by admin | Mar 9, 2017 | Information, News
Ketika mengajar di salah satu Kementerian belum lama ini, seperti biasa salah satu yang harus dilakukan oleh peserta adalah “invidivual presentation,” biasanya materi ini menjadi menakutkan untuk mereka yang mengalami banyak tantangan dalam berkomunikasi. Bisa dibayangkan, setiap peserta di minta untuk mempraktikkan materi yang telah mereka dapatkan (mulai dari meningkatkan rasa percaya diri, struktur dalam berkomunikasi, total vocal hingga mengenal kepribadian kita dan lawan bicara/Understand-inc People) yang selama 2 hari ini mereka telah peroleh.
Ketika sedang breakout session, seorang bapak menghampiri saya dan berkata “mas Erwin boleh bicara dengan saya sebentar?” Singkat cerita, ia-pun memulai pembicaraannya, dikatakannya kenapa setiap bicara ia sering kali terbata-bata. Sayapun mendengar yang disampaikan, memang betul! Saya mengalami kesulitan untuk menangkap apa yang disampaikan. Artikulasi yang tidak jelas, ditambah bicara yang terlalu cepat, sehingga setiap kata tidak terdengar jelas, apalagi menangkap seluruh isi pesannya. Saya bilang : “coba bapak bicara lebih tenang, tidak perlu terburu-buru. Coba nikmati apa yang anda bicarakan. ” Kemudian ia kembali mengulang kalimatnya. Hasilnya lebih baik. Dan ini terjadi sampai 3 kali saya memintanya untuk tidak terburu-buru dan lebih tenang. Setelah itu, terdengar lebih baik lagi dan saya memberikan penghargaan atas perubahan yang telah dilakukannya. Ada senyum sedikit diwajahnya. Saya kembali berkata, “ayo pak teruskan kembali kalimatnya, tadi kan belum selesai.” Kemudian ia berhenti sejenak, wajahnya berubah gusar.
Saya merasakan ada hal lain yang ingin ia sampaikan, kemudian saya bertanya “bapak dalam kondisi baik hari ini?” dari raut wajahnya sangat jelas terlihat ia menyimpan kesusahan. Ia-pun hening..sayapun menunggu apa yang ingin dikatakannya. Selang berapa lama, ia kembali membuka mulut dengan artikulasi yang tidak jelas : “saya ada masalah rumah tangga, saya sering sekali ribut dengan pasangan saya, kami tidak akur. Juga antara saya dengan anak saya, mereka tinggal di Sumatra, saya di Jakarta dan saya selalu memikirkan masalah itu, saya selalu resah apalagi kalau harus bicara di depan orang banyak.
Saya minder, tidak percaya diri. Sepertinya orang-orang ini akan mentertawakan saya atas masalah yang saya hadapi !” Kemudian saya terdiam sejenak, berpikir untuk kalimat yang tepat harus diucapkan. “Saya mengerti apa yang bapak rasakan, kalau ingat masalah ini terus, tentu bapak akan sulit konsentrasi, sehingga apa yang akan bapak bicarakan kepada orang lain menjadi sulit dimengerti, bagaimana kalau tidak melulu lihat “kebelakang” pak, tapi apa yang dapat dilakukan untuk ke depannya, dan yakin Tuhan pasti akan campur tangan untuk masalah anda, minta padaNYA pak, pasti diberikan.” Si bapak kemudian mengulang kalimat saya: “iya minta kepadaNYA, pasti dibantu ya? masih dengan wajah yang gusar, dan kalimat yang terputus…
Dari cerita saya diatas, Si bapak sangat jujur/terbuka melihat dirinya, ia tidak dalam kondisi menyangkal, menerima dirinya apa adanya. Dan ini menjadi sangat penting sebelum kita berkomunikasi, bagaimana seseorang menyadari dirinya secara utuh, apa yang terjadi dan apa yang ditampilkan di muka umum, walau pengakuannya yang terbuka membuat saya shock.
Memang, apa yang kita rasakan, tidak luput dari kemampuan menilai diri kita, yang akan tergambar jelas di cara kita berkomunikasi khususnya bila kita memperhatikan dengan seksama ekspresi wajah seseorang dengan bahasa tubuhnya. Berdasarkan pengalaman saya, orang yang melihat dirinya rendah akan terlihat tidak percaya diri di depan umum, begitupun sebaliknya orang yang memandang dirinya lebih tinggi dari orang lain, akan terlihat juga dari caranya berkomunikasi.
Sehingga perlunya kita untuk menghargai apa yang sudah kita miliki, untuk ditingkatkan, tentunya fokus kepada kekuatan diri kita agar semua hal positif dalam diri terlihat dengan jelas di saat kita berkomunikasi.
Anda tentu sering mendengar motto “you are what you think,” seperti itulah otak kita bekerja, bila kita yakin melihat kemampuan diri kita, pasti semua tindakan akan mengarah ke hal yang kita yakini bisa, dan begitupun sebaliknya. Dan semua yang ditampilkan, mulai dari sikap tubuh, wajah, suara dan kata-kata akan jelas terlihat bagaimana seseorang memandang dirinya dan berkomunikasi dengan orang lain. Saatnya berpikir positif, dan melakukan penilaian yang relevan terhadap diri kita, terbuka, jujur, sehingga kita bisa menyesuaikan image kita yang sesuai dengan apa yang ingin ditampikan di muka umum.
Itu yang dapat saya bagikan dalam tulisan ini, diluar konteks komunikasi yang dimiliki manusia, ya memang ada kekuatan lain yaitu hubungan kita dengan Sang Pencipta, seberapa besar kepercayaan itu? Tentu akan membantu setiap orang untuk percaya akan kemampuan yang telah diberikanNYA, mari kita syukuri, mengasahnya, agar dengan semua “modal” yang kita miliki, meyakinkan dalam menampilkan citra diri kita yang sesuai di lingkungan, apa yang ingin ditampilkan mendapatkan penilaian yang sama dengan yang dilihat orang lain kepada kita. Sehingga antara self image dan social image terlihat sama.
Jakarta 7 Maret 2017
by admin | Mar 3, 2017 | Information, News
Public Speaking class sudah menjadi rutinitas saya setiap hari Sabtu pagi sejak 12 November 2016. Saya mengikuti kelas di TALKINC karena saya terinspirasi oleh Mas Erwin Parengkuan saat beliau mengajar di salah satu training di kantor. Saat melihat program di TALKINC, saya sangat tertarik untuk mengikuti kelas Public Speaking. Terutama karena saya menyadari bahwa saya kemampuan untuk berbicara di depan publik sangat kurang.

Materi-materi yang selama ini saya ikuti sangat menarik. Saya senang sekali bisa belajar hal-hal baru dari para pengajarnya yang professional. Dan saya yakin dengan mengikuti kelas Public Speaking ini dapat membantu karir saya dan dalam menghadapi rasa takut yang selalu saya rasakan disaat melakukan presentasi.
Dari semua materi yang saya dapat di kelas Public Speaking, ada 2 materi yang saya suka: materi “How to Handle Audience” & “Closing Speech”. Keduanya adalah materi yang paling menarik dan berkesan buat saya.

Pengajarnya (Mas Felix & Mas Boy) sangat ramah, tahu akan semua yang dipaparkan, sangat tenang, humble, sangat menguasai materi dan mudah ditangkap. Kelas Mas Felix seperti kelas peramal dimana dia bisa membaca personality kami murid-muridnya. Saya yakin teman-teman yang lain juga menyukai kelasnya. Banyak yang harus dipelajari agar bisa menjadi seperti beliau. Beliau memberikan tip-tips yang sangat berguna untuk final test kami nanti. Kelas Mas Boy juga sangat penting, karena closing speech adalah “gong/klimaks” dari sebuah presentasi. Saya senang bisa belajar banayak dari beliau bagaimana membuat impressive ending.
by admin | Feb 27, 2017 | Information, News
Launching buku “Understand-inc People” Erwin Parengkuan
Kinokuniya Plaza Senayan, 28 Februari 2017
Sebagai seorang Praktisi Komunikasi, Presenter, Personal Branding Specialist, Nama Erwin Parengkuan sudah tidak asing lagi, memiliki pengalaman selama 28 Tahun yang membawanya kepada banyak pencapaian saat ini.
Hari ini launching buku yang ke 6 bagi Erwin, ayah dari 4 orang putra-putri yang sudah beranjak dewasa. Erwin juga dua tahun bertutut-turut membawa Team Pertamina-ONWJ dan WMO pada kemenangan Tingkat Nasional dan International untuk Presentasi Terbaik di Korea dan Bangkok belum lama ini, dan membawa team Customer Service Telkomsel untuk juara Umum di tahun 2016 yang lalu. Banyak prestasi yang telah diraihnya, berkenaan dengan membantu banyak siswa atau peserta untuk sukses berkomunikasi.
Salah satu yang ia dapatkan dalam perjalanan karirnya, yang diawali pada tahun 1989 sebagai penyiar radio, team creative di Radio Prambors adalah melakukan observasi terhadap banyak pribadi yang ia jumpai. Pengetahuan yang dimiliki berkenaan dengan memahami kepribadian lawan bicara, dari filsuf Romawi Kuno adalah Socrates yang menjelaskan 4 tipe kepribadian manusia mulai dari Sanguine, Choleric, Pragmatic dan Melancholy. Sayangnya keempat terminology yang disebutkan tidak familiar di masyarakat Indonesia. Yang kemudian membuat Erwin menciptakan istilah baru yaitu si Gesit, Kuat, Damai, dan Rinci untuk mempermudah masyarakat memahaminya.
Buku yang ditulis ini merupakan hasil observasinya selama ini, bahwa dari 4 kepribadian yang berbeda ini, mempunyai gaya komunikasi yang mirip-mirip. Untuk itu, merupakan panggilan hati yang mendorong Erwin untuk melahirkan buku ini. Erwin melibatkan team Psikologi untuk membuat Assessment tentang mengenal kepribadian kita dan menentukan gaya komunikasi kepada lawan bicara, berikut perangkat test dan melakukan Focus Group Discussion terhadap banyak responden secara kulitatif.
“Kita menyadari bahwa, kepribadian yang menarik adalah kunci kesuksesan yang menunggu anda di depan.: Ujar Erwin, “keahlian seseorang bukanlah syarat utama, kendati setiap perusahaan untuk memperkerjakan karyawan yang baru, pertama dilihat adalah apakah kepribadian orang ini menarik atau tidak bukan prestasinya terlebih dahulu.” Sehingga sangat penting bagi setiap orang untuk mengenal siapa dirinya untuk menjalin hubungan yang harmonis tanpa pandang bulu.
Buku ini telah menjadi modul training yang digemari oleh banyak perusahaan, selain modul lainnya tentang komunikasi. Erwin tahu bahwa tidak semua orang dapat menjadi siswa di sekolah Talkinc-nya, atau menjadi peserta pelatihan. Untuk itu buku adalah sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan positif ini, apalagi dengan penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, tbk yang sudah banyak menerbitkan buku-buku karya Erwin, dimana beberapa telah mendapatkan predikat National Best Seller dan penghargaan International –Gourmand Cookbook Award 2014 di Shanghai.
Buku Understand-inc People- Strategi Taktis Berkomunikasi Berdasarkan Kepribadian ini dengan tebal 202 Halaman, terbagi atas 6 bab, yaitu:
-Bab 1: Personality in Communication, mulai dari Rumus Kepribadian, pengaruh Kepribadian dalam Proses Komunikasi, Membangun Gaya Komunikasi yang Positif.
-Bab 2: Menakar Indikator Kepribadian dalam Komunikasi, mengetahui Kepribadian “sunny side dan shodow side”, Test Kepribadian, Analisis Kepribadian, Kombinasi Tipe Kepribadian, Indikator Kepribadian dalam Karir dan Pekerjaan.
-Bab 3: Dimensi Kepribadian dan Gaya Komunikasi Diri Sendiri.
-Bab 4: Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Berdasarkan Kepribadian, Mengubah Karakter Negatif menjadi Perilaku Positif
-Bab 5: Memprediksi Kepribadian Lawan Bicara, Kuis Kepribadian
-Bab 6: Teknik Komunikasi dengan Berbagai Kepribadian, meningkatkan Efektivitas Komunikasi Tertulis.
Ini dari buku ini adalah Erwin melalui pengalamannya yang begitu beragam ingin mengajak kita untuk mengenal diri dengan lebih baik, melakukan analisa terhadap apa yang sudah kita lakukan dalam berinteraksi dengan berbagai kepribadian, dengan sadar kita melakukan analisa yang tepat dengan perangkat yang sesuai, seperti apa yang ada didalam buku ini. “Kepribadian yang menarik adalah kunci kesuksesan setiap individu, jadilah pribadi yang hangat dan menyenangkan!” Ujar Erwin.
buku ini sudah beredar di toko buku seluruh Indonesia, dengan bonus test kepribadian dan harga jual Rp 55.000,- rupiah.
Jakarta, 24 Februari 2017
Erwin Parengkuan
www.talk-incorporation.com
by admin | Feb 23, 2017 | Information, News
Ketertarikan saya pada dunia entertainment khususnya dunia MC/Presenter semakin kuat ketika saya siaran diradio dan sering diminta juga untuk membawakan acara off air. Bagi saya menjadi seorang MC/Presenter punya tantangan tersendiri dan juga tingkat kesulitan yang beranekaragam. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk “mengepakkan sayap” didunia presenting ini dengan hijrah dari Medan ke Jakarta.

Tentunya hampir semua teman-teman bahkan keluarga saya menyarankan saya untuk memilih TALKINC. Bagi saya sendiri, Bu Becky dan Mas Erwin adalah role model yang paling tepat dalam mengasah bakat dibidang Presenting. Bahkan merekalah yang cukup paham tentang teori dan prakteknya. Bukan hanya itu, ada banyak MC handal yang sudah dilahirkan atau dipoles TALKINC, jadi tidak ada kata ragu bagi diri saya ketika terdaftar sebagai siswa di TALKINC.
Akhirnya tibalah saya Yonatan Sirait, dihari pertama dikelas Professional MC TV Presenter Batch 84. Lala Tangkudung hadir dengan berbagai ilmu yang sangat membuat saya dan teman-teman lainnya semakin bergairah dan menjadi tidak sabar untuk minggu selanjutnya. Apalagi sesudah kelas, kita semua diminta untuk membawakan acara dan “On Cam”, rada kaget sih, tapi jadi makin seru.

Saya beruntung bisa belajar banyak dari fasilitator yang sangat membantu proses saya dan teman-teman menjadi lebih baik. Prabu dan Shanaz untuk materi Interviewing dan news reporting nya, Ninda Mashita, Ichsan Akbar dan mba Lia Halim dengan metodologi script writting. Ada banyak hal-hal yang saya sendiri baru pelajari dan harus saya gali lebih lagi. Bagi saya TALKINC bukan sekedar tempat belajar tapi Rumah bagi hampir seluruh MC/Presenter. Tentunya saya akan merindukan suasana kelas tiap sabtu yang selalu penasaran akan materi yang akan disampaikan. Mauliate (Terima kasih) TALKINC..!!
by admin | Jan 31, 2017 | Information, News
4 tahun lalu ketika saya mengagas buku tentang PB, kami melakukan banyak riset terhadap figur dalam dan luar negeri untuk menjadi kajian sehubungan dengan buku Personal Branding, Strategi Taktis untuk Bertahan di Karir yang kami tulis. Dimana survey yang kami dapatkan menjelaskan ada hal yang sama yang dilakukan oleh para tokoh dalam maupun di luar negeri, sehingga PB mereka menjadi sangat menonjol. Yaitu dengan memiliki Komponen Utama maupun Komponen Tambahan.
Komponen Utama yang harus dimiliki sesorang untuk membangun Personal Brandingya meliputi 3 hal: Value (nilai yang dimilikinya), Skill (keahlian) maupun Behavior (sikap seseorang dalam interpersonal relationshipnya).
Sedangkan Komponen Tambahan adalah : Total Look (penampilan), Authentic (apakah seseorang terlihat tulus atau tidak) dan Uniqueness (keunikan yang dimiliki yang membedakan dengan orang lain). Kedua Komponen diatas sangat berperan dalam kemampuan seseorang dalam membangun Personal Brandingnya.
Pertanyaannya, berkaitan dengan topik kita dan kata kunci, sudahkan anda mempersiapkan dan memilikinya? Lantas hal apa yang akan anda lakukan? Mari saya ajak anda untuk membuatnya. Pertama, renungkan dan tuliskan kata kunci yang akan anda buat yang merepresentasikan masing-masing komponen utama maupun tambahan, misalnya anda adalah seorang profesional di bidang keuangan. Apa kriteria yang utama harus dimiliki berhubungan dengan value? Skills, behavior, dan yang ada di komponen tambahan, mulai dari total look, gaya seperti apa yang akan anda tampilkan dst.
Buatlah langkah kongkrit selama 90 hari untuk menampikan PB anda, kenapa harus 90 hari? Karena berdasarkan pengalaman saya sebuah habit akan terbentuk setelah kita melakukannya konsisten selama 90 hari. Pastikan kata kunci yang anda buat terlihat dengan jelas. Misalnya ketika bos anda akan membuat project baru dan mencari kriteria orang dengan kata kunci, gesit, menyenangkan, tegas. Nah bila kata kunci tersebut menjadi branding anda maka anda-lah kandidat terkuatnya. Bayangkan kalau secara konsisten dari waktu ke waktu kita membangun PB dengan sengaja dan sadar, tentu tidak hanya karir gemilang melainkan anda akan menjadi figur yang terlihat menonjol sehingga mampu bertahan di karir. Jangan lupa juga mempertajam penampilan anda yang baru di tahun baru ini. Selamat mencoba!
by admin | Jan 23, 2017 | Information, News
Apa yang ada di benak anda tentang Personal Branding? Tentu kaitannya adalah tentang “merek” seseorang yang ingin ditampikan. Jawaban tersebut memang benar, bahwa personal branding adalah kemampuan seseorang dalam membangun citra dirinya di mata publik. Ada beberapa komponen di dalamnya yang akan saya uraikan dalam tulisan ini.
Sebelumnya, mari kita bermain-main dengan kata kunci, karena personal branding sangat erat kaitannya dengan kata kunci. Mari saya buktikan, misalnya saya menyebutkan merek air minum, Indonesia, dan kata kunci berikutnya dalam kemasan. sebagian besar orang akan menyebutkan aqua kenapa demikian, karena merek tersebut merupakan pelopor air minum dalam kemasan, yang juga terlihat dan ada dimana-mana. Merek yang begitu kuat dan tidak henti berinovasi, sebut saja berbagai produk dengan berbagai bentuk kemasan, mulai dari gelas, botol plastik berbagai ukuran, maupun botol kaca yang ukuran standard dan yang sofisticated untuk menjamu tamu-tamu VIP yang pernah di design oleh designer Indonesia Sebastian Gunawan, dimana sekarang estafet ke Tax Saverio.
Benda mati maupun kita manusia, rupanya sama, yaitu kita adalah produk ciptaan yang kita buat, baik secara sadar maupun tidak sadar. Sekarang coba saya bertanya tentang Penyanyi International abad ini yang eksentrik? Tentu anda akan menyebutkan Lady Gaga. Sebagai sebuah merek Lady Gaga adalah penyanyi ternyetrik abad ini, mulai dari baju daging yang dikenakan yang telah mengemparkan dunia, maupun dalam setiap aksi panggungnya.
Jadi kesimpulannya personal branding erat kaitannya dengan kata kunci yang dapat mempersonifikasikan image seseorang.