Flow of Mind materi favorit dikelas public speaking batch 46

Photo Documentation : Ari Wulandari – Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 46

Selama saya kursus di TALKINC, salah satu materi favorit saya dikelas public speaking adalah Flow of Mind. Awal saya datang ke TALKINC dengan kendala saya yang tidak percaya diri dan takut untuk berbicara di depan banyak orang. Saat saya berbicara kadang juga tidak tau alurnya kemana, dan saya mulai panic dan grogi disaat melihat reaksi orang yang kurang paham dengan pembicaraan yang saya sampaikan. Sampai akhirnya saya bertemu dengan materi Flow of Mind.

Photo Documentation : Ari Wulandari – Sesi Role Play Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 46

Dalam materi Flow of Mind saya diajarkan bagaimana membuat mind mapping sebelum saya ingin menyampaikan sesuatu. Dan saat itu saya juga diajarkan bagaimana latihan terus menerus sebelum prakter dan menghafalkan alur mapping saya. Di materi itu saya belajar bagaimana find the picture dan find the feeling karena saya ingin apa yang saya sampaikan bisa tersampaikan dengan baik dan bermanfaat untuk orang lain. Pembicaraan jadi lebih terstruktur saat saya belajar materi Flow of Mind dan saya lebih berani untuk mengajak audience terlibat dalam pembicaran saya. Ketika saya merasa audience mengerti dengan apa yang saya sampaikan hal itu membuat saya lebih percaya diri.

Photo Documentation : Foto Bersama Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 46

Saat dalam materi Flow of Mind saya menemukan kalau menjadi orang keren itu mudah, kita yang bisa decide kita mau jadi orang keren atau tidak. Disaat itu saya tau saya harus melawan ego diri saya, selalu berpikir positif dan selalu belajar agar pesan yang saya sampaikan dapat tersampaikan dengan baik. Dalam materi ini tidak membuat saya berubah menjadi orang lain tapi menemukan diri saya sebenarnya yang membuat saya lebih percaya diri dalam menghadapi sesuatu hal didepan. Terimakasih talkinc.

Pentingnya Public Speaking dalam berkomunikasi

Sering kita mendapati diri kita, apabila disodorkan mic untuk berbicara atau berpendapat pada sebuah seminar atau kelas, menjadi orang yang tiba-tiba menjadi gagap. Dimana pun kita berada, entah dalam sebuah kelompok ataupun presentasi di depan audience, kita sering dituntut memiliki kemampuan dalam public speaking. Kita sering menemukan dalam sebuah presentasi ataupun seminar, masih rendahnya partisipasi untuk bertanya. Entah dia kurang pede ataupun males untuk speak up.. Memberanikan diri untuk bertanya pada sebuah seminar, merupakan cara yang mudah dilakukan dalam meningkatkan kepercayaan diri untuk berbicara di depan umum. Tanpa mencoba, kita tidak pernah tahu kemampuan kita yang sebenarnya.

Selain belajar dan berlatih dari sebuah contoh sederhana di atas untuk meningkatkan percaya diri. Public speaking pun memerlukan konten yang menarik tapi tak hanya menarik, tetapi juga memberikan sebuah value yang dapat mudah diingat oleh audience. Speaker harus memiliki kemampuan membaca keyword dan contoh yang sesuai dengan audience-nya. “Teach them something new!” merupakan sebuah challenge sendiri pada speaker agar memiliki public speaking yang baik.

Anda pasti pernah mendengar istilah“Mata adalah jendela jiwa”. Artinya mata merupakan organ tubuh yang paling jujur dan memiliki kemampuan dalam memberikan koneksi jujur secara alami. Maka itu, mata menjadi hal yang penting dalam menjalin koneksi antar individu. Begitupula pada public speaking, eye contact menjadi hal yang sangat penting untuk komunikasi non verbal seseorang dalam mentransfer pengetahuannya kepada audience. Tak hanya eye contact, body language pun sangat penting dalam public speaking. Seperti posisi berdiri speaker sampai posisi tangan dalam menjelaskan presentasi. Hal ini penting diingat karena dalam berkomunikasi memiliki bermacam bentuk, seperti kata, suara, tone of sound, gesture sampe touch.

Ketika konten sudah baik, eye contact dilakukan, body language pun baik. Lalu masih gugup? Hal ini tentu menjadi hal yang lumrah, karena semua akan bisa ketika terbiasa. Maka diperlukan latihan yang terus menerus dalam public speaking. Apabila masih gugup datang, kita harus dapat memberikan jeda waktu saat presentasi untuk tarik nafas terlebih dahulu. Biasanya, ketika gugup melanda, intonasi dan kecepatan suara speaker berubah, maka sangat diperlukan waktu sejenak. Eye contact pun penting untuk speaker mengetahui antusias dari audience dan apakah memerlukan ice breaking atau tidak. Selain itu, motivasi diri pun sangat penting untuk memotivasi diri sendiri. Katakan Yes untuk “Ya, I can do it and excited” dan menghindari kata-kata “I think I cant”. Karena pada dasarnya motivasi pada diri menjadi kunci yang penting dalam memiliki kemampuan public speaking yang baik.

Interviewing Technique materi favorit di kelas MC TV Presenter Batch 73

Photo Documentation : Jenita Darmento – Regular Class Program MC TV Presenter Batch 73 sesi Aviani Malik

Tidak saya sangka, materi Interviewing Technique di kelas MC TV Presenter batch 73 menjadi materi favorit saya selama menjalani dua bulan kursus di Talkinc. Kelas ini di facilitate oleh Mba Aviani Malik, seorang journalist handal dari Metro TV. Kelas yang harusnya di bawakan selama 4 jam, hanya terasa 40 menit saja ketika beliau mengajar. Semua murid dibuatnya diam terpaku dan memperhatikan semua materi yang beliau sampaikan.

Photo Documentation : Regular Class Program MC TV Presenter Batch 73

Kenapa saya bilang tidak disangka? Karena saya pikir kelas Interview ini akan jadi kelas yang cukup membosankan, kelas yang saya pikir hanya akan di suruh menulis list pertanyaan2 saja. Tapi ternyata saya salah besar. Kelas interview ini lebih dari menulis dan mengulik pertanyaan saja. Kita belajar bagaimana cara.nya mengolah pertanyaan biasa menjadi pertanyaan yang menarik, belajar mencari ‘keyword’ dari pertanyaan kita.

Photo Documentation : Jenita Darmento – Sesi Ujian Regular Class Program MC TV Presenter Batch 73

Beliau juga mengajarkan kita agar banyak ‘research’ sebelum menginterview. Cara mengajar Mba Aviani Malik sangatlah dinamis, kita tidak bosan-bosan mendengarkan beliau. Banyak hal yang dapat saya pelajari, seperti jangan membuat pertanyaan terlalu panjang buatlah pertanyaan sependek mungkin agar penonton dapat mengerti. Masih banyak lagi pelajaran yang saya bisa petik dari kelas ini.

Sebenarnya saya punya materi favorite lainnya, Tetapi sejauh ini kelas Interview inilah yang paling berkesan.

Testimony Linda Tan Program Professional Public Speaking

I have never been comfortable with public speaking. So far, I have always managed to avoid doing public speaking until my son’s teacher asked me to do a speech for the toddler’s class graduation. I agreed to it because I wanted to do something special for my son, and I wanted him to be proud of me one day when he is old enough to understand the whole big deal of public speaking. I actually rehearsed a lot, because I wanted so bad to deliver a perfect speech for my son, to the point that I memorized each and every line. But on the day, I messed it up. I sounded like a robot, my speech didn’t have soul, and to make it worse, I was very nervous during the whole speech. The audience could probably see me shaking and fidgeting.

Photo Documentation : Linda Tan – Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 45

That was when I decided I need professional help to improve my public speaking skill. I asked a few friends, and the name Talkinc came up most of the times, so i decided to register right away. ‎I was first daunted by the program syllabus. The public speaking program consists of 9 encounters of 4 hours each, it is quite a commitment to make. I signed up anway, and I am glad I did. The course doesn’t do magic and suddenly turns me into a professional public speaker, but it helps me identify my shortcomings and elements that I can improve in my public speaking. I am still very nervous everytime I have to present, even if it’s a small presentation in front of my fellow classmates at Talk Inc. I guess I’d always get the jitters whenever I am put under the spotlight but by now I have learned a few tricks to at least pretending to look calm in front of the audience.

Photo Documentation : Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 45 session Didi Mudita

Talk Inc has taught me to process my train of thoughts more efficiently, to focus and zoom in on the subject matter to give substance to my presentation, to deliver the presentation in interesting ways to catch the attention of the audiences, to consider how my presentation benefits the audience. It was a good reminder to me that no matter how grand my presentation is, if there is nothing in it for the audience, it’s just another meaningless presentation.

Photo Documentation : Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 45 session Bona Sardo

‎Apart from all the theories, I like the fact that each encounter is assigned to different instructors with different backgrounds and teaching style‎s helps enrich our learning experience. Every instructor analyzed and gave us feedback from different perspectives. In addition, our classmates are responsible to be critical when giving their thoughts about our presentations. In some classes, Talkinc even arranges to have videographer to record our presentation. Therefore, we really get to see ourselves in most honest ways, which a lot of times are very unflattering. But I believe this is one of the best ways to learn, and having different feedback from instructors and fellow classmates helps to polish our public speaking skills from all angles.

My only regret is I wish I didn’t wait this long to take up public speaking class with Talkinc.

Workshop How to Win Casting

Sabtu, 3 Oktober 2015, TALKINC kembali mengadakan free workshop bagi para siswa, alumni, dan juga terbuka untuk umum bagi yang memiliki ketertarikan dalam menggeluti karir di bidang TV presenter dan entertainment. Workshop kali ini bertemakan “How to win Casting” dibawakan oleh Intan Erlita sebagai main Fasilitator TALKINC yang saat ini masih berkiprah di layar televisi nusantara. Pembicara lain adalah Intan Bedisa yang merupakan alumni TALKINC dan saat ini masih aktif sebagai news presenter disalah satu stasiun televisi.

Foto Dokumentasi Workshop Win To Casting pembicara Intan Erlita diseleggarakan di TALKINC

Materi yang dibawakan meliputi Personal Branding yang secara komprehensif memberikan wawasan kepada para peserta mengenai pentingnya memiliki personal branding yang jelas, berkarakter, positif, meyakinkan dan percaya diri serta dapat dijadikan kelebihan dari setiap peserta. Selain itu tips and tricks dan bagaimana meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani casting juga disampaikan oleh Intan Erlita dan didukung oleh sharing pengalaman casting serta karir yang sudah dijalani oleh Intan Bedisa.

Sesi Tanya Jawab Workshop Win To Casting pembicara Intan Bedisa

Keahlian Public Speaking kedua fasilitator memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi dan bergabung kedalam TALKINC sebagai sekolah public speaking dan TV presenter. Duo Intan pada hari itu melengkapi penyampaian materi menjadi sangat menarik dan dapat dijadikan bekal bagi para peserta.
Lebih lanjut lagi, kegiatan workshop menjadi semakin lengkap dengan sharing session oleh TRANS Talent diwakili oleh Mba Astri Danuantari dan Mas Fahmi sebagai pihak yang memberikan casting secara berkala setiap tahunnya.

Sesi foto bersama Workshop Win To Casting 3 Oktober 2015

Sukses kepada para peserta yang akan menjalani casting, semoga berhasil memeriahkan layar televisi Indonesia.

Body Language menjadi materi favorit di kelas Public Speaking

Evelyn Suryowibowo – Kelas Professional Public Speaking Batch 44 tahun 2015

Nama saya adalah Evelyn Suryowibowo. Saya adalah peserta dari kelas Professional Program: Public Speaking, batch 44 (9 Mei – 4 Juli 2015). Mengikuti kelas Public Speaking di TalkInc adalah pengalaman yang sangat berguna sekaligus menantang, karena saya diajak untuk menyadari cara berbicara didepan umum, kekurangan yang dirasakan, dan cara untuk mengatasinya. Secara pribadi, goals saya dalam mengikuti kelas ini adalah untuk menyampaikan pesan secara lebih terstruktur, dengan gaya yang menarik dan ekspresif, dan yang tidak kalah penting, meninggalkan kesan positif pada audience. Dari keseluruhan proses pembelajaran, materi yang paling berkesan adalah mengenai Body Language (Encounter 5, 13 Juni 2015)

Saya menganggap materi Body Language adalah sebuah tantangan yang besar karena saya termasuk orang yang memiliki ekspresi datar, ditambah lagi dengan kurang memanfaatkan bagian tubuh. Akibatnya, topik yang menarik bisa menjadi membosankan. Saya ingat pernah menceritakan sebuah cerita yang seharusnya menimbulkan emosi audience, tetapi karena voice/intonation dan facial expression yang datar, serta pace yang terlalu cepat, cerita itu malah kurang meninggalkan kesan pada audience.

Kegiatan Kelas Professional Public Speaking Batch 44 tahun 2015

Di kelas ini, saya belajar bahwa, ternyata, saya salah menerapkan strategi. Selama ini, saya fokus pada apa yang saya ingin sampaikan. Saya menghabiskan waktu saya pada presentation slides, mengolah kata-kata sehingga mudah dimengerti oleh audience. Tapi saya baru menyadari bahwa words yang sangat saya perhatikan ini hanya berpengaruh 7% pada penerimaan materi oleh audience. Sedangkan sisa 56% berasal dari body language 38% dari voice (termasuk intonation dan pace). Di pertemuan ini, saya diajarkan untuk lebih ekspresif, baik eye contact, tersenyum (yang penting untuk menjaga mood dan image positif), postur berdiri yang membuat kita nyaman, maupun gerak tangan dan badan (bergerak, tetapi harus selalu ada tujuan di dalam gerakan tersebut). Meskipun Body Language masih menjadi tantangan, saya berharap melihat perubahan dalam diri saya setelah mengikuti kelas Public Speaking di TalkInc.