelan, tentu akan banyak yang kecewa. Apalagi, kalau si MC tidak menguasai acara tersebut, pasti jadinya berantakan.

Lebih detil, tugasnya apa?
Tugas wedding MC tak sebatas memimpin jalannya acara, tapi juga mewakili pemilik acara sebagai tuan rumah. Ia membuat draft susunan acara yang sesuai dengan tema acara. Agar maksimal, biasanya saya perlu bertemu calon pengantin seminggu sebelum acara, untuk berbagi cerita perjalanan cinta mereka. Sehingga saat membawakan acara, saya bisa menceritakannya pada tamu yang hadir. Dengan begitu, acara bisa berkesan.

Tantangannya sebagai wedding MC?
Bagaimana kita harus membuat sebuah acara yang sederhana menjadi sakral dan dapat dikenang sepanjang masa. Misalnya, meskipun pernikahan gaya nasional, tapi tetap saya selipkan sungkeman sebagai momen mohon doa restu pada orangtua. Ia juga harus mampu menguasai acara pernikahan. MC yang baik terlihat dari cara dia meng-handle sebuah acara pernikahan. Ketika acara tak berjalan sesuai rencana, misalnya pengantinnya terpeleset, maka ia mesti pandai-pandai mengalihkan perhatian para tamu agar tidak terfokus pada kecelakaan kecil tersebut.

Apa saja syarat menjadi wedding MC?
Siap mental dan mau terus belajar. Karena seperti yang kita tahu, Indonesia terdiri dari berbagai suku yang kaya dengan adat istiadat. Paling tidak, kita tahu dasar-dasar upacara adat setiap daerah. Kalau penampilan kita disukai orang, undangan untuk MC pasti akan datang mengalir.

Honornya?
Tidak tentu, tergantung beberapa faktor penentu seperti lokasi (rumah atau gedung), waktu (siang atau malam), dan lamanya acara mulai dari akad nikah atau resepsi saja. Yang jelas, lebih dari cukup untuk membiayai gaya hidup saya.

(Majalah Chic/Bestari Kumala Dewi)


Zuliati Marlina adalah alumni TALKinc Program Professional MC/TV Presenter batch 1.

Artikel dikutip dari http://female.kompas.com/read/2012/01/18/10054796/Dream.Job.Wedding.MC

30 Januari 2012 (15:52)