Materi Favorit Public Speaking Class Batch 53

Public Speaking class sudah menjadi rutinitas saya setiap hari Sabtu pagi sejak 12 November 2016. Saya mengikuti kelas di TALKINC karena saya terinspirasi oleh Mas Erwin Parengkuan saat beliau mengajar di salah satu training di kantor. Saat melihat program di TALKINC, saya sangat tertarik untuk mengikuti kelas Public Speaking. Terutama karena saya menyadari bahwa saya kemampuan untuk berbicara di depan publik sangat kurang.

Materi-materi yang selama ini saya ikuti sangat menarik. Saya senang sekali bisa belajar hal-hal baru dari para pengajarnya yang professional. Dan saya yakin dengan mengikuti kelas Public Speaking ini dapat membantu karir saya dan dalam menghadapi rasa takut yang selalu saya rasakan disaat melakukan presentasi.

Dari semua materi yang saya dapat di kelas Public Speaking, ada 2 materi yang saya suka: materi “How to Handle Audience” & “Closing Speech”. Keduanya adalah materi yang paling menarik dan berkesan buat saya.

Pengajarnya (Mas Felix & Mas Boy) sangat ramah, tahu akan semua yang dipaparkan, sangat tenang, humble, sangat menguasai materi dan mudah ditangkap. Kelas Mas Felix seperti kelas peramal dimana dia bisa membaca personality kami murid-muridnya. Saya yakin teman-teman yang lain juga menyukai kelasnya. Banyak yang harus dipelajari agar bisa menjadi seperti beliau. Beliau memberikan tip-tips yang sangat berguna untuk final test kami nanti. Kelas Mas Boy juga sangat penting, karena closing speech adalah “gong/klimaks” dari sebuah presentasi. Saya senang bisa belajar banayak dari beliau bagaimana membuat impressive ending.

Launching buku “Understand-inc People” Erwin Parengkuan

Launching buku “Understand-inc People” Erwin Parengkuan
Kinokuniya Plaza Senayan, 28 Februari 2017

Sebagai seorang Praktisi Komunikasi, Presenter, Personal Branding Specialist, Nama Erwin Parengkuan sudah tidak asing lagi, memiliki pengalaman selama 28 Tahun yang membawanya kepada banyak pencapaian saat ini.

Hari ini launching buku yang ke 6 bagi Erwin, ayah dari 4 orang putra-putri yang sudah beranjak dewasa. Erwin juga dua tahun bertutut-turut membawa Team Pertamina-ONWJ dan WMO pada kemenangan Tingkat Nasional dan International untuk Presentasi Terbaik di Korea dan Bangkok belum lama ini, dan membawa team Customer Service Telkomsel untuk juara Umum di tahun 2016 yang lalu. Banyak prestasi yang telah diraihnya, berkenaan dengan membantu banyak siswa atau peserta untuk sukses berkomunikasi.

Salah satu yang ia dapatkan dalam perjalanan karirnya, yang diawali pada tahun 1989 sebagai penyiar radio, team creative di Radio Prambors adalah melakukan observasi terhadap banyak pribadi yang ia jumpai. Pengetahuan yang dimiliki berkenaan dengan memahami kepribadian lawan bicara, dari filsuf Romawi Kuno adalah Socrates yang menjelaskan 4 tipe kepribadian manusia mulai dari Sanguine, Choleric, Pragmatic dan Melancholy. Sayangnya keempat terminology yang disebutkan tidak familiar di masyarakat Indonesia. Yang kemudian membuat Erwin menciptakan istilah baru yaitu si Gesit, Kuat, Damai, dan Rinci untuk mempermudah masyarakat memahaminya.

Buku yang ditulis ini merupakan hasil observasinya selama ini, bahwa dari 4 kepribadian yang berbeda ini, mempunyai gaya komunikasi yang mirip-mirip. Untuk itu, merupakan panggilan hati yang mendorong Erwin untuk melahirkan buku ini. Erwin melibatkan team Psikologi untuk membuat Assessment tentang mengenal kepribadian kita dan menentukan gaya komunikasi kepada lawan bicara, berikut perangkat test dan melakukan Focus Group Discussion terhadap banyak responden secara kulitatif.

“Kita menyadari bahwa, kepribadian yang menarik adalah kunci kesuksesan yang menunggu anda di depan.: Ujar Erwin, “keahlian seseorang bukanlah syarat utama, kendati setiap perusahaan untuk memperkerjakan karyawan yang baru, pertama dilihat adalah apakah kepribadian orang ini menarik atau tidak bukan prestasinya terlebih dahulu.” Sehingga sangat penting bagi setiap orang untuk mengenal siapa dirinya untuk menjalin hubungan yang harmonis tanpa pandang bulu.

Buku ini telah menjadi modul training yang digemari oleh banyak perusahaan, selain modul lainnya tentang komunikasi. Erwin tahu bahwa tidak semua orang dapat menjadi siswa di sekolah Talkinc-nya, atau menjadi peserta pelatihan. Untuk itu buku adalah sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan positif ini, apalagi dengan penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, tbk yang sudah banyak menerbitkan buku-buku karya Erwin, dimana beberapa telah mendapatkan predikat National Best Seller dan penghargaan International –Gourmand Cookbook Award 2014 di Shanghai.

Buku Understand-inc People- Strategi Taktis Berkomunikasi Berdasarkan Kepribadian ini dengan tebal 202 Halaman, terbagi atas 6 bab, yaitu:

-Bab 1: Personality in Communication, mulai dari Rumus Kepribadian, pengaruh Kepribadian dalam Proses Komunikasi, Membangun Gaya Komunikasi yang Positif.
-Bab 2: Menakar Indikator Kepribadian dalam Komunikasi, mengetahui Kepribadian “sunny side dan shodow side”, Test Kepribadian, Analisis Kepribadian, Kombinasi Tipe Kepribadian, Indikator Kepribadian dalam Karir dan Pekerjaan.
-Bab 3: Dimensi Kepribadian dan Gaya Komunikasi Diri Sendiri.
-Bab 4: Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Berdasarkan Kepribadian, Mengubah Karakter Negatif menjadi Perilaku Positif
-Bab 5: Memprediksi Kepribadian Lawan Bicara, Kuis Kepribadian
-Bab 6: Teknik Komunikasi dengan Berbagai Kepribadian, meningkatkan Efektivitas Komunikasi Tertulis.

Ini dari buku ini adalah Erwin melalui pengalamannya yang begitu beragam ingin mengajak kita untuk mengenal diri dengan lebih baik, melakukan analisa terhadap apa yang sudah kita lakukan dalam berinteraksi dengan berbagai kepribadian, dengan sadar kita melakukan analisa yang tepat dengan perangkat yang sesuai, seperti apa yang ada didalam buku ini. “Kepribadian yang menarik adalah kunci kesuksesan setiap individu, jadilah pribadi yang hangat dan menyenangkan!” Ujar Erwin.

buku ini sudah beredar di toko buku seluruh Indonesia, dengan bonus test kepribadian dan harga jual Rp 55.000,- rupiah.

Jakarta, 24 Februari 2017
Erwin Parengkuan
www.talk-incorporation.com

Yonatan Sirait: Ketertarikan saya pada dunia MC TV Presenter

Ketertarikan saya pada dunia entertainment khususnya dunia MC/Presenter semakin kuat ketika saya siaran diradio dan sering diminta juga untuk membawakan acara off air. Bagi saya menjadi seorang MC/Presenter punya tantangan tersendiri dan juga tingkat kesulitan yang beranekaragam. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk “mengepakkan sayap” didunia presenting ini dengan hijrah dari Medan ke Jakarta.

Tentunya hampir semua teman-teman bahkan keluarga saya menyarankan saya untuk memilih TALKINC. Bagi saya sendiri, Bu Becky dan Mas Erwin adalah role model yang paling tepat dalam mengasah bakat dibidang Presenting. Bahkan merekalah yang cukup paham tentang teori dan prakteknya. Bukan hanya itu, ada banyak MC handal yang sudah dilahirkan atau dipoles TALKINC, jadi tidak ada kata ragu bagi diri saya ketika terdaftar sebagai siswa di TALKINC.

Akhirnya tibalah saya Yonatan Sirait, dihari pertama dikelas Professional MC TV Presenter Batch 84. Lala Tangkudung hadir dengan berbagai ilmu yang sangat membuat saya dan teman-teman lainnya semakin bergairah dan menjadi tidak sabar untuk minggu selanjutnya. Apalagi sesudah kelas, kita semua diminta untuk membawakan acara dan “On Cam”, rada kaget sih, tapi jadi makin seru.

Saya beruntung bisa belajar banyak dari fasilitator yang sangat membantu proses saya dan teman-teman menjadi lebih baik. Prabu dan Shanaz untuk materi Interviewing dan news reporting nya, Ninda Mashita, Ichsan Akbar dan mba Lia Halim dengan metodologi script writting. Ada banyak hal-hal yang saya sendiri baru pelajari dan harus saya gali lebih lagi. Bagi saya TALKINC bukan sekedar tempat belajar tapi Rumah bagi hampir seluruh MC/Presenter. Tentunya saya akan merindukan suasana kelas tiap sabtu yang selalu penasaran akan materi yang akan disampaikan. Mauliate (Terima kasih) TALKINC..!!

Personal Branding Oleh: Erwin Parengkuan – Part II

4 tahun lalu ketika saya mengagas buku tentang PB, kami melakukan banyak riset terhadap figur dalam dan luar negeri untuk menjadi kajian sehubungan dengan buku Personal Branding, Strategi Taktis untuk Bertahan di Karir yang kami tulis. Dimana survey yang kami dapatkan menjelaskan ada hal yang sama yang dilakukan oleh para tokoh dalam maupun di luar negeri, sehingga PB mereka menjadi sangat menonjol. Yaitu dengan memiliki Komponen Utama maupun Komponen Tambahan.

Komponen Utama yang harus dimiliki sesorang untuk membangun Personal Brandingya meliputi 3 hal: Value (nilai yang dimilikinya), Skill (keahlian) maupun Behavior (sikap seseorang dalam interpersonal relationshipnya).

Sedangkan Komponen Tambahan adalah : Total Look (penampilan), Authentic (apakah seseorang terlihat tulus atau tidak) dan Uniqueness (keunikan yang dimiliki yang membedakan dengan orang lain). Kedua Komponen diatas sangat berperan dalam kemampuan seseorang dalam membangun Personal Brandingnya.

Pertanyaannya, berkaitan dengan topik kita dan kata kunci, sudahkan anda mempersiapkan dan memilikinya? Lantas hal apa yang akan anda lakukan? Mari saya ajak anda untuk membuatnya. Pertama, renungkan dan tuliskan kata kunci yang akan anda buat yang merepresentasikan masing-masing komponen utama maupun tambahan, misalnya anda adalah seorang profesional di bidang keuangan. Apa kriteria yang utama harus dimiliki berhubungan dengan value? Skills, behavior, dan yang ada di komponen tambahan, mulai dari total look, gaya seperti apa yang akan anda tampilkan dst.

Buatlah langkah kongkrit selama 90 hari untuk menampikan PB anda, kenapa harus 90 hari? Karena berdasarkan pengalaman saya sebuah habit akan terbentuk setelah kita melakukannya konsisten selama 90 hari. Pastikan kata kunci yang anda buat terlihat dengan jelas. Misalnya ketika bos anda akan membuat project baru dan mencari kriteria orang dengan kata kunci, gesit, menyenangkan, tegas. Nah bila kata kunci tersebut menjadi branding anda maka anda-lah kandidat terkuatnya. Bayangkan kalau secara konsisten dari waktu ke waktu kita membangun PB dengan sengaja dan sadar, tentu tidak hanya karir gemilang melainkan anda akan menjadi figur yang terlihat menonjol sehingga mampu bertahan di karir. Jangan lupa juga mempertajam penampilan anda yang baru di tahun baru ini. Selamat mencoba!

Personal Branding Oleh: Erwin Parengkuan – Part I

Apa yang ada di benak anda tentang Personal Branding? Tentu kaitannya adalah tentang “merek” seseorang yang ingin ditampikan. Jawaban tersebut memang benar, bahwa personal branding adalah kemampuan seseorang dalam membangun citra dirinya di mata publik. Ada beberapa komponen di dalamnya yang akan saya uraikan dalam tulisan ini.

Sebelumnya, mari kita bermain-main dengan kata kunci, karena personal branding sangat erat kaitannya dengan kata kunci. Mari saya buktikan, misalnya saya menyebutkan merek air minum, Indonesia, dan kata kunci berikutnya dalam kemasan. sebagian besar orang akan menyebutkan aqua kenapa demikian, karena merek tersebut merupakan pelopor air minum dalam kemasan, yang juga terlihat dan ada dimana-mana. Merek yang begitu kuat dan tidak henti berinovasi, sebut saja berbagai produk dengan berbagai bentuk kemasan, mulai dari gelas, botol plastik berbagai ukuran, maupun botol kaca yang ukuran standard dan yang sofisticated untuk menjamu tamu-tamu VIP yang pernah di design oleh designer Indonesia Sebastian Gunawan, dimana sekarang estafet ke Tax Saverio.

Benda mati maupun kita manusia, rupanya sama, yaitu kita adalah produk ciptaan yang kita buat, baik secara sadar maupun tidak sadar. Sekarang coba saya bertanya tentang Penyanyi International abad ini yang eksentrik? Tentu anda akan menyebutkan Lady Gaga. Sebagai sebuah merek Lady Gaga adalah penyanyi ternyetrik abad ini, mulai dari baju daging yang dikenakan yang telah mengemparkan dunia, maupun dalam setiap aksi panggungnya.

Jadi kesimpulannya personal branding erat kaitannya dengan kata kunci yang dapat mempersonifikasikan image seseorang.

Effective Communication Protocol Skills Training untuk Bank JATENG

TALKINC baru saja selesai menyelenggarakan pelatihan Effective Communication Protocol Skills pada akhir Desember 2016 bagi para staff dari Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dengan fokus peningkatan kemampuan peserta sebagai master of ceremony (MC) protokoler dengan personal brand yang tepat serta memahami cara berpenampilan (total look) sesuai tema acara yang dibawakan.
Pelatihan ini dilakukan selama 3 hari berturut-turut dan di fasilitasi oleh Mbak Lala Tangkudung selaku fasilitator TALKINC yang sangat berpengalaman di bidang MC. Modul pelatihan yang disampaikan meliputi Personal Branding, Professional Total Look, MC Protocol Technique and Body Language.

Modul pertama mengenai personal branding diberikan agar peserta mampu dan memahami bagaimana mengembangkan citra diri yang dimiliki sesuai dengan nilai, keahlian dan perilaku. Kemudian sebagai pendukung pengembangan citra diri, materi Professional Total Look disampaikan pada hari kedua dengan tujuan agar peserta memahami cara berpakaian yang baik dan benar sehingga penampilannya sesuai dengan tema dan acara yang dibawakan. Materi berikutnya mengenai teknik MC protokoler dimana peserta memahami apa saja peran dan tanggung jawab seorang MC dan juga bagaimana cara membuat script yang benar. Lebih lanjut lagi, teknik verbal juga dilatih meliputi intonasi, jeda, penekanan, volume dan juga power dengan tujuan agar suara dan pesan yang disampaikan jelas terdengar.

Pada hari terakhir tanggal 24 Desember 2016 modul yang diberikan mengenai body language and roleplay. Pembekalan ini diberikan agar peserta dapat memaksimalkan peranan bahasa tubuh mulai dari bagaimana cara berdiri yang baik, posisi kaki, postur tubuh yang professional, cara memegang script yang benar dan juga hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada saat bertugas sebagai MC. Kemudian peserta diberikan kesempatan maju kedepan melakukan roleplay sebagai MC formal, protokoler dan juga informal. Setelah itu fasilitator memberikan evaluasi serta masukan sehingga peserta menjadi tahu apa kekurangan dan kelebihan dari penampilan tersebut.

Peranan public speaking dalam menampilkan citra diri

Kemampuan komunikasi dan public speaking yang andal merupakan salah satu modal penting yang wajib dimiliki seorang pemimpin agar setiap pesan yang disampaikan dapat dipercaya oleh banyak orang. Terdapat banyak peranan seorang pemimpin yang membutuhkan teknik komunikasi yang mumpuni baik dalam memimpin pertemuan, presentasi, sampai dengan memberikan motivasi serta inspirasi agar orang lain dapat menjalankan pekerjaannya menjadi lebih baik. Keterlampilan komunikasi dan public speaking yang dimiliki juga secara langsung mencerminkan citra diri atau personal branding seorang pemimpin.

Citra diri seorang pemimpin dapat dengan mudah dikenali hanya dengan melihatnya saat berbicara di depan publik. Sebagai contoh, mantan presiden USA Barack Obama yang sangat inspiratif setiap berpidato memberikan kesan sebagai pemimpin yang merakyat atau down to earth. Contoh lain mantan Presiden Republik Indonesia B.J. Habibie yang memberikan kesan cerdas dan inovatif dalam setiap kesempatannya berbicara di depan publik. Selain wawasan yang dimiliki, hal tersebut tentunya tidak lepas dari keterlampilan public speaking baik secara verbal maupun non-verbal sehingga mampu meyakinkan dan dikagumi oleh banyak orang.

Kemampuan public speaking seorang pemimpin juga bisa jadi pemicu hancurnya citra diri yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. Tidak hanya dari bahasa tubuh yang memperlihatkan tingkat percaya diri, namun juga setiap kata yang disampaikan secara benar dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan latihan berkali-kali sangat diperlukan sebelum berbicara di depan publik agar setiap ucapan dan gerakan dapat dilakukan secara benar.

Mengambil contoh dari tokoh yang sangat ternama dibidang teknologi Steve Jobs melakukan latihan ratusan kali sebelum berbicara kurang dari 1 jam didepan publik. Hal tersebut yang kemudian membuat Steve Jobs tidak hanya terkenal sebagai inovator namun juga salah satu public speaker terbaik. Bila seorang Steve Jobs masih berlatih dengan sangat intens untuk mengasah kemampuan public speakingnya, bagaimana dengan anda? Sebuah pesan yang dapat diambil adalah jangan pernah meremehkan setiap kesempatan public speaking walaupun jam terbang anda sudah sangat banyak karena citra diri anda sedang dipertaruhkan. (AM)

The Requirement of Becoming MC-TV Presenter

Berawal dari kebiasaan generasi millennial belakangan ini, mencari informasi, berita terkini, cek social media, atau bahkan hanya sekedar memantau gossip artis. Saya Dhilla, Mempunyai kebiasaan yang sama dengan generasi millennial lainnya. Apabila kita berbicara mengenai pencarian informasi rasanya kini bukan lagi hal yang sulit, terlebih setelah hadirnya internet di dalam genggaman. Hal itu pula yang saya lakukan ketika hati mulai tergerak untuk mencari sekolah presenter yang memiliki reputasi yang baik. Pencarian informasi melalui search engine mulai dilakukan.

“Kenapa sih kok tiba-tiba cari sekolah presenter?” begini ceritanya… Semua berawal dari kebiasaan nekat. Nekat dalam artian saya tidak pikir panjang ketika tiba tiba sering diminta untuk menjadi MC di berbagai kegiatan NGO yang saya ikuti. Ternyata saya menikmati keberadaan saya untuk berbicara di depan umum, berinteraksi dengan orang lain, serta membagikan keceriaan untuk orang-orang di sekitar. Muncul rasa “I kinda like it” saya suka menjadi pemandu acara, baik dari jumlah audience sedikit atau banyak, muda atau dewasa, anak kecil sampai pejabat. Berdasarkan hasil pencarian saya saat itu, muncul “TALKINC” di halaman paling pertama. Setelah pikir-pikir dan konsultasi dengan orangtua, mereka setuju dan mengizinkan untuk bergabung di TALKINC.

Tiba lah hari pertama memasuki kelas. Begitu datang, dikasih buku seperti modul untuk kita belajar selama 9 kali pertemuan kedepan. Langsung cek encounter 1, Fasilitator-nya siapa ya? Pertemuan pertama harus yang greget nih. Tak lama datanglah perempuan berhijab, cantik, dan dari first impressionnya sih ramah banget. Ternyata semua perkiraan saya benar, namanya Ninda Mashita. Saya dan teman-teman manggilnya Mba Ninda. She builds a very relaxing environment that day. Materi yang disampaikan tanggal 3 September 2016 itu adalah Requirement for becoming a professional MC-TV Presenter dan Profile Mapping. Mempelajari mengenai apa saja yang menjadi persyaratan untuk menjadi MC-TV Presenter & mengetahui apa saja kelebihan serta kekurangan kita berdasarkan pengalaman sebagai MC selama ini. Hal yang paling seru dari pertemuan ini adalah ternyata di pertemuan pertama kita langsung on cam!! Baru mulai terasa, karena ternyata modal nekat yang selama ini saya miliki itu ga ada apa apa nya dibandingkan dengan para Professional(s). Masih banyak kekurangannya. Saya yang biasanya oke oke aja, kali ini bisa gugup di depan kamera. I realized, that there are so much more to learn for becoming an MC-TV Presenter.

Pertemuan pertama ini memberikan kesan untuk saya. Kesan dimana saya tidak salah memilih TALKINC dan kesan bahwa fasilitator yang ada disini juga bukan fasilitator sembarangan. Materi yang diberikan juga urutannya baik, cukup jelas, dan tentunya berkualitas. Well Mba Ninda, I personally got those “greget” moment that I’ve been expecting for the first time. Thanks a lot.

To conclude all, saya sangat terkesan dengan pertemuan pertama saya di TALKINC. Hal ini menyadarkan saya bahwa menjadi MC-TV Presenter tentunya harus terus belajar. Ada satu pesan yang juga terus saya ingat yaitu seorang MC-TV Presenter harus banyak membaca, dengan tujuan memperkaya kosakata kita. Jadi nanti tidak kehabisan kata-kata ketika harus membawakan sebuah acara. Dengan memperkaya kosakata juga ternyata bisa membuat kita menjadi MC-TV Presenter yang terlihat smart dan tidak asal dalam berbicara. Oh iya, satu hal lagi. Dengan belajar di TALKINC kita jadi tau kekurangan dari diri kita yang harus di perbaiki dan belajar untuk menerima pendapat orang lain tentang apa yang kita tampilkan. Karena pada akhirnya, ketika nanti menjadi MC-TV Presenter, orang lain lah yang menyaksikan dan memberikan penilaian kepada kita. Besar harapan saya, dengan belajar di TALKINC kita dapat membangun relasi yang lebih luas. Relasi yang luas inilah yang nantinya akan kita jadikan senjata utama kelak dalam memperoleh job dari berbagai acara. It is such a pleasure to learn how to becoming a professional MC-TV Presenter at TALKINC.

Excellent public speaking and professional look & grooming

Talkinc baru saja selesai menyelenggarakan pelatihan Excellent Public Speaking and Professional Look Grooming pada pertengahan bulan Oktober 2016. Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan skill dalam public speaking dan juga untuk memahami penampilan yang baik sesuai dengan padu padan yang professional. Kegiatan pelatihan ini difasilitasi oleh Erwin Parengkuan dan Poetri Soehendro, yang terbagi menjadi 2 module yaitu Boosting confidence dan Professional look and Grooming.

Pada hari pertama yang diselenggarakan tanggal 17 Oktober 2016 membahas materi Boosting Confidence yang dibawakan oleh Poetri Soehendro berjalan dengan sangat interaktif. 22 peserta menjalani sesi pelatihan dikemas dalam bentuk yang menyenangkan serta didukung dengan roleplay. Pada sesi pertama Poetri Soehendro memulai sesi dengan bertanya kepada peserta secara satu persatu apa saja yang membuat mereka menjadi tidak percaya diri. Hal ini dilakukan fasilitator untuk mengetahui kekurangan yang mereka miliki sehingga dapat dijadikan dasar perbaikan. Materi didukung dengan penjelasan mengenai 4 pilar kekuatan yang dapat digunakan untuk membuat peserta menjadi percaya diri.

Pada sesi kedua yang difasilitasi oleh Erwin Parengkuan membahas tentang Professional Look and Grooming fokus pada perbaikan penampilan para peserta sesuai dengan situasi secara tepat, agar para peserta dapat berpenampilan mewakili perusahaan dalam bertemu dengan klien atau para stekeholders lainnya.
Pelatihan di hari pertama berjalan dengan sangat sukses dan lancar. Pembekalan materi yang dibawakan oleh Poetri Soehendro dan Erwin Parengkuan sangat membantu para peserta bagaimana cara mengenali orang lain dan juga diri sendiri. Dengan materi Boosting Confidence para peserta menjadi tahu bagaimana cara membentuk diri dan juga kepribadian yang baik. Dengan adanya self image peserta menjadi tahu apa kekuatan dan juga tantangan didalam diri.

Kemudian dengan Professional Look and Grooming, peserta menjadi paham dan mengerti bagaimana cara berpenampilan yang professional serta didukung dengan contoh yang real apa-apa saja yang harus di tone down ataupun tone up. Peserta diberikan kesempatan untuk tampil satu persatu mempresentasikan kostumnya, serta dengan diberikan feedback maka peserta menjadi tahu apa kekurangan dan kelebihan dari penampilan yang digunakan.
Keseluruhan pelatihan ditutup dengan penyampaian kesimpulan keseluruhan rangkaian pelatihan oleh fasilitator dan dokumentasi bersama.

Personal Branding Seminar Rally for AXA Services Indonesia

TALKINC baru saja selesai menyelenggarakan rangkaian seminar Personal Branding bagi AXA Services Indonesia pada awal bulan Oktober 2016 yang lalu sebagai bagian dari dukungan dalam mensukseskan program employee branding AXA. Kegiatan sharing yang difasilitasi oleh dua founder TALKINC Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu ini terbagi menjadi 3 rangkaian seminar yang membahas Personal Branding, Professional Total Look and Grooming, dan Social Media Communication.

Seminar pertama yang diselenggarakan pada 5 Oktober membahas materi Personal Branding difasilitasi oleh Becky Tumewu berjalan dengan sangat interaktif dengan jumlah peserta mencapai 80 orang. Sesi 2 jam yang dikemas dalam bentuk yang menyenangkan dengan berbagai games membuat peserta menjadi lebih mudah memahami kekuatan dari personal branding dalam mendukung karir para peserta bersama AXA Services Indonesia.

Rangkaian kedua diselenggarakan tepat satu hari setelahnya yakni pada tanggal 6 Oktober membahas materi Professional Total Look and Grooming yang difasilitasi oleh Erwin Parengkuan. Sebagai lanjutan dari materi Personal Branding yang disampaikan sebelumnya, materi Professional Total Look dan grooming fokus pada perbaikan penampilan para peserta from head to toe sesuai dengan direction yang dimiliki AXA dengan tujuan agar para peserta dapat secara tepat berpenampilan mewakili perusahaan dalam bertemu dengan para stakeholders.

Seminar Rally diakhiri dengan rangkaian ketiga pada tanggal 13 Oktober membahas Social Media Communication yang kembali difasilitasi oleh Erwin Parengkuan. Sebagai media yang sangat digemari dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di zaman modern saat ini, media sosial merupakan alat yang sangat efektif digunakan untuk menampilkan citra diri seseorang. Oleh karena itu, materi pada sesi ini difokuskan pada bagaimana memaksimalkan penggunaan social media secara tepat dalam berinteraksi sosial khususnya menggambarkan personal branding yang dimiliki. Tips dan tricks mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan dalam berkomunikasi di media sosial juga menjadi bagian pembahasan pada seminar terakhir ini. Keseluruhan program ditutup dengan penyampaian kesimpulan keseluruhan rangkaian seminar rally oleh fasilitator dan dokumentasi bersama.