by admin | Dec 22, 2015 | Information, News
Dibulan Desember 2015 ini TALKINC mengadakan pelatihan di jakarta ke perusahaan Putera Sampoerna Foundation atau Sampoerna University untuk level staff officer tentang bagaimana berkomunikasi lebih effektif dan bagaimana cara strategi penyampaiannya? sehingga lebih effektif dan terstruktur karena keduanya berkaitan dan saling menunjang.
Cara berkomunikasi juga dapat membantu banyak hal, misalnya dalam presentasi, negosaiasi, email, sms atau media sosial. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan komunikasi kita? Sebenarnya banyak cara melakukannya, dan untuk kali ini TALKINC memberikan pelatihan ke Putera Sampoerna Foundation (PSF).

Pada Pelatihan ini TALKINC memberikan pelatihan selama satu hari dimana pelatihan terdiri dari dua sesi materi yaitu sesi pertama materinya tentang understanding people dan perofessional positioning, sedangkan untuk sesi kedua materinya tentang strategi komunikasi.
Fasilitator TALKINC yang membawakan pelatihan ini dibawakan oleh Bona Sardo seorang psikolog dan pengajar yang saat ini aktif menjadi dosen Psikologi di Universitas Indonesia. Selain itu, Bona Sardo juga praktek di beberapa rumah sakit swasta di Jakarta. Materi yang dia sampaikan di PSF kali ini adalah bagaimana berkomunikasi secara lebih effektif dan bagaimana memahami karakter lawan bicara kita agar dapat berkomunikasi sesuai karakter lawan bicara. Sebelum memahami orang lain kita harus memahami diri kita sendiri terlebih dahulu karena dengan kita memahami orang lain kita akan bisa menempatkan posisi, memahami dan menghargai lawan bicara kita.

Sedangkan sesi kedua fasilitator dari TALKINC Disampaikan oleh Adinda Djoko Sanjoto, beliau kegiatannya sehari-hari selain menjadi main fasilitator TALKINC juga seorang pakar dan konsultan komunikasi. Materi yang dibawakan Adinda adalah strategi berkomunikasi. Dalam effective komunikasi kita harus tahu apa yang menjadi obyek yang akan disampaikan, sehingga sesuai dengan tujuannya. Pada saat kita tampil, kesan pertama kita dipengaruhi banyak hal yaitu dari penampilan, gaya bicara, bahasa tubuh sampai level percaya diri.

Keseluruhan sesi pelatihan berjalan dengan interaktif dan para peserta secara langsung menerapkan teknik Public Speaking dan Presentasi melalui praktek di akhir sesi pelatihan komunikasi.
by admin | Dec 15, 2015 | Information, News
Berkesempatan menuntut ilmu di TALKINC merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Mulai dari fasilitator, materi yang diberikan, sampai orang-orang yang berada dilingkungan Talkinc sangat membuat saya nyaman dan pastinya berkembang. Semua fasilitator mempunyai cara dan gaya masing-masing bagaimana mereka menyampaikan materi kepada kita semua. Tetapi untuk saya pribadi, lebih bisa dan lebih cepat memahami materi yang disampaikan oleh fasilitator yang berprofesi sebagai seorang Psikologi. Seperti Mba Poetri Soehendro pada materi Powerful Words untuk Regular Class Speaking impressively , dan materi Total Look pada Regular Class Professional MC-TV Presenter yang diisi oleh Kak Intan Erlita.

Photo Documentation : Indah Nurcahyani – Regular Class Program Professional MC-TV Presenter Batch 74
Saya pribadi mempunyai pengalaman yang sangat membekas sampai sekarang bahkan mungkin untuk selamanya. Pada saat itu Mba Poetri Soehendro ingin mengetahui apa alasan saya mau menjadi seorang MC. Dengan penyampaian yang sangat tidak jelas saya menjawab “intinya saya ingin bisa berbagi lewat info yang saya terima kepada orang-orang yang mendengarkan saya” . Tetapi Mba Poetri saat itu langsung menegaskan kepada saya bahwa saya tidak perlu malu untuk mengungkapkan alasan ingin terkenal kalau memang itu yang diinginkan. Sebenarnya memang itu yang saya inginkan, menjadi MC atau Presenter yang terkenal, tapi saya masih merasa tidak percaya diri untuk mengungkapkannya. Mba Poetri memberikan pelajaran bahwa saya harus yakin dan percaya terhadap mimpi dan potensi yang saya miliki.

Photo Documentation : Regular Class Program Professional MC-TV Presenter Batch 74
Selama ini yang menjadi alasan utama saya tidak percaya diri untuk menjadi MC adalah penampilan saya. Mulai dari cara berpakaian, cara berjalan dan bahasa tubuh. Tetapi saat ini percaya diri saya sudah jauh lebih baik, karena saya mengetahui apa yang bagus untuk saya gunakan, bagaimana baiknya bahasa tubuh saya ketika akan berbicara di depan umum, dan apa kelebihan saya yang seharusnya di tunjukan. Pengetahuan itu semua saya dapat dari Kak Intan Erlita , cara penyampaian yang sangat detail memberikan pengaruh yang sangat luar biasa bagi pribadi saya.

Photo Documentation : Foto Bersama Regular Class Program Professional MC-TV Presenter Batch 74
Percaya diri memang menjadi modal utama kita untuk berani berbicara dihadapan umum, tetapi perlu diingat juga percaya diri saja itu tidak cukup. Kita juga harus mempunyai modal lain untuk menjadi MC yang baik, contohnya bagaimana cara membangun suasana, bagaimana kita melakukan interview yang baik, yang tidak kalah penting adalah kita harus mempunyai materi yang matang, dan selain itu masih banyak hal lainnya yang perlu diperhatikan. Itu semua akan di dapat dikelas materi yang ada pada Reguler Class Professional MC-TV Presenter.
by admin | Nov 18, 2015 | Information, News

Photo Documentation : Ari Wulandari – Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 46
Selama saya kursus di TALKINC, salah satu materi favorit saya dikelas public speaking adalah Flow of Mind. Awal saya datang ke TALKINC dengan kendala saya yang tidak percaya diri dan takut untuk berbicara di depan banyak orang. Saat saya berbicara kadang juga tidak tau alurnya kemana, dan saya mulai panic dan grogi disaat melihat reaksi orang yang kurang paham dengan pembicaraan yang saya sampaikan. Sampai akhirnya saya bertemu dengan materi Flow of Mind.

Photo Documentation : Ari Wulandari – Sesi Role Play Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 46
Dalam materi Flow of Mind saya diajarkan bagaimana membuat mind mapping sebelum saya ingin menyampaikan sesuatu. Dan saat itu saya juga diajarkan bagaimana latihan terus menerus sebelum prakter dan menghafalkan alur mapping saya. Di materi itu saya belajar bagaimana find the picture dan find the feeling karena saya ingin apa yang saya sampaikan bisa tersampaikan dengan baik dan bermanfaat untuk orang lain. Pembicaraan jadi lebih terstruktur saat saya belajar materi Flow of Mind dan saya lebih berani untuk mengajak audience terlibat dalam pembicaran saya. Ketika saya merasa audience mengerti dengan apa yang saya sampaikan hal itu membuat saya lebih percaya diri.

Photo Documentation : Foto Bersama Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 46
Saat dalam materi Flow of Mind saya menemukan kalau menjadi orang keren itu mudah, kita yang bisa decide kita mau jadi orang keren atau tidak. Disaat itu saya tau saya harus melawan ego diri saya, selalu berpikir positif dan selalu belajar agar pesan yang saya sampaikan dapat tersampaikan dengan baik. Dalam materi ini tidak membuat saya berubah menjadi orang lain tapi menemukan diri saya sebenarnya yang membuat saya lebih percaya diri dalam menghadapi sesuatu hal didepan. Terimakasih talkinc.
by admin | Nov 10, 2015 | Information, News
Sering kita mendapati diri kita, apabila disodorkan mic untuk berbicara atau berpendapat pada sebuah seminar atau kelas, menjadi orang yang tiba-tiba menjadi gagap. Dimana pun kita berada, entah dalam sebuah kelompok ataupun presentasi di depan audience, kita sering dituntut memiliki kemampuan dalam public speaking. Kita sering menemukan dalam sebuah presentasi ataupun seminar, masih rendahnya partisipasi untuk bertanya. Entah dia kurang pede ataupun males untuk speak up.. Memberanikan diri untuk bertanya pada sebuah seminar, merupakan cara yang mudah dilakukan dalam meningkatkan kepercayaan diri untuk berbicara di depan umum. Tanpa mencoba, kita tidak pernah tahu kemampuan kita yang sebenarnya.
Selain belajar dan berlatih dari sebuah contoh sederhana di atas untuk meningkatkan percaya diri. Public speaking pun memerlukan konten yang menarik tapi tak hanya menarik, tetapi juga memberikan sebuah value yang dapat mudah diingat oleh audience. Speaker harus memiliki kemampuan membaca keyword dan contoh yang sesuai dengan audience-nya. “Teach them something new!” merupakan sebuah challenge sendiri pada speaker agar memiliki public speaking yang baik.
Anda pasti pernah mendengar istilah“Mata adalah jendela jiwa”. Artinya mata merupakan organ tubuh yang paling jujur dan memiliki kemampuan dalam memberikan koneksi jujur secara alami. Maka itu, mata menjadi hal yang penting dalam menjalin koneksi antar individu. Begitupula pada public speaking, eye contact menjadi hal yang sangat penting untuk komunikasi non verbal seseorang dalam mentransfer pengetahuannya kepada audience. Tak hanya eye contact, body language pun sangat penting dalam public speaking. Seperti posisi berdiri speaker sampai posisi tangan dalam menjelaskan presentasi. Hal ini penting diingat karena dalam berkomunikasi memiliki bermacam bentuk, seperti kata, suara, tone of sound, gesture sampe touch.
Ketika konten sudah baik, eye contact dilakukan, body language pun baik. Lalu masih gugup? Hal ini tentu menjadi hal yang lumrah, karena semua akan bisa ketika terbiasa. Maka diperlukan latihan yang terus menerus dalam public speaking. Apabila masih gugup datang, kita harus dapat memberikan jeda waktu saat presentasi untuk tarik nafas terlebih dahulu. Biasanya, ketika gugup melanda, intonasi dan kecepatan suara speaker berubah, maka sangat diperlukan waktu sejenak. Eye contact pun penting untuk speaker mengetahui antusias dari audience dan apakah memerlukan ice breaking atau tidak. Selain itu, motivasi diri pun sangat penting untuk memotivasi diri sendiri. Katakan Yes untuk “Ya, I can do it and excited” dan menghindari kata-kata “I think I cant”. Karena pada dasarnya motivasi pada diri menjadi kunci yang penting dalam memiliki kemampuan public speaking yang baik.
by admin | Nov 5, 2015 | Information, News

Photo Documentation : Jenita Darmento – Regular Class Program MC TV Presenter Batch 73 sesi Aviani Malik
Tidak saya sangka, materi Interviewing Technique di kelas MC TV Presenter batch 73 menjadi materi favorit saya selama menjalani dua bulan kursus di Talkinc. Kelas ini di facilitate oleh Mba Aviani Malik, seorang journalist handal dari Metro TV. Kelas yang harusnya di bawakan selama 4 jam, hanya terasa 40 menit saja ketika beliau mengajar. Semua murid dibuatnya diam terpaku dan memperhatikan semua materi yang beliau sampaikan.

Photo Documentation : Regular Class Program MC TV Presenter Batch 73
Kenapa saya bilang tidak disangka? Karena saya pikir kelas Interview ini akan jadi kelas yang cukup membosankan, kelas yang saya pikir hanya akan di suruh menulis list pertanyaan2 saja. Tapi ternyata saya salah besar. Kelas interview ini lebih dari menulis dan mengulik pertanyaan saja. Kita belajar bagaimana cara.nya mengolah pertanyaan biasa menjadi pertanyaan yang menarik, belajar mencari ‘keyword’ dari pertanyaan kita.

Photo Documentation : Jenita Darmento – Sesi Ujian Regular Class Program MC TV Presenter Batch 73
Beliau juga mengajarkan kita agar banyak ‘research’ sebelum menginterview. Cara mengajar Mba Aviani Malik sangatlah dinamis, kita tidak bosan-bosan mendengarkan beliau. Banyak hal yang dapat saya pelajari, seperti jangan membuat pertanyaan terlalu panjang buatlah pertanyaan sependek mungkin agar penonton dapat mengerti. Masih banyak lagi pelajaran yang saya bisa petik dari kelas ini.
Sebenarnya saya punya materi favorite lainnya, Tetapi sejauh ini kelas Interview inilah yang paling berkesan.
by admin | Nov 3, 2015 | Information, News
I have never been comfortable with public speaking. So far, I have always managed to avoid doing public speaking until my son’s teacher asked me to do a speech for the toddler’s class graduation. I agreed to it because I wanted to do something special for my son, and I wanted him to be proud of me one day when he is old enough to understand the whole big deal of public speaking. I actually rehearsed a lot, because I wanted so bad to deliver a perfect speech for my son, to the point that I memorized each and every line. But on the day, I messed it up. I sounded like a robot, my speech didn’t have soul, and to make it worse, I was very nervous during the whole speech. The audience could probably see me shaking and fidgeting.

Photo Documentation : Linda Tan – Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 45
That was when I decided I need professional help to improve my public speaking skill. I asked a few friends, and the name Talkinc came up most of the times, so i decided to register right away. I was first daunted by the program syllabus. The public speaking program consists of 9 encounters of 4 hours each, it is quite a commitment to make. I signed up anway, and I am glad I did. The course doesn’t do magic and suddenly turns me into a professional public speaker, but it helps me identify my shortcomings and elements that I can improve in my public speaking. I am still very nervous everytime I have to present, even if it’s a small presentation in front of my fellow classmates at Talk Inc. I guess I’d always get the jitters whenever I am put under the spotlight but by now I have learned a few tricks to at least pretending to look calm in front of the audience.

Photo Documentation : Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 45 session Didi Mudita
Talk Inc has taught me to process my train of thoughts more efficiently, to focus and zoom in on the subject matter to give substance to my presentation, to deliver the presentation in interesting ways to catch the attention of the audiences, to consider how my presentation benefits the audience. It was a good reminder to me that no matter how grand my presentation is, if there is nothing in it for the audience, it’s just another meaningless presentation.

Photo Documentation : Regular Class Program Professional Public Speaking Batch 45 session Bona Sardo
Apart from all the theories, I like the fact that each encounter is assigned to different instructors with different backgrounds and teaching styles helps enrich our learning experience. Every instructor analyzed and gave us feedback from different perspectives. In addition, our classmates are responsible to be critical when giving their thoughts about our presentations. In some classes, Talkinc even arranges to have videographer to record our presentation. Therefore, we really get to see ourselves in most honest ways, which a lot of times are very unflattering. But I believe this is one of the best ways to learn, and having different feedback from instructors and fellow classmates helps to polish our public speaking skills from all angles.
My only regret is I wish I didn’t wait this long to take up public speaking class with Talkinc.
by admin | Oct 12, 2015 | News
Sabtu, 3 Oktober 2015, TALKINC kembali mengadakan free workshop bagi para siswa, alumni, dan juga terbuka untuk umum bagi yang memiliki ketertarikan dalam menggeluti karir di bidang TV presenter dan entertainment. Workshop kali ini bertemakan “How to win Casting” dibawakan oleh Intan Erlita sebagai main Fasilitator TALKINC yang saat ini masih berkiprah di layar televisi nusantara. Pembicara lain adalah Intan Bedisa yang merupakan alumni TALKINC dan saat ini masih aktif sebagai news presenter disalah satu stasiun televisi.

Foto Dokumentasi Workshop Win To Casting pembicara Intan Erlita diseleggarakan di TALKINC
Materi yang dibawakan meliputi Personal Branding yang secara komprehensif memberikan wawasan kepada para peserta mengenai pentingnya memiliki personal branding yang jelas, berkarakter, positif, meyakinkan dan percaya diri serta dapat dijadikan kelebihan dari setiap peserta. Selain itu tips and tricks dan bagaimana meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani casting juga disampaikan oleh Intan Erlita dan didukung oleh sharing pengalaman casting serta karir yang sudah dijalani oleh Intan Bedisa.

Sesi Tanya Jawab Workshop Win To Casting pembicara Intan Bedisa
Keahlian Public Speaking kedua fasilitator memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi dan bergabung kedalam TALKINC sebagai sekolah public speaking dan TV presenter. Duo Intan pada hari itu melengkapi penyampaian materi menjadi sangat menarik dan dapat dijadikan bekal bagi para peserta.
Lebih lanjut lagi, kegiatan workshop menjadi semakin lengkap dengan sharing session oleh TRANS Talent diwakili oleh Mba Astri Danuantari dan Mas Fahmi sebagai pihak yang memberikan casting secara berkala setiap tahunnya.

Sesi foto bersama Workshop Win To Casting 3 Oktober 2015
Sukses kepada para peserta yang akan menjalani casting, semoga berhasil memeriahkan layar televisi Indonesia.
by admin | Oct 12, 2015 | News

Evelyn Suryowibowo – Kelas Professional Public Speaking Batch 44 tahun 2015
Nama saya adalah Evelyn Suryowibowo. Saya adalah peserta dari kelas Professional Program: Public Speaking, batch 44 (9 Mei – 4 Juli 2015). Mengikuti kelas Public Speaking di TalkInc adalah pengalaman yang sangat berguna sekaligus menantang, karena saya diajak untuk menyadari cara berbicara didepan umum, kekurangan yang dirasakan, dan cara untuk mengatasinya. Secara pribadi, goals saya dalam mengikuti kelas ini adalah untuk menyampaikan pesan secara lebih terstruktur, dengan gaya yang menarik dan ekspresif, dan yang tidak kalah penting, meninggalkan kesan positif pada audience. Dari keseluruhan proses pembelajaran, materi yang paling berkesan adalah mengenai Body Language (Encounter 5, 13 Juni 2015)
Saya menganggap materi Body Language adalah sebuah tantangan yang besar karena saya termasuk orang yang memiliki ekspresi datar, ditambah lagi dengan kurang memanfaatkan bagian tubuh. Akibatnya, topik yang menarik bisa menjadi membosankan. Saya ingat pernah menceritakan sebuah cerita yang seharusnya menimbulkan emosi audience, tetapi karena voice/intonation dan facial expression yang datar, serta pace yang terlalu cepat, cerita itu malah kurang meninggalkan kesan pada audience.

Kegiatan Kelas Professional Public Speaking Batch 44 tahun 2015
Di kelas ini, saya belajar bahwa, ternyata, saya salah menerapkan strategi. Selama ini, saya fokus pada apa yang saya ingin sampaikan. Saya menghabiskan waktu saya pada presentation slides, mengolah kata-kata sehingga mudah dimengerti oleh audience. Tapi saya baru menyadari bahwa words yang sangat saya perhatikan ini hanya berpengaruh 7% pada penerimaan materi oleh audience. Sedangkan sisa 56% berasal dari body language 38% dari voice (termasuk intonation dan pace). Di pertemuan ini, saya diajarkan untuk lebih ekspresif, baik eye contact, tersenyum (yang penting untuk menjaga mood dan image positif), postur berdiri yang membuat kita nyaman, maupun gerak tangan dan badan (bergerak, tetapi harus selalu ada tujuan di dalam gerakan tersebut). Meskipun Body Language masih menjadi tantangan, saya berharap melihat perubahan dalam diri saya setelah mengikuti kelas Public Speaking di TalkInc.
by admin | Sep 25, 2015 | News

Ticka Imelda Professional Public Speaking Batch 44 tahun 2015
“The human brain starts working the moment you are born and never stops until you stand up to speak in public” –Anonymous.
Saya sangat setuju dengan quotes yang terlampir dalam halaman pertama dari kata pengantar buku TALKINC. Karena ide yang cemerlang pun percuma, jika tidak dapat diekspresikan dengan baik. Mampu menyampaikan pesan dan mempengaruhi lawan bicara adalah salah dua point yang sangat penting jika ingin sukses dalam berkarir. Oleh karena itu sekarang banyak sekali berdiri sekolah atau kursus ilmu komunikasi public speaking untuk memfasilitasi kebutuhan sebagian besar pekerja termasuk Saya. Tetapi Saya hanya mempercayakannya kepada TALKINC, karena memang sudah terbukti dari banyak alumninya yang saat ini sudah sukses dalam berkarir. Selain itu TALKINC juga mempunyai fasilitator/pengajar yang memang sudah professional di bidangnya.
Felix dengan sangat luwes membuka pikiran kita tentang dunia public speaking pada encounter pertama. Sedangkan Mas Didi Mudita sangat pintar untuk mengubah mind set kita saat perform di depan umum, katanya “Bicara sama saja dengan bernyanyi dan moving sama saja dengan dancing”. Semua ilmu yang sudah kita dapatkan juga dapat dikemas menarik oleh Mas Ferry Fibriandani dan melatih kita untuk berpikir cepat saat tampil di depan umum. Serta fasilitator-fasilitator lainnya yang tidak kalah keren.

Kelas Professional Public Speaking Batch 44 tahun 2015
Saya sangat berterimakasih sekali kepada TALKINC yang telah membuat Saya lebih percaya diri dan berpikir positif. Saya seperti terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk itu Saya merekomendasikan semua orang untuk dapat bergabung dan belajar bersama TalkInc. Sukses selalu untuk TalkInc!!!
by admin | Sep 16, 2015 | News, Uncategorized
Nama saya Lylys Endarwati dari kelas MC TV Presenter batch 71 Materi favorit saya adalah Building Relationship with Your Stakeholder.
Membangun hubungan dengan stakeholder. Karena pada materi tersebut saya menjadi tahu hal-hal apa saja yang harus saya lakukan ketika menerima dan menolak job. Saya sadar karena saya orang baru di dunia tv presenter maka saya tentu tidak boleh menolak job yang mungkin akan mempengaruhi karir saya ke depannya. Usahakan kita mengambil banyak pengalaman presenter karena dengan jam terbang yang banyak maka akan semakin mudah membangun hubungan baik dengan stakeholder, yang tentunya berpengaruh juga dalam menjalani setiap acara lain di kemudian hari.
Banyak hal yang harus dibangun dengan para stakeholder ketika kita memasuki dunia tv presenter. Dalam materi ini dibahas bahwa kita sebagai presenter harus menghargai semua pendukung acara, klien,dan kru dalam acara tersebut. Kita sebagai presenter juga harus selalu bersemangat dengan personal branding (merek diri) yang ditampilkan.
Tentunya setiap presenter harus memiliki personal branding agar para stakeholder percaya dengan kita melalui kuatnya personal brand yang kita tampilkan.
Saya juga mempelajari bagaimana saya harus kooperatif dalam menghadapi setiap hal yang berhubungan dengan acara. Dalam materi ini juga dipraktikan langsung oleh sang fasilitator hal-hal apa saja yang perlu dibangun agar kerjasama menjadi baik dan dengan hasil yang maksimal.