Personal Branding: Menjaga penampilan kunci sukses berkarir

Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa seorang MC – TV presenter selalu berpenampilan menarik saat di atas panggung atau di layar kaca tv? Salah satu profesi yang para pelakunya harus berpenampilan menarik tujuannya agar audience tertarik dalam memperhatikan jalannya sebuah acara. Tidak hanya yang berprofesi sebagai MC – TV presenter, memperhatikan cara berpakaian dan menjaga penampilan juga perlu dilakukan oleh para profesional baik yang berprofesi sebagai pengacara, dokter, public relations, sales, sekretaris, pegawai pemerintahan maupun swasta. Penampilan merupakan modal utama agar tidak dipandang sebelah mata oleh relasi atau para stake holders yang pada akhirnya melekat sebagai personal branding-nya.

Terkadang sering kali seseorang tidak menyadari pentingnya citra diri. Citra atau image merupakan “lukisan diri” yang ditampilkan ke orang lain. Salah satu cara memperlihatkan citra diri yang dimiliki adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh serta memilih pakaian yang tepat dan yang terpenting nyaman dikenakan. Dengan penampilan baik dan merasa nyaman dapat menjadi satu faktor dalam meningkatkan rasa percaya diri.

Memperhatikan dan menjaga penampilan itu penting karena berkaitan erat dengan citra yang ingin ditampilkan. Citra diri dapat terpancar dari bagaimana anda berpenampilan. Tidak dipungkiri penampilan merupakan cerminan seseorang yang berperan terhadap penilaian orang lain kepada anda. Selain itu, dengan memperhatikan penampilan serta berpakaian rapi dan bersih merupakan bentuk penghargaan kepada lawan bicara.

Contoh lain, profesi seorang komunikator atau public speaker penting untuk memperhatikan penampilan, karena penampilan adalah komponen pendukung agar audience memperhatikan anda sebagai public speaker. Punya rasa percaya diri, penguasaan materi dan juga pemilihan kata yang tepat dalam komunikasi tidaklah cukup. Anda juga perlu berpenampilan yang sesuai dengan acara, mengetahui siapa audience, dan tentunya penampilan juga dapat disesuaikan dengan personal branding yang ingin anda tampilkan.

Dalam ilmu psikologi sosial ada istilah “efek halo” yaitu kecenderungan seseorang yang menganggap orang lain memiliki keterampilan positif yang terlihat dari cara berpenampilannya. Jadi, apabila anda berpenampilan baik dan menarik, maka lawan bicara anda akan menganggap anda sebagai orang yang baik juga. Tidak mengherankan jika berpenampilan baik dan menarik akan lebih mendapatkan perhatian dari orang lain.
Sudahkah anda memperhatikan dan menjaga penampilan hari ini?

Tiga cara meningkatkan rasa percaya diri dalam public speaking

Percaya diri merupakan modal utama seseorang agar tidak gugup ketika melakukan presentasi, menghadapi interview kerja, melakukan meeting dengan client, atau apapun itu yang berhubungan dengan kegiatan public speaking. Tentunya setiap orang memiliki tingkatan rasa percaya diri yang berbeda sesuai dengan kepribadian masing-masing. Namun, artikel kali ini tidak akan membahas mengenai tingkat rasa percaya diri seseorang yang sesuai kepribadian melainkan tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda.

1. Kenali Self-Image Anda
Self-image adalah persepsi atau gambaran yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri. Persepsi ini tentunya bisa sesuai dengan realita bisa juga bertolak belakang dari kenyataan yang sesungguhnya. Maka Anda dituntut untuk bisa menyelaraskan antara image yang akan dimunculkan ke publik sesuai dengan kepribadian Anda. Seperti contoh, orang yang merasa dirinya ‘cool’ sementara orang lain melihat sebagai orang yang arogan. Jika Anda ingin memunculkan image yang cool maka Anda harus memperlihatkan sisi keren dari penampilan, sikap, dan juga cara berbicara.

2. Sering Melatih Dengan Menggunakan Gadget
Gadget merupakan salah satu media yang sangat membantu Anda agar dapat mengkoreksi diri dari kesalahan atau kekurangan dalam melakukan presentasi atau kegiatan lain yang berkaitan dengan public speaking. Terdapat beberapa fitur dalam Gadget yang bisa Anda gunakan seperti voice recorder untuk evaluasi konten kalimat dan unsur suara Anda, dan video recorder untuk mengevaluasi secara keseluruhan presentasi Anda yang tidak hanya dari unsur suara namun juga bahasa tubuh. Jika diri Anda belum terbebas dari rasa malu maka cobalah untuk mulai belajar berbicara dan merekamnya dengan gadget Anda. Setelah itu, video yang Anda rekam juga bisa dishare ke teman Anda untuk mendapatkan feedback serta masukan. Medium lain juga bisa digunakan seperti cermin yang tentunya sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berlatih. Lama kelamaan akan terbiasa untuk berbicara di depan publik karena seringnya melatih diri sendiri di depan cermin. Hasil eksperimen psikolog University of Liverpool, Dr. Marco Bertamini (2010) menyatakan jika bercermin dapat mempengaruhi perilaku seseorang untuk bertindak positif.

3. Ciptakan Positive Mindset
Agar dapat membangun rasa percaya diri maka Anda harus menciptakan positive mindset. Pertama, stop membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Selama Anda membandingkan kelebihan orang lain, maka Anda selalu memikirkan kekurangan diri Anda sehingga Anda sulit untuk mengeksplor kemampuan atau kelebihan yang Anda miliki. Kedua, terus berusaha menggali potensi dalam diri Anda. Jangan sampai kegagalan yang ada membuat Anda menjadi patah semangat dalam mengerjakan segala sesuatu. Ketiga, jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain. Jika Anda hidup dikelilingi dengan orang yang ceplas-ceplos, maka setiap kata yang terlontar dari mereka jangan terlalu diambil pusing. Ibarat pepatah mengatakan, perkataan tersebut dimasukkan saja ke telinga kanan dan keluarkan dengan telinga kiri.

presentasi dan public speaking para peserta terasah setelah pelatihan

One day public training Impactful Presentation Skills bersama Erwin Parengkuan mendapat atensi yang sangat baik dari para peserta. Acara yang berlangsung di TALKINC Surabaya pada hari Kamis, 28 Juli 2016 tersebut diikuti oleh para peserta yang memiliki latar belakang profesi berbeda-beda dan rentang usia yang juga berbeda. Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa, ibu rumah tangga, staff instansi pemerintahan, karyawan BUMN dan perusahaan swasta. Konsep kelas kecil (small class) dengan jumlah peserta yang dibatasi membuat interaksi antara speaker dengan peserta terjalin dengan intensif sehingga para peserta merasa banyak sekali keuntungan yang didapat setelah mengikuti pelatihan ini. Keuntungan-keuntungan tersebut diantaranya adalah para peserta dapat melontarkan pertanyaan secara langsung kepada Fasilitator mengenai isi materi pelatihan, serta para peserta juga memperoleh masukan setelah melakukan role play dan sesi caoching sehingga para peserta mengetahui dimana kekurangan dan kelebihan yang dimiliki saat presentasi dan berbicara di depan public.

Materi yang disuguhkan pada pelatihan ini sangat diminati para peserta, pasalnya ada dua materi inti yang dishare ke peserta yaitu Escalating Confidence dan Impactful Presentation and Public Speaking. Kebanyakan dari para peserta memiliki kesamaan yaitu kurang merasa percaya diri dan cara presentasi yang sering dilakukan kurang baik. Pada materi pertama, Erwin Parengkuan menjelaskan mengenai konsep diri (self consept) dan bagaimana meningkatkan rasa percaya diri khususnya pada saat berbicara di depan publik. Erwin Parengkuan menyatakan, bahwa jika peserta tidak bisa memahami konsep diri maka peserta akan susah untuk mencapai aktualisasi diri.

Memasuki sesi yang kedua dengan materi Impactful Presentation and Public Speaking, Erwin Parengkuan menjelaskan mengenai komponen-komponen penting dalam presentasi. Selain itu, tips beserta contoh-contoh juga diberikan kepada peserta khususnya mengenai tehnik public speaking dan bagaimana membuat presentasi yang menarik dan berkesan. Pada akhir sesi materi ini, peserta diminta untuk melakukan presentasi dengan durasi lima menit. Peserta sangat antusias dengan kegiatan role play ini karena peserta mendapatkan penilaian dan juga masukan langsung dari Erwin Parengkuan.

Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 – 16.00 WIB tersebut diakhiri dengan foto bersama. Semua peserta menyatakan bahwa setelah pelatihan ini mereka jadi tahu kelebihan dan kekurangan mereka sehingga dapat dijadikan dasar dalam meningkatkan rasa percaya diri serta menyampaikan presentasi didepan publik. Tanggapan para peserta sangat positif dan menginginkan pelatihan lanjutan untuk mengasah kemampuan komunikasi dan public speaking mereka dimasa mendatang.

*Untuk informasi lanjutan mengenai kelas pelatihan TALKINC Surabaya (School of Public Speaking, MC dan TV Presenter dapat menghubungi Nicky / Shera : 0888-0982-6120 atau 031-5680206

Kemampuan Public Speaking peserta inkompass meningkat

Banyak orang yang cakap dalam berkomunikasi namun belum mampu melakukan presentasi dengan baik di depan publik. Atau, berani melakukan presentasi di depan publik tapi kurang mampu menguasai audience. Sekolah MC TV Presenter dan Public Speaking TALKINC berkesempatan untuk berbagi ilmu dengan para peserta Inkompass.

Inkompass adalah program magang yang dilaksanakan oleh PT HM Sampoerna Tbk diperuntukkan bagi para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Becky Tumewu sebagai Founder Sekolah MC TV Presenter dan Public Speaking TALKINC memfasilitasi pelatihan tersebut dengan topik Effective Pressentation (Rabu, 22/6). Para peserta sangat memperhatikan semua yang disampaikan oleh fasilitator mulai dari materi persiapan hingga penyampaian komunikasi verbal dan non-verbal dalam sebuah presentasi. Pelatihan yang dimulai pada pukul 08.30 – 15.30 WIB berisikan beberapa materi, yaitu bagaimana membuat slide presentasi yang tepat, menggunakan body language yang sesuai dengan pesan dalam presentasi, memaksimalkan penggunaan unsur suara mencakup artikulasi dan intonasi, teknik public speaking, serta bagaimana menyampaikan presentasi secara efektif di depan audience.

Setelah semua materi yang disampaikan oleh Becky Tumewu berakhir, peserta diajak untuk membuat slide presentasi dilanjutkan dengan praktik presentasi (roleplay) dengan durasi dua menit sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Fasilitator memberikan feedback bahwa seorang public speaker harus mengerti mana pesan yang disampaikan sehingga dengan waktu yang singkat dapat menyampaikan informasi penting kepada audience. Tips terakhir sebagai recap dari keseluruhan pelatihan adalah pilih dan sampaikan pesan yang bermanfaat bagi audience didukung dengan materi yang terstruktur dan penyampaian yang jelas sehingga presentasi dapat tersampaikan secara efektif serta mencapai tujuannya.

Personal Branding Training HM Sampoerna Surabaya, 22 Juni 2016

TALKINC Surabaya kembali memberikan dukungan bagi HM Sampoerna melalui pelatihan Personal Branding kepada para peserta magang Inkompass pada tanggal 22 Juni 2016 dikantor pusat HMS Kawasan Rungkut Industri, Surabaya. Pelatihan satu hari dengan jumlah 20 peserta ini mengangkat tema Personal Branding yang disampaikan oleh Poetri Soehendro selaku fasilitator TALKINC

Beberapa bahasan yang disampaikan dalam pelatihan diantaranya adalah pentingnya personal branding dalam mendukung karir para peserta dan cara mengembangkan personal branding tersebut dengan menggali potensi serta kualitas positif yang dimiliki untuk kemudian dijadikan sebagai citra dirinya. Seperti yang disampaikan oleh fasilitator bahwa potensi diri dan kualitas positif seseorang juga harus didukung dengan tiga komponen utama yakni nilai (values) yang menjadi dasar dalam segala hal, keahlian (skills) yang dimiliki dalam menyelesaikan sebuah tugas, dan perilaku (attitude) yang menggambarkan sifat serta kepribadiannya.

Pelatihan berjalan dengan lancar dan interaktif ditandai dengan ketepatan waktu, banyaknya pertanyaan, dan diskusi yang efektif diikuti oleh seluruh peserta. Tidak hanya itu, pelatihan juga didukung dengan roleplay dimana setiap peserta melakukan presentasi untuk kemudian di evaluasi oleh fasilitator dalam konteks personal branding yang dimiliki.

Sesi pelatihan diakhiri dengan pemberian evaluasi secara umum kepada seluruh peserta berikut langkah yang harus dilakukan setelah pelatihan untuk memastikan para peserta memiliki perencanaan yang tepat dalam mengembangkan personal branding yang dimiliki. Tidak lupa foto bersama serta selfie para peserta HM Sampoerna dan tim TALKINC Surabaya juga turut memberikan kesan pada akhir pelatihan.

Latih anak tampil lebih percaya diri

Ruang lingkup anak saat pertama kali berkomunikasi dan berinteraksi adalah keluarga. Melalui proses yang panjang, peran orang tua sangat penting. Peran orang tua akan mengajarkan cara berkomunikasi anak sesuai dengan umurnya. Saat usia bayi, balita, remaja, maupun dewasa tentunya ada perbedaan dalam melakukan interaksi. Hal ini disebabkan oleh karakteristik khusus yang dimiliki anak tersebut sesuai dengan usia dan perkembangannya. Peran orang tua akan mengajarkan komunikasi pada anak agar orang tua dan anak dapat saling bertukar informasi berupa pesan verbal dan non-verbal. Sesuai dengan usia anak, peran orang tua juga perlu memperkenalkan anak agar mampu berkomunikasi diluar anggota keluarga inti seperti, teman di sekolah, nenek, kakek, paman, dan keluarga lainnya.

Terkadang anak pada usia tertentu akan menghadapi apprehension communication atau kecemasan dalam komunikasi. Sehingga perlu peran pihak lain agar anak dapat menghadapi apprehension communication. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Csikszentmihaly (1988) menyebutkan bahwa kecemasan komunikasi sering muncul pada anak berbakat yang memiliki kemampuan atau talenta melibihi anak-anak seusianya.

Hal ini dapat terjadi karena anak yang berbakat memiliki kemampuan intelektual yang lebih daripada anak seusianya, sehingga menumbuhkan rasa optimis pada mereka dan mereka menjadi tidak percaya kepada temannya (Amini, 2005, Identifying Stressors and Reactions to Stressors in Gifted and Non-Gifted Students).

TALKINC School of Public Speaking, MC – TV presenter yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya membuka Holiday Class. Tujuan dari Holiday Class yang diselenggarakan oleh TALKINC adalah untuk melatih anak-anak bisa percaya diri berbicara di depan umum. Holiday Class ini akan digolongkan sesuai usia, yakni untuk usia 10 tahun – 13 tahun dan usia 14 tahun – 17 tahun. Holiday Class akan dilaksanakan selama empat hari. Tentunya selama empat hari anak-anak akan di-coaching oleh fasilitator yang berpengalaman. Selama Holiday Class tersebut anak-anak akan dilatih banyak hal seperti boosting confidence, speak out loud, facial expression, dan pada akhir sesi pelatihan akan ada evaluasi yang dilakukan oleh para fasilitator.

Program yang diadakan oleh TALKINC ini akan membantu anak-anak untuk bisa mengatasi apprehension communication. Program yang dikemas dalam bentuk fun learning and practical drilling agar anak-anak berani tampil percaya diri, serta mampu berkomunikasi dengan baik dan secara tepat menggunakan intonasi, artikulasi, serta bahasa tubuh yang bersinergi dengan pesan komunikasi yang disampaikan.

Pada masa liburan sekolah di pertengahan tahun 2016 ini, TALKINC akan mengadakan Kids Holiday Class pada tanggal 13 – 16 Juni 2016 (Batch 1) dan 20 – 23 Juni 2016 (Batch 2) di Jakarta dan jika kuota mencukupi, kami juga akan mengadakan Holiday Class di Surabaya tanggal 20 – 23 Juni 2016. Jika Anda berminat mendaftarkan anak, keponakan atau kerabatnya ke TALKINC Jakarta (021.7202719) dan TALKINC Surabaya (0888.0982.6120 / 031.5680206).