by admin | Mar 29, 2016 | Information, News
Seorang murid datang kepada saya, mengemukakan kalau karirnya selama 2 tahun bekerja tidak ada peningkatan, ia hampir frustasi, apalagi sejak memulai karir hingga saat ini apa yang dibayangkan tentang karir gemilang tak kunjung datang.
Pertanyaan saya kepadanya “Coba sebutkan apa yang menjadi kekuatanmu?” ia tertegun dan tidak bisa menjawab pertanyaan saya. Saya bertanya lagi lebih spesifik “apa yang membuat kamu berbeda dengan rekan kerjamu?’ iapun tidak bisa menjawab.
Banyak orang menjalani hidup mengalir seperti air, saya kebetulan tidak sependapat dengan perkataan tersebut. Karena hakikatnya kita adalah apa yang kita pikirkan, seperti pepatah favorit saya “you are what you think” ketika kita memandang hidup adalah seperti air mengalir, maka bersiaplah menghadapi arus yang deras dan keadaan yang tidak bisa kita kendalikan. Untuk itu seharusnya kitalah yang mengendalikan hidup termasuk mengatur rencana pekerjaan yang akan diambil, mengukur untung ruginya dan usaha yang akan dilakukan untuk meningkatkan karir menjadi lebih baik lagi.
Dalam buku Personal Branding – Rahasia untuk sukses dan bertahan dikarir yang saya tulis bersama Becky Tumewu pada tahun 2014 terdapat 2 komponen pada Personal Branding. Yang pertama adalah Komponen Utama, meliputi Value, Skill dan Behavior. Ini adalah komponen yang wajib dimiliki seseorang. Akan tetapi, dijaman digital seperti sekarang dimana banyak persaingan terjadi, memiliki Komponen Utama dalam mendukung personal branding anda tidaklah cukup. Sehingga setiap individu harus memiliki Komponen Tambahan, yaitu: Total look, Keunikan dan Otentik. Nah seperti murid tersebut, bila Komponen Utama saja tidak ketahui, tentu skill yang dimilikinya tidak menonjol. Sehingga tidak dapat bersaing dikompetisi yang semakin “tough” ini. Being just good is not enough, we need to finding the uniqueness in ourselves in order to stands in the crowd. Jadi seseorang perlu memiliki Komponen Tambahan agar terlihat berbeda. Mengatur style apa yang akan menempel di dirinya, karena penampilan yang baik akan menarik dilihat, termasuk mencari hal apa yang dapat membuat saya berbeda dari kompetitor saya? Tentunya semua yang dibuat harus dibuat se-otentik mungkin, tidak hanya sekedar meniru. Sehingga orang lain melihat kita sebagai pribadi yang tulus, bukan palsu.
Seperti kata sebuah jargon iklan “Ku tahu yang ku mau”. Apakah kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan untuk siap berkompetisi dibidang yang akan kita geluti?
Erwin Parengkuan
Managing Director Talkinc
www.talk-incorporation.com
by admin | Mar 19, 2016 | Information, News
Banyak mall-mall di Ibukota hampir diisi oleh pernak pernik menjelang Valentine. Bulan penuh cinta sering dianggap hanya untuk pasangan saja atau keluarga terdekat. Namun kenapa tidak mulai mengucapkan atau bahkan berusaha lebih baik dalam komunikasi dengan teman sekantor? Tidak ada salahnya sesekali membawakan makanan sekedar kue ataupun coklat untuk teman sekantor.
Dunia kantor sering dikaitkan hanya dengan dunia professional saja, selepas pulang kerja, kita masing-masing sibuk kembali ke kehidupan personal masing-masing. Padahal sebagai teman kantor yang sering kita jumpai setiap hari kerja, komunikasi menjadi hal yang penting untuk menjaga hubungan antar sesama. Meluangkan waktu sedikit sehabis pulang kerja untuk pergi makan bareng ataupun menyapa satu-satu teman kantor se divisi anda dengan membawa cemilan, menjadi cara yang simple untuk tetap menjaga hubungan baik anda dengan teman-teman kantor.
Dalam dunia kerja, kita pasti menemukan berbagai macam karakter , mulai dari yang cerewet, perfeksionis bahkan sipendiam. Namun, kita harus tetap berusaha untuk menjaga komunikasi yang baik dengan mereka. Perdebatan ataupun saling membicarakan kekurangan teman kantor mungkin menjadi hal yang biasa dalam dinamika kehidupan kantor. Namun apa salahnya, dibulan kasih sayang ini kita mulai mencoba menghangatkan suasana kantor lagi dengan menyapa dan menawarkan makanan kecil. Mungkin simple namun hal ini tidak hanya proses mendekatkan diri dengan teman-teman kantor namun juga membuat mereka bahagia karena pada dasarnya manusia senang untuk dipedulikan. Selamat mencoba.
by admin | Mar 10, 2016 | Information, News
Individu-individu yang memiliki personal branding tentu memiliki ciri khas masing-masing. Siapa yang tidak tahu Taylor Swift? Lady Gaga? Atau Dimas Ginanjar (Fouder of Maicih)? Dirinya, value yang dianut, dan tujuan hidup mereka tentu membuatnya berbeda dengan yang lain. Personal branding merupakan bagaimana orang lain melihat anda dan bagaimana orang lain mendeskripsikan anda. Oleh karena itu tentunya dinilai penting untuk mengatur values dan kateristik yang sesuai dalam mendeskripsikan diri anda. Value, karakteristik dan skill merupakan komponen utama yang perlu dipikirkan dan ditonjolkan dalam membentuk personal branding seseorang.
Personal branding atau pencitraan diri merupakan aspek yang sangat penting dalam membangun karir. Dengan pelatihan personal branding dapat membantu orang lain dalam memahami diri anda, apa yang dapat anda tawarkan serta apa saja nilai yang ada pada diri anda sampai kualitas dalam diri anda sendiri. Dengan demikian, personal branding dapat mendefinisikan siapa diri anda dimata publik/orang lain.
Ditengah zaman modern dengan fasilitas internet yang semakin mempermudah pertukaran informasi dan masyarakat kota di Indonesia rata-rata menghabiskan 8-10 jam perhari untuk mengecek perangkat telekomunikasi mereka. Serta hampir mayoritas masyarakat perkotaan memiliki akun media sosial. Maka tak heran, apabila kita ketinggalan handphone, kita rela untuk kembali kerumah untuk mengambil handphone yang tertinggal. Social media merupakan salah satu cara untuk membangun personal branding yang ingin ditampilkan. Pada seorang fresh graduate yang ingin melamar sebuah pekerjaan, penting untuk mengatur sosial media mereka. Hal ini karena faktanya, 78% HRD melakukan background check melalui media sosial terlebih dahulu para calon pelamar kerja. Namun tak hanya untuk fresh graduate saja, pada medium level pun memerlukan pelatihan atau pengelolaan yang baik pada media sosial mereka. Sehingga dapat membentuk personal branding yang sesuai dengan keinginan apa yang akan ditunjukkan oleh individu tersebut.
by admin | Mar 4, 2016 | Information, News
Klo ditanya materi paling terfavorite di kelas TALKINC, saya ga akan cuma pilih satu materi saja Ihihihi, karena saya rasa semua materi yang di sajikan disini menarik banget. Mulai dari moderator sampai isi materi, mulai dari bagaimana kita melakukan grabbing ke audience di materi opening, waktu itu mba adinda yang memberikan materi ini. Beliau memberikan banyak trik untuk melakukan sebuah opening yang menarik. Dan ternyata tidak hanya isi saja yang penting dalam sebuah persentasi, tetapi closing pun juga ternyata harus meliliki peranan penting, disini mas felix mengajarkan bagaimana kita harus memberikan wow efect kepada audience diakhir pembicaraan kita.

Setelah kelasnya mba Adinda kita foto dulu
Dan yang best of the best dari kelas TALKINC adalah dikelasnya dua kelasnya mas Didi Mudita, yang pertama dengan materi creating impressive persentation slides. Dimana kita disini diajarkan membuat slide yang kece dan menarik karena menurut saya pribadi, membuat slide itulah yang menentukan bagaimana performance kita kelak. Penampilan kita yang oke didepan klo ga didukung slides yang oke juga ibarat kata sayur tanpa garam jadinya hambar ihihihii.
Kelas selanjutnya yang dijarkan mas Didi Mudita itu dikelas Flow Of Mind, dimana kita diajarkan cara mengerucutkan sebuah isi yang akan kita bawakan. Terkadang kita sebagai pembicara sulit untuk menentukan maksud dari isi yang akan kita sampaikan. Tapi setelah diajarkan dengan beberapa rumus formula dari mas didi, insyaAllah akan mempermudah saya dalam menentukan isi pembicaraan. Seperti inilah pengalaman saya, Dini Utami Putri, Public Speaking Batch 48. selama belajar di TALKINC semoga apa yang saya dapatkan disini dapat saya aplikasikan kembali di luar nanti, Aminnnn.

Selesai kelas terakhir di TALKINC, bersama mas Didi Mudita
by admin | Mar 2, 2016 | Information, News

by admin | Feb 25, 2016 | Information, News
Komunikasi adalah lifeblood dalam kehidupan berorganisasi, tanpa itu, organisasi tidak dapat berjalan dengan baik. Perusahaan dan karyawan memiliki keterbatasan yang sering dikarenakan kurang efektifnya komunikasi yang berjalan. Dalam survey menunjukan, indicator seorang manager menjadi manager yang sukses adalah kemampuan ia dalam komunikasi. Kemampuan komunikasi menjadi nomor satu dalam indicator mengukur kesuksesan seorang manager. Pesan dapat tersampaikan dengan baik, apabila komunikasi dalam perusahaan berjalan dengan baik. Sehingga, karyawan pun dapat mengikuti ritme kerja yang sesuai untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.
Karyawan diperlakukan dengan respect dan dihargai mengenai kinerjanya menjadi salah satu cara membenahi komunikasi yang lebih efektif dalam kantor. Hal ini tentu menjadi penting dalam menciptakan atmosfir kerja yang produktif dan suportif. Berdasarkan survey terdapat beberapa masalah komunikasi yang sering dilakukan oleh manager yang mempengaruhi atmosfir lingkungan kerja.
Efektif leader tentu mengetahui benar pentingnya komunikasi dalam energy atmosfir kantor, yang dapat menambah koneksi dan kedekatan satu sama lain. Namun terkadang seorang leader ataupun manager merupakan pentingnya achievement recognizing pada karyawan. Adanya perasaan dihargai oleh leader merupakan sebuah harapan yang sangat di inginkan oleh karyawan. Tetapi hal ini masih sedikit dilakukan, sehingga kurangnya apresiasi menjadi masalah utama efektif kepemimpinan. Ketika generasi milineals telah masuk ke dalam lingkungan kantor, maka leader seharusnya lebih peka dengan hal ini. Faktanya bahwa generasi millenials lebih membutuhkan apresiasi daripada generasi sebelumnya.
Setiap orang suka berbicara, begitupun karyawan-karyawan suka untuk membicarakan kinerja leader mereka. Ketika manager/leader mereka memberikan informasi yang valid dan tidak menyimpan informasi, maka rasa trust itu akan menambah. Namun begitupun sebaliknya. Akan tetapi, banyak kita jumpai leader yang tidak dapat memberikan arahan yang jelas. Dengan demikian, miss interpretasi akan muncul dalam komunikasi kantor.
Selanjutnya, good komunikasi memang tidak hanya dapat dijalin di lingkungan kantor/professional, namun juga perlu adanya komunikasi diluar lingkungan kantor. Kesibukan leader yang memiliki waktu terbatas, membuatnya kesulitan mengatur waktu untuk bercengkrama bahkan face to face saja pun sulit. Keterbatasan ini perlu di atasi, karena menjadi tiga masalah terbesar dalam efektif leadership.