Tips komunikasi dalam bernegosiasi

Pernahkah anda melakukan negosiasi dengan orang yang memiliki jabatan lebih tinggi dari pada anda? Atau, anda melakukan negosiasi dengan orang yang lebih senior? Pastinya anda semua pernah melakukan negosiasi dengan orang yang memiliki jabatan lebih tinggi atau lebih senior dari pada anda. Kebiasaan budaya timur yang dianut kebanyakan masyarakat di Asia adalah ketika berkomunikasi dengan lawan bicara yang kedudukan lebih tinggi adalah adanya rasa ‘sungkan’ yang membuat kedudukan saat melakukan komunikasi menjadi tidak sama dan TALKINC sebut dengan ungkapan I am not OK, You are OK.

Disadari atau tidak jika kedudukan saat berkomunikasi anda merasa tidak oke, sedangkan anda berpikir lawan bicara anda lebih oke (lebih pintar, lebih tahu segala sesuatu, dan lainnya) dapat membuat tujuan komunikasi yang anda harapkan tidak berjalan dengan baik. Salah satunya ketika melakukan negosiasi. Keberhasilan dari sebuah negosiasi adalah ketika anda dan lawan bicara anda bersepakat tanpa adanya salah satu pihak yang merasa dirugikan atau sangat diuntungkan.

Agar dapat mencapai kedudukan yang setara antara anda dengan lawan bicara saat melakukan negosiasi, hal yang perlu diperhatikan untuk anda adalah tingkat rasa percaya diri anda. Peringatan untuk anda, siapapun lawan bicara anda jangan pernah merasa malu. Karena apabila anda kurang atau tidak percaya diri saat akan melakukan negosiasi, maka anda akan sulit mencapai tujuan negosiasi yang tengah dilakukan. Kondisikan anda berada pada kedudukan yang sama dengan lawan bicara anda. Kemudian yang kedua adalah sertakan data dan fakta yang berkaitan dengan apa yang akan dinegosiasikan dengan lawan bicara. Fungsinya mengumpulkan data dan fakta adalah untuk memperkuat gagasan anda ketika melakukan negosiasi. The last, anda harus bisa mengetahui karakter lawan bicara anda. Seperti di artikel sebelumnya, disebutkan bahwa cara berkomunikasi setiap orang tidak dapat disamakan, namun anda harus bisa memahami tipe kepribadian lawan bicara anda, sehingga anda bisa menggunakan cara komunikasi yang tepat dalam melakukan komunikasi dan negosiasi dengan lawan bicara.

Part 2: Tips berkomunikasi berdasarkan 4 tipe kepribadian

Pada artikel sebelumnya, diketahui bahwa ada empat tipe kepribadian (Koleris, Sanguine, Melankolis, Plegmatis) yang telah dibahas. TALKINC menyederhanakan penggunaan kata dengan merubah terminologi empat tipe kepribadian tersebut menjadi Kuat, Gesit, Rinci, dan Damai. Pada workshop Understanding People yang dilaksanakan TALKINC Surabaya (03/09), Erwin Parengkuan selaku Fasilitator menekankan bahwa cara berkomunikasi dengan keempat tipe kepribadian tersebut tidak dapat disamakan. Jika pandangan Anda cara berkomunikasi dengan lawan bicara Anda sama dengan lawan bicara lainnya, maka kemungkinannya akan sulit mencapai tujuan dalam interaksi komunikasi antara Anda dengan lawan bicara Anda. Berikut adalah penjelasan TALKINC mengenai pola komunikasi dari beberapa kepribadian dan apa yang harus dilakukan oleh setiap tipe dalam berkomunikasi:

• Tipe Kuat memiliki sifat suka tantangan, tanggung jawab, tegas, dan berorientasi pada target. Kecenderungan pola komunikasi si Kuat ini adalah persistent dan mendominasi sehingga sulit untuk mendapat masukan dari orang lain. Oleh karena itu, tipe kuat harus berkomunikasi dengan ‘respect’ dan menyesuaikan cara berkomunikasi ketika di dalam tim untuk lebih bisa menjadi bagian dari sebuah tim tanpa harus selalu mendominasi.

• Tipe Gesit memiliki kecenderungan sifat yang extrovert, periang, kreatif, inovatif, friendly, dan percaya diri. Dibalik sifatnya yang menyenangkan, tipe kepribadian ini sering melakukan tindakan yang ceroboh seperti contohnya berbicara ceplas-ceplos. Agar interaksi komunikasi tipe gesit lebih baik, maka yang perlu diperhatikan adalah mulai membiasakan untuk berpikir sebelum berbicara, menyampaikan kalimat dengan jelas dan terstruktur. Jika perlu, tipe Gesit harus membuat poin-poin permbicaraan agar apa yang disampaikan adalah informasi yang benar-benar penting untuk disampaikan kepada lawan bicaranya.

• Tipe Rinci masuk dalam golongan introvert. Tipe rinci ini memiliki perasaan yang sangat sensitif dan sangat suka menyendiri. Tipe rinci juga cenderung suka menyimpan masalah yang dimiliki dan juga cenderung melihat masalah dari sisi negative karena pola pkirnya yang kritis. Sifat tipe rinci adalah analitis, perfeksionis, pemikir, serius, tekun, dan teratur. Saran TALKINC untuk para tipe rinci dalam berkomunikasi dengan lawan bicara adalah jelaskan inti pembicaraan, berani menyampaikan opini, dan kurangi penjelasan yang terlalu rinci.

• Terakhir tipe kepribadian plegmatis atau TALKINC menyebutnya tipe Damai, termasuk pada kepribadian yang tertutup (introvert). Introvert adalah orang yang berorientasi kedalam diri mereka sendiri (inward thinking). Tipe introvert tertarik pada dunia ide, pemikiran, konsep sehingga orang-orang introvert sangat menyukai suasana tenang untuk menyendiri untuk berpikir ataupun beraktivitas. Tipe Damai memiliki sifat yang mudah bergaul, tenang, menghindari konflik, dan selalu penjadi pendengar yang baik. Tipe damai yang mudah bergaul ini tidak terlalu berani bicara depan umum untuk menunjukkan ekspresi dan cenderung malu-malu. Maka, tipe damai ini harus berani berbicara, aktif atau ikut terlibat dalam diskusi untuk menyampaikan ide, dan jangan pernah malu untuk menyampaikan gagasan dan jangan takut melakukan kesalahan.

Mengoptimalkan Komunikasi dengan 4 Tipe Kepribadian

Setiap orang tentunya sering melakukan komunikasi dua arah baik dengan tujuan untuk menyampaikan sebuah gagasan atau hal lainnya yang berkaitan dengan interaksi sosial. Dalam kegiatan komunikasi dua arah tersebut, Anda akan dihadapkan pada kondisi dimana lawan bicara Anda memiliki komunikasi yang berbeda-beda. Komunikasi yang berbeda tersebut sangat erat kaitannya dengan kepribadian yang dimiliki masing-masing individu.

Pembahasan mengenai tipe kebribadian sudah berlangsung sangat lama sejak zaman sebelum Masehi yang diperkenalkan oleh ahli filsafat Yunani bernama Hippocrates dengan menggolongkan kepribadian manusia menjadi empat tipe yaitu, sanguinis, koleris, plegmatis, dan melankolis. Dasar pembahasan kepribadian ini kemudian dikembangkan oleh banyak ahli filsafat dan juga bidang psikologi hingga zaman modern. Lebih lanjut lagi, TALKINC melakukan penyesuaian pada empat tipe kepribadian manusia ini dengan menyederhanakan terminologinya menjadi Gesit, Kuat, Damai, dan Rinci agar dapat lebih mudah dipahami dan diaplikasikan dalam membangun interaksi sosial. Selain itu, pengembangan yang dilakukan juga menghasilkan gambaran pola komunikasi yang dimiliki setiap kepribadian dan dijadikan sebagai materi pendukung program pelatihan komunikasi efektif yang dimiliki TALKINC.

Pada hari Sabtu lalu (3/9/16), TALKINC mengadakan workshop dengan tema “Understanding People Workshop”. Acara ini diadakan di Hotel Bumi Surabaya City Resort. Workshop ini diikuti oleh berbagai kalangan diantaranya adalah, karyawan dan mahasiswa. Workshop yang berlangsung selama tiga jam tersebut berisikan mengenai penjelasan secara rinci mengenai keempat tipe kepribadian manusia dan bagaimana cara berkomunikasi berdasarkan kepribadian yang dimiliki lawan bicara.

Menurut peserta workshop yang difasilitasi oleh Erwin Parengkuan ini, Understanding People Workshop sangat bermanfaat karena membuat mereka memahami kepribadiannya masing-masing dan bagaimana cara berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Erwin Parengkuan juga menekankan kepada para peserta bahwa komunikasi dengan lawan bicara tidak dapat disamakan caranya. Hal yang harus dilakukan adalah mengetahui pola komunikasi yang dimiliki setiap kepribadian agar tercapai tujuan komunikasi dan tidak terjadi kesalahpahaman selama berlangsungnya interaksi dengan lawan bicara.

Personal Branding: Menjaga penampilan kunci sukses berkarir

Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa seorang MC – TV presenter selalu berpenampilan menarik saat di atas panggung atau di layar kaca tv? Salah satu profesi yang para pelakunya harus berpenampilan menarik tujuannya agar audience tertarik dalam memperhatikan jalannya sebuah acara. Tidak hanya yang berprofesi sebagai MC – TV presenter, memperhatikan cara berpakaian dan menjaga penampilan juga perlu dilakukan oleh para profesional baik yang berprofesi sebagai pengacara, dokter, public relations, sales, sekretaris, pegawai pemerintahan maupun swasta. Penampilan merupakan modal utama agar tidak dipandang sebelah mata oleh relasi atau para stake holders yang pada akhirnya melekat sebagai personal branding-nya.

Terkadang sering kali seseorang tidak menyadari pentingnya citra diri. Citra atau image merupakan “lukisan diri” yang ditampilkan ke orang lain. Salah satu cara memperlihatkan citra diri yang dimiliki adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh serta memilih pakaian yang tepat dan yang terpenting nyaman dikenakan. Dengan penampilan baik dan merasa nyaman dapat menjadi satu faktor dalam meningkatkan rasa percaya diri.

Memperhatikan dan menjaga penampilan itu penting karena berkaitan erat dengan citra yang ingin ditampilkan. Citra diri dapat terpancar dari bagaimana anda berpenampilan. Tidak dipungkiri penampilan merupakan cerminan seseorang yang berperan terhadap penilaian orang lain kepada anda. Selain itu, dengan memperhatikan penampilan serta berpakaian rapi dan bersih merupakan bentuk penghargaan kepada lawan bicara.

Contoh lain, profesi seorang komunikator atau public speaker penting untuk memperhatikan penampilan, karena penampilan adalah komponen pendukung agar audience memperhatikan anda sebagai public speaker. Punya rasa percaya diri, penguasaan materi dan juga pemilihan kata yang tepat dalam komunikasi tidaklah cukup. Anda juga perlu berpenampilan yang sesuai dengan acara, mengetahui siapa audience, dan tentunya penampilan juga dapat disesuaikan dengan personal branding yang ingin anda tampilkan.

Dalam ilmu psikologi sosial ada istilah “efek halo” yaitu kecenderungan seseorang yang menganggap orang lain memiliki keterampilan positif yang terlihat dari cara berpenampilannya. Jadi, apabila anda berpenampilan baik dan menarik, maka lawan bicara anda akan menganggap anda sebagai orang yang baik juga. Tidak mengherankan jika berpenampilan baik dan menarik akan lebih mendapatkan perhatian dari orang lain.
Sudahkah anda memperhatikan dan menjaga penampilan hari ini?

Tiga cara meningkatkan rasa percaya diri dalam public speaking

Percaya diri merupakan modal utama seseorang agar tidak gugup ketika melakukan presentasi, menghadapi interview kerja, melakukan meeting dengan client, atau apapun itu yang berhubungan dengan kegiatan public speaking. Tentunya setiap orang memiliki tingkatan rasa percaya diri yang berbeda sesuai dengan kepribadian masing-masing. Namun, artikel kali ini tidak akan membahas mengenai tingkat rasa percaya diri seseorang yang sesuai kepribadian melainkan tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda.

1. Kenali Self-Image Anda
Self-image adalah persepsi atau gambaran yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri. Persepsi ini tentunya bisa sesuai dengan realita bisa juga bertolak belakang dari kenyataan yang sesungguhnya. Maka Anda dituntut untuk bisa menyelaraskan antara image yang akan dimunculkan ke publik sesuai dengan kepribadian Anda. Seperti contoh, orang yang merasa dirinya ‘cool’ sementara orang lain melihat sebagai orang yang arogan. Jika Anda ingin memunculkan image yang cool maka Anda harus memperlihatkan sisi keren dari penampilan, sikap, dan juga cara berbicara.

2. Sering Melatih Dengan Menggunakan Gadget
Gadget merupakan salah satu media yang sangat membantu Anda agar dapat mengkoreksi diri dari kesalahan atau kekurangan dalam melakukan presentasi atau kegiatan lain yang berkaitan dengan public speaking. Terdapat beberapa fitur dalam Gadget yang bisa Anda gunakan seperti voice recorder untuk evaluasi konten kalimat dan unsur suara Anda, dan video recorder untuk mengevaluasi secara keseluruhan presentasi Anda yang tidak hanya dari unsur suara namun juga bahasa tubuh. Jika diri Anda belum terbebas dari rasa malu maka cobalah untuk mulai belajar berbicara dan merekamnya dengan gadget Anda. Setelah itu, video yang Anda rekam juga bisa dishare ke teman Anda untuk mendapatkan feedback serta masukan. Medium lain juga bisa digunakan seperti cermin yang tentunya sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berlatih. Lama kelamaan akan terbiasa untuk berbicara di depan publik karena seringnya melatih diri sendiri di depan cermin. Hasil eksperimen psikolog University of Liverpool, Dr. Marco Bertamini (2010) menyatakan jika bercermin dapat mempengaruhi perilaku seseorang untuk bertindak positif.

3. Ciptakan Positive Mindset
Agar dapat membangun rasa percaya diri maka Anda harus menciptakan positive mindset. Pertama, stop membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Selama Anda membandingkan kelebihan orang lain, maka Anda selalu memikirkan kekurangan diri Anda sehingga Anda sulit untuk mengeksplor kemampuan atau kelebihan yang Anda miliki. Kedua, terus berusaha menggali potensi dalam diri Anda. Jangan sampai kegagalan yang ada membuat Anda menjadi patah semangat dalam mengerjakan segala sesuatu. Ketiga, jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain. Jika Anda hidup dikelilingi dengan orang yang ceplas-ceplos, maka setiap kata yang terlontar dari mereka jangan terlalu diambil pusing. Ibarat pepatah mengatakan, perkataan tersebut dimasukkan saja ke telinga kanan dan keluarkan dengan telinga kiri.

presentasi dan public speaking para peserta terasah setelah pelatihan

One day public training Impactful Presentation Skills bersama Erwin Parengkuan mendapat atensi yang sangat baik dari para peserta. Acara yang berlangsung di TALKINC Surabaya pada hari Kamis, 28 Juli 2016 tersebut diikuti oleh para peserta yang memiliki latar belakang profesi berbeda-beda dan rentang usia yang juga berbeda. Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa, ibu rumah tangga, staff instansi pemerintahan, karyawan BUMN dan perusahaan swasta. Konsep kelas kecil (small class) dengan jumlah peserta yang dibatasi membuat interaksi antara speaker dengan peserta terjalin dengan intensif sehingga para peserta merasa banyak sekali keuntungan yang didapat setelah mengikuti pelatihan ini. Keuntungan-keuntungan tersebut diantaranya adalah para peserta dapat melontarkan pertanyaan secara langsung kepada Fasilitator mengenai isi materi pelatihan, serta para peserta juga memperoleh masukan setelah melakukan role play dan sesi caoching sehingga para peserta mengetahui dimana kekurangan dan kelebihan yang dimiliki saat presentasi dan berbicara di depan public.

Materi yang disuguhkan pada pelatihan ini sangat diminati para peserta, pasalnya ada dua materi inti yang dishare ke peserta yaitu Escalating Confidence dan Impactful Presentation and Public Speaking. Kebanyakan dari para peserta memiliki kesamaan yaitu kurang merasa percaya diri dan cara presentasi yang sering dilakukan kurang baik. Pada materi pertama, Erwin Parengkuan menjelaskan mengenai konsep diri (self consept) dan bagaimana meningkatkan rasa percaya diri khususnya pada saat berbicara di depan publik. Erwin Parengkuan menyatakan, bahwa jika peserta tidak bisa memahami konsep diri maka peserta akan susah untuk mencapai aktualisasi diri.

Memasuki sesi yang kedua dengan materi Impactful Presentation and Public Speaking, Erwin Parengkuan menjelaskan mengenai komponen-komponen penting dalam presentasi. Selain itu, tips beserta contoh-contoh juga diberikan kepada peserta khususnya mengenai tehnik public speaking dan bagaimana membuat presentasi yang menarik dan berkesan. Pada akhir sesi materi ini, peserta diminta untuk melakukan presentasi dengan durasi lima menit. Peserta sangat antusias dengan kegiatan role play ini karena peserta mendapatkan penilaian dan juga masukan langsung dari Erwin Parengkuan.

Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 – 16.00 WIB tersebut diakhiri dengan foto bersama. Semua peserta menyatakan bahwa setelah pelatihan ini mereka jadi tahu kelebihan dan kekurangan mereka sehingga dapat dijadikan dasar dalam meningkatkan rasa percaya diri serta menyampaikan presentasi didepan publik. Tanggapan para peserta sangat positif dan menginginkan pelatihan lanjutan untuk mengasah kemampuan komunikasi dan public speaking mereka dimasa mendatang.

*Untuk informasi lanjutan mengenai kelas pelatihan TALKINC Surabaya (School of Public Speaking, MC dan TV Presenter dapat menghubungi Nicky / Shera : 0888-0982-6120 atau 031-5680206

Kemampuan Public Speaking peserta inkompass meningkat

Banyak orang yang cakap dalam berkomunikasi namun belum mampu melakukan presentasi dengan baik di depan publik. Atau, berani melakukan presentasi di depan publik tapi kurang mampu menguasai audience. Sekolah MC TV Presenter dan Public Speaking TALKINC berkesempatan untuk berbagi ilmu dengan para peserta Inkompass.

Inkompass adalah program magang yang dilaksanakan oleh PT HM Sampoerna Tbk diperuntukkan bagi para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Becky Tumewu sebagai Founder Sekolah MC TV Presenter dan Public Speaking TALKINC memfasilitasi pelatihan tersebut dengan topik Effective Pressentation (Rabu, 22/6). Para peserta sangat memperhatikan semua yang disampaikan oleh fasilitator mulai dari materi persiapan hingga penyampaian komunikasi verbal dan non-verbal dalam sebuah presentasi. Pelatihan yang dimulai pada pukul 08.30 – 15.30 WIB berisikan beberapa materi, yaitu bagaimana membuat slide presentasi yang tepat, menggunakan body language yang sesuai dengan pesan dalam presentasi, memaksimalkan penggunaan unsur suara mencakup artikulasi dan intonasi, teknik public speaking, serta bagaimana menyampaikan presentasi secara efektif di depan audience.

Setelah semua materi yang disampaikan oleh Becky Tumewu berakhir, peserta diajak untuk membuat slide presentasi dilanjutkan dengan praktik presentasi (roleplay) dengan durasi dua menit sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Fasilitator memberikan feedback bahwa seorang public speaker harus mengerti mana pesan yang disampaikan sehingga dengan waktu yang singkat dapat menyampaikan informasi penting kepada audience. Tips terakhir sebagai recap dari keseluruhan pelatihan adalah pilih dan sampaikan pesan yang bermanfaat bagi audience didukung dengan materi yang terstruktur dan penyampaian yang jelas sehingga presentasi dapat tersampaikan secara efektif serta mencapai tujuannya.

Personal Branding Training HM Sampoerna Surabaya, 22 Juni 2016

TALKINC Surabaya kembali memberikan dukungan bagi HM Sampoerna melalui pelatihan Personal Branding kepada para peserta magang Inkompass pada tanggal 22 Juni 2016 dikantor pusat HMS Kawasan Rungkut Industri, Surabaya. Pelatihan satu hari dengan jumlah 20 peserta ini mengangkat tema Personal Branding yang disampaikan oleh Poetri Soehendro selaku fasilitator TALKINC

Beberapa bahasan yang disampaikan dalam pelatihan diantaranya adalah pentingnya personal branding dalam mendukung karir para peserta dan cara mengembangkan personal branding tersebut dengan menggali potensi serta kualitas positif yang dimiliki untuk kemudian dijadikan sebagai citra dirinya. Seperti yang disampaikan oleh fasilitator bahwa potensi diri dan kualitas positif seseorang juga harus didukung dengan tiga komponen utama yakni nilai (values) yang menjadi dasar dalam segala hal, keahlian (skills) yang dimiliki dalam menyelesaikan sebuah tugas, dan perilaku (attitude) yang menggambarkan sifat serta kepribadiannya.

Pelatihan berjalan dengan lancar dan interaktif ditandai dengan ketepatan waktu, banyaknya pertanyaan, dan diskusi yang efektif diikuti oleh seluruh peserta. Tidak hanya itu, pelatihan juga didukung dengan roleplay dimana setiap peserta melakukan presentasi untuk kemudian di evaluasi oleh fasilitator dalam konteks personal branding yang dimiliki.

Sesi pelatihan diakhiri dengan pemberian evaluasi secara umum kepada seluruh peserta berikut langkah yang harus dilakukan setelah pelatihan untuk memastikan para peserta memiliki perencanaan yang tepat dalam mengembangkan personal branding yang dimiliki. Tidak lupa foto bersama serta selfie para peserta HM Sampoerna dan tim TALKINC Surabaya juga turut memberikan kesan pada akhir pelatihan.

Latih anak tampil lebih percaya diri

Ruang lingkup anak saat pertama kali berkomunikasi dan berinteraksi adalah keluarga. Melalui proses yang panjang, peran orang tua sangat penting. Peran orang tua akan mengajarkan cara berkomunikasi anak sesuai dengan umurnya. Saat usia bayi, balita, remaja, maupun dewasa tentunya ada perbedaan dalam melakukan interaksi. Hal ini disebabkan oleh karakteristik khusus yang dimiliki anak tersebut sesuai dengan usia dan perkembangannya. Peran orang tua akan mengajarkan komunikasi pada anak agar orang tua dan anak dapat saling bertukar informasi berupa pesan verbal dan non-verbal. Sesuai dengan usia anak, peran orang tua juga perlu memperkenalkan anak agar mampu berkomunikasi diluar anggota keluarga inti seperti, teman di sekolah, nenek, kakek, paman, dan keluarga lainnya.

Terkadang anak pada usia tertentu akan menghadapi apprehension communication atau kecemasan dalam komunikasi. Sehingga perlu peran pihak lain agar anak dapat menghadapi apprehension communication. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Csikszentmihaly (1988) menyebutkan bahwa kecemasan komunikasi sering muncul pada anak berbakat yang memiliki kemampuan atau talenta melibihi anak-anak seusianya.

Hal ini dapat terjadi karena anak yang berbakat memiliki kemampuan intelektual yang lebih daripada anak seusianya, sehingga menumbuhkan rasa optimis pada mereka dan mereka menjadi tidak percaya kepada temannya (Amini, 2005, Identifying Stressors and Reactions to Stressors in Gifted and Non-Gifted Students).

TALKINC School of Public Speaking, MC – TV presenter yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya membuka Holiday Class. Tujuan dari Holiday Class yang diselenggarakan oleh TALKINC adalah untuk melatih anak-anak bisa percaya diri berbicara di depan umum. Holiday Class ini akan digolongkan sesuai usia, yakni untuk usia 10 tahun – 13 tahun dan usia 14 tahun – 17 tahun. Holiday Class akan dilaksanakan selama empat hari. Tentunya selama empat hari anak-anak akan di-coaching oleh fasilitator yang berpengalaman. Selama Holiday Class tersebut anak-anak akan dilatih banyak hal seperti boosting confidence, speak out loud, facial expression, dan pada akhir sesi pelatihan akan ada evaluasi yang dilakukan oleh para fasilitator.

Program yang diadakan oleh TALKINC ini akan membantu anak-anak untuk bisa mengatasi apprehension communication. Program yang dikemas dalam bentuk fun learning and practical drilling agar anak-anak berani tampil percaya diri, serta mampu berkomunikasi dengan baik dan secara tepat menggunakan intonasi, artikulasi, serta bahasa tubuh yang bersinergi dengan pesan komunikasi yang disampaikan.

Pada masa liburan sekolah di pertengahan tahun 2016 ini, TALKINC akan mengadakan Kids Holiday Class pada tanggal 13 – 16 Juni 2016 (Batch 1) dan 20 – 23 Juni 2016 (Batch 2) di Jakarta dan jika kuota mencukupi, kami juga akan mengadakan Holiday Class di Surabaya tanggal 20 – 23 Juni 2016. Jika Anda berminat mendaftarkan anak, keponakan atau kerabatnya ke TALKINC Jakarta (021.7202719) dan TALKINC Surabaya (0888.0982.6120 / 031.5680206).

Gabriella Angelita, menyukai materi A to Z to Become MC-TV Presenter

Materi favorit saya selama mengikuti proses belajar menjadi seorang Professional MC-TV Presenter di Talkinc adalah materi encounter 2 yang dibawakan oleh Mba Intan Erlita. Materi encounter 2 adalah tentang A to Z to Become MC-TV Presenter dan Building Relationship with Your Stakeholder. Saya sangat menyukai materi ini karena menurut saya untuk menjadi seorang MC-TV presenter, mengetahui secara detail tahapan demi tahapan mulai dari persiapan sampai tampil di atas panggung adalah hal yang sangat penting. Selain itu, membangun hubungan yang baik dengan stakeholder juga menjadi hal yang sangat penting bagi seorang professional MC-TV Presenter.

Sebagai seorang professional MC-TV Presenter, kita harus melakukan persiapan yang matang mulai dari mental, fisik yang sehat, penampilan, penguasaan konten, dan juga latihan.

Ada 3 tahap yang harus dilalui oleh seorang MC-TV Presenter, yaitu tahap Pre-Show (Briefing dengan klien, gladi resik, memastikan jadwal di venue, membuat cue card, fitting baju, dll) tahap D-Day (Memastikan dressing room, memastikan contact person, melakukan reading, show time) dan tahap Post-Show (Meminta feedback/review dari klien, mereview diri sendiri).

Seorang MC-TV Presenter pasti akan berhubungan dengan banyak pihak. Untuk membangun hubungan yang baik dengan para stakeholder, kita harus mempunyai mental dan sikap yang positif, menyenangkan, profesional, selalu menghargai semua pendukung acara termasuk klien dan kru, serta selalu bersikap kooperatif. Dengan begitu, pekerjaan kitapun pasti akan terasa lebih mudah, selain itu juga akan membuat klien puas dan senang dengan kita sehingga akan memperlancar karier kita di masa yang akan datang.