Gabriella Angelita, menyukai materi A to Z to Become MC-TV Presenter

Materi favorit saya selama mengikuti proses belajar menjadi seorang Professional MC-TV Presenter di Talkinc adalah materi encounter 2 yang dibawakan oleh Mba Intan Erlita. Materi encounter 2 adalah tentang A to Z to Become MC-TV Presenter dan Building Relationship with Your Stakeholder. Saya sangat menyukai materi ini karena menurut saya untuk menjadi seorang MC-TV presenter, mengetahui secara detail tahapan demi tahapan mulai dari persiapan sampai tampil di atas panggung adalah hal yang sangat penting. Selain itu, membangun hubungan yang baik dengan stakeholder juga menjadi hal yang sangat penting bagi seorang professional MC-TV Presenter.

Sebagai seorang professional MC-TV Presenter, kita harus melakukan persiapan yang matang mulai dari mental, fisik yang sehat, penampilan, penguasaan konten, dan juga latihan.

Ada 3 tahap yang harus dilalui oleh seorang MC-TV Presenter, yaitu tahap Pre-Show (Briefing dengan klien, gladi resik, memastikan jadwal di venue, membuat cue card, fitting baju, dll) tahap D-Day (Memastikan dressing room, memastikan contact person, melakukan reading, show time) dan tahap Post-Show (Meminta feedback/review dari klien, mereview diri sendiri).

Seorang MC-TV Presenter pasti akan berhubungan dengan banyak pihak. Untuk membangun hubungan yang baik dengan para stakeholder, kita harus mempunyai mental dan sikap yang positif, menyenangkan, profesional, selalu menghargai semua pendukung acara termasuk klien dan kru, serta selalu bersikap kooperatif. Dengan begitu, pekerjaan kitapun pasti akan terasa lebih mudah, selain itu juga akan membuat klien puas dan senang dengan kita sehingga akan memperlancar karier kita di masa yang akan datang.

Ayu Alkatiry : Flow Of Mind adalah materi favorit saya

Di batch yang ke 48, saya Ayu Alkatiry bergabung dalam sebuah training di TALKINC untuk meningkatkan kemampuan saya dibidang Public Speaking. Banyak materi yang disampaikan di TALKINC ini dan tidak ada satupun yang tidak menarik. Namun dari sekian materi yang menarik, satu materi yang menjadi favorit saya adalah Flow of Mind.

Materi yang disampaikan oleh fasilitator yang sangat handal seperti bro Didi Mudita, menjadikan sesi ini menyenangkan dan tidak membuat stress bagi pesertanya walaupun menurut saya materi ini cukup berat. Bagaimana tidak, tanpa penguasaan flow of mind yang baik pasti sebuah presentasi akan menjadi berantakan dan pesan yang ingin disampaikan menjadi tidak tercapai.

Memahami setiap kelemahan dari masing-masing peserta yang dianalisa oleh fasilitator dan Role play disetiap sesi yang menjadi ciri khas TALKINC, membuat peserta mendapatkan pengalaman langsung bagaimana mempersiapkan sebuah presentasi meskipun dihadapkan pada waktu yang singkat. Pengalaman Didi Mudita dalam memfasilitasi materi ini dan bimbingan yang diberikan, membuat saya nyaris tidak percaya dengan performa yang saya lakukan.

Materi Flow of Mind sangat menarik dikelas Public Speaking batch 48

Saya Nita Triwahyuningsih sebagai seorang marketing, saya dituntut untuk berhadapan dengan semua orang dari berbagai kalangan masyarakat untuk menjual produk perusahaan tempat saya bekerja. Namun ada sebuah kecenderungan negative yang saya rasakan selama ini yaitu saya tidak PD apabila saya harus berhadapan dengan calon nasabah yang memiliki kedudukan cukup tinggi di perusahaannya sehingga informasi yang saya berikan kepada calon nasabah seringkali menjadi tidak berurutan alias acak adut karena grogi dan ujung-ujungnya saya tidak clossing. Selain itu, saya juga tidak cakap untuk mengemas kata menjadi pesan yang manis dan enak didengar sehingga tidak jarang orang di sekitar saya merasa tersudutkan dengan pesan saya. Melihat kondisi saya, salah seorang teman menganjurkan untuk mengikuti kelas Public Speaking di Talkinc dan sekarang saya merupakan peserta training kelas Public Speaking batch 48.

Kelas yang menarik bagi saya adalah kelas ketiga “Flow of Mind” dibawakan oleh Mas Didi Mudita. Sebagai praktisi yang mahir di bidangnya. Sebagai public speaker, Mas Didi mengajarkan agar tidak SUNGKAN, MALU, DAN GENGSI karena ketiga kata itulah yang menghalangi kita untuk melakukan public speaking. Kalau kita terperangkap dengan 3 kata magic tersebut, tidak jarang pemikiran kita tidak akan sinkron dengan mulut ujung2nya pesannya gagal total.

So, yang harus dilakukan adalah preparation, kuasai rasa takutmu, dan yang terakhir kuasai panggungmu sehingga ketika SPOTLIGHT sudah mengarah ke kita, kita akan jadi Public Speaker yang baik!

Kiat Sukses by TALKINC Lulus Tes Wawancara (PART 2)

Setelah membahas mengenai bagaimana menguasai diri dan meningkatkan rasa percaya diri saat melakukan tes wawancara, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu faktor yang membuat kebanyakan orang gagal saat tes wawancara dilihat dari kemampuan komunikasi verbal. Tujuan umum berbicara ada tiga, yaitu memberitahukan (to inform), menghibur (to entertain), dan mengajak atau meyakinkan atau (to persuade) (Tarigan, Berbicara: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, 2008).

Kegagalan saat tes wawancara yang pertama karena adanya rasa gugup. Rasa gugup itulah yang mengakibatkan cara berbicara terbata-bata. Pada artikel sebelumnya TALKINC sudah memberikan kiat untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda. Telah disebutkan di atas, bahwa tujuan berbicara salah satunya adalah meyakinkan lawan bicaranya. Begitu juga saat melakukan tes wawancara dimana Anda dituntut agar dapat meyakinkan interviewer sehingga bisa yakin jika Anda adalah calon karyawan yang sedang dicari. Oleh karena itu, kemampuan berbicara harus dipelajari dan tentunya dilatih secara berkelanjutan.

Kemampuan berbicara dapat dipelajari dalam salah satu materi kelas reguler TALKINC bernama Speaking impressively dimana program tersebut difokuskan pada kemampuan berbicara agar penyampaian pesan dapat dilakukan secara efektif dan dapat memberikan kesan impresif kepada lawan bicara. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pesan dapat disampaikan secara efektif dengan 2 komponen utama, yaitu pesan dan kesan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menyampaikan pesan, yaitu:

1. Hindari menggunakan banyak kata “ee…”. Hal ini sering dilakukan seseorag karena merasa gugup. Namun, Anda perlu memanage rasa gugup Anda. Terlalu sering menggunakan kata tersebut membuat kesan interviewer tidak yakin atas jawaban Anda karena pernyataan yang Anda sampaikan seolah-olah terlalu banyak berpikir dan berhati-hati. Saat menghadapi interviewer dan Anda diberikan pertanyaan, usahakan Anda dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan lancar dan lugas.

2. Latihlah kemampuan verbal Anda. Tujuan dari melatih kemampuan verbal adalah Anda akan memiliki kemampuan story telling yang baik dan Anda tidak akan mudah kehabisan kata-kata. Diharapkan, jika melakukan tes wawancara Anda dapat menjawab semua pertanyaan interviewer.

3. Ciptakan powerful word. Ketika Anda sedang melakukan tes wawancara berilah kesan baik untuk interviewer yang dapat membuat interviewer mengingat Anda. Dalam menciptakan powerful word ada beberapa komponen yang perlu diingat, yaitu pesan yang disampaikan harus logis, memiliki kosakata yang banyak, tahu apa yang harus disampaikan, dan mengandung emosi (adanya ikatan antara kita dengan konten atau pesan yang akan disampaikan)
Demikianlah kiat-kiat agar lolos tes wawancara. Tentunya semua yang kita sampaikan disini dapat dipelajari lebih mendalam dengan mengikuti kelas speaking impressively di TALKINC Jakarta atau TALKINC Surabaya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan dapat diterapkan jika sedang menghadapi tes wawancara. Semoga sukses!!

Kiat Sukses by TALKINC Lulus Tes Wawancara (PART 1)

Kompetisi untuk memperoleh pekerjaan di Indonesia saat ini semakin ketat. Menurut survey dari Badan Pusat Statistik yang terakhir dirilis pada bulan Agustus 2015 melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 7,56 juta orang. Tentunya banyaknya pengangguran ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti, meningkatnya jumlah lulusan sedangkan jumlah lowongan pekerjaan yang disediakan tidak sebanding, banyaknya tenaga asing yang datang ke Indonesia untuk bekerja, kurangnya softskill para lulusan sehingga kurang diminati oleh perusahaan, dan masih banyak faktor lainnya.

Banyak para job seeker yang memiliki kesempatan untuk mengikuti serangkaian tes yang diadakan oleh perusahaan. Namun, tidak sedikit diantara mereka yang gagal saat berada ditahap wawancara. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh banyak lembaga survey menyebutkan bahwa faktor utama kegagalan seseorang saat melakukan interview kerja adalah perasaan gugup karena kurangnya percaya diri.

Gugup merupakan perasaan wajar yang muncul ketika akan menghadapi wawancara dengan interviewer. Hal yang akan diakibatkan jika seseorang merasa gugup saat wawancara adalah kurang fokus sehingga muncullah jawaban yang kurang relevan saat diberi pertanyaan oleh interviewer. Hal tersebut nantinya akan membuat interviewer menjadi menilai buruk terhadap personality orang yang diwawancarai.

Kali ini TALKINC akan memberikan kiat-kiat jitu agar Anda dapat meningkatkan rasa percaya diri. Hal yang pertama adalah pahami persepsi yang dimiliki seseorang mengenai diri sendiri. Persepsi ini tentunya bisa sesuai dengan realita bisa juga bergeser atau bertolak belakang dari kenyataan yang sesungguhnya. Kedua, cari tahu segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Ketiga, pahami konsep self-esteem. Self-esteem adalah bagaimana kita menghargai diri kita sendiri berdasarkan gambaran diri yang kita miliki. Self-esteem ini erat kaitannya dengan self-image, sehingga orang yang memiliki gambaran diri yang negatif juga akan memiliki penghargaan diri yang kurang. Salah satu strategi untuk membangun self-esteem dengan benar adalah dengan mengkaji peran yang kita miliki sebagai pribadi yang matang. Ketiga kiat tersebut dapat dipelajari oleh semua orang secara lebih mendalam di TALKINC School of Public Speaking Jakarta ataupun Surabaya.

Pentingnya meningkatkan rasa percaya diri dirasa mampu mengurangi rasa gugup saat melakukan tes wawancara kerja. Sehingga dengan modal percaya diri Anda mampu menjauhkan rasa gugup dan fokus dengan segala pertanyaan yang dilontarkan oleh interviewer. Tentunya, tidak hanya bermodalkan rasa percaya diri, Anda perlu mempelajari secara umum mengenai perusahaan yang akan mempekerjakan Anda. Semoga sukses…

The Overview materi favorit Naztasha Cesty

Nama saya Naztasha Cesty, biasa dipanggil Tasha. Saya adalah murid di program Public Speaking di TALKINC. Saya mengikuti program Public Speaking karena saya merasa ada kekurangan dalam skill komunikasi untuk menyampaikan pesan agar dapat diterima oleh audience dengan baik. Harapan saya setelah selesai mengikuti program Public Speaking, kemampuan saya dalam berkomunikasi meningkat.

Photo Documentation : Regular Class Public Speaking Batch 49

Selama kurang lebih 3 (tiga) bulan saya mengikuti program Public Speaking banyak hal-hal yang menarik dan menyenangkan terjadi. Dalam setiap encounter para fasilitator selalu dapat memberikan masukan-masukan yang dapat meningkatkan dan mengembangkan karakter dari murid-muridnya. Dari seluruh encounter yang menjadi favorit saya adalah encounter 1 (pertama) “The Overview.”

Alasan saya menyukai materi dari The Overview adalah karena di dalam materi The Overview betul-betul membuat para murid mengetahui apa yang akan dihadapi selama program berlangsung dan memberikan basic yang kuat untuk dapat berlatih dan menjadi pembicara yang dapat menyampaikan pesan dan dapat diterima dengan dengan baik oleh audience. Basic atau pengetahuan dasar yang baik dapat membantu murid menjalani proses dalam mencapai hasil yang baik dengan lebih terarah.